Cinta dan Materi

      Hari ini seturut kalender liturgi katolik ialah hari kamis putih. Dalam masa pekan suci ini, saya masih terus merefleksikan tentang cinta, yang amat menarik dalam keutamaan iman kristiani sepanjang masa. Dalam dunia modern kini, imbas kapitalistis dunia sedikit banyaknya telah menimpah juga bangsa Indonesia. Budaya bangsa Indonesia menekankan gotong royong dan saling tolong menolong mulai rapuh akibat imbas kapitalisme dunia. Budaya kapitalis menekankan income berupa materi daripada cinta. Demi materi, manusia mengorbankan sesamanya sendiri. Saya belajar dan merenungkan dalam bathin peristiwa di sekeliling saya dan juga peristiwa yang saya alami sendiri di mana karena keinginan menguasai materi, manusia mengalami kehilangan dan krisis cinta.

Continue reading Cinta dan Materi

Berbagai Perwujudan Cinta, Sebuah Refleksi Rohani

Bukti Cinta Allah Buatku

     Allah memberikan cinta tak terbatas buatku dalam banyak bukti. Sebagai manusia, saya memiliki keterbatasan untuk membuktikannya. Pembuktian cinta Allah buatku tinggal dalam bathin. Pembuktian itu akan muncul dalam refleksi pribadi. Ia telah mencintai saya lebih dahulu sebelum saya dikandung ibuku. Saya lahir dan tumbuh besar seperti ini karena cinta Allah. Bukti cinta paling nyata bagi saya ialah meskipun hanya anak desa, saya bisa menamatkan pendidikan S1 Filsafat di Flores dan memiliki pekerjaan yang matang sebagai guru profesional sejak tahun 2008 di Atambua.

     Pekerjaan ini membuat saya berpenghasilan cukup lumayan untuk bisa hidup sebagai guru. Selain itu saya masih tinggal di rumah orang tua, memiliki saudara-saudari dan para keponakan serta keluarga yang ramah. Saya masih memiliki seorang ibu yang sehat dan amat mencintai kami. Semuanya keberhasilan ini ialah bukti cinta Allah dalam hidupku, dan terus aku syukuri selama hidupku.

Continue reading Berbagai Perwujudan Cinta, Sebuah Refleksi Rohani

Cinta dan Penyerahan Diri

“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian juga Aku telah mengasihi kamu, tinggallah di dalam kasihKu itu. Inilah perintahKu, yaitu, supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh.15:9.12) 

     Artikel ini saya buat sebagai refleksi pribadi pada hari Kamis, 30 Maret 2017. Dalam artikel ini, saya merefleksikan cinta, tentu dengan saya mengangkat aspek rohani dari cinta itu sendiri bukan saja dalam kepraktekkan kasih namun juga dalam konteks iman dan keyakinan kristiani yakni sebagai penyerahan diri kepada kehendak Allah. Yesus wafat di salib menunjukkan bukti cinta yang amat besar bagi umat manusia.  Cinta Allah tidak terbatas dalam ruang dan waktu, sedangkan cinta manusia terbatas. Bagi manusia, Allah adalah sumber segala cinta. Sangat benar bahwa apa yang adalah mustahil bagi manusia namun tidak merupakan mustahil bagi Allah. Itu artinya Allah lebih dahulu mencintai manusia sepanjang sejarah hidup manusia. Karena cintaNya yang amat mendalam sehingga Allah mengutus PuteraNya yang tunggal ke atas dunia sehingga manusia beroleh selamat. Jawaban manusia ialah bahwa manusia harus menerima cinta Allah dengan bertobat dan percaya atau beriman secara total kepadaNya.

      Apa artinya mencintai Allah dengan segenap hati, segenap akal budi dan segenap kekuatan? Untuk dapat menjawabi pertanyaan itu, kita harus menyelami misteri dialog Trinitaris dan merefleksikan dalam konteks Allah dan konteks keterbatasan manusia. Dialog Trinitaris ialah dialog berdasarkan cinta yang utuh dan sempurna. Allah ingin menciptakan suatu dialog baru dengan yang terbatas yakni manusia. Dialog personal itu menjadi sempurna ketika putera Allah sendiri menjadi manusia dan memberikan jawaban inti dan puncak absolut dari penciptaan. Namun dosa amat berpengaruh terhadap eksistensi manusia. Menurut St. Paulus, dosa adalah sebagai nasib yang gelap dan nasib yang menghapus kebebasan manusia.

Continue reading Cinta dan Penyerahan Diri

Keluarga: Pelabuhan Cinta Abadi

     Kapan kau akan menikah? Pertanyaan itu beberapa kali ditanyakan oleh para sahabat guruku kepada saya. Saya “membenarkan” mereka. Mereka ingin saya segera menikah atau paling tidak memikirkan untuk menikah karena umur sudah semakin tinggi. Namun hingga saat ini, saya belum menemukan jodoh. Saya sibuk bekerja sampai melupakan jodoh. Wanita-wanita datang dan hinggap dalam impianku saat malam-malam aku pulang dari tempat kerja namun saya tidak secara serius memikirkan mereka di hari-hariku atau di malam-malamku.

     Aku gagal bercinta? Tentu saja tidak sebab aku sedang memilih salah bentuk cinta universal dan yang kebetulan ‘belum terarah’ kepada kemesrahan cinta dalam keluarga.  Kalau saya melupakan status yang pernah kusandang yakni frater SVD berkaul, dan bila melihat dalam konteks cinta keluarga,  kuakui pada sisi ini tampaknya bisa jadi ‘benar’ karena saya masih belum ‘memberikan tempat’ buat patner wanita di sisiku dan sekurang-kurangnya dalam bayangan mimpiku. Meskipun hanya memikirkan hal itu, aku seperti mengalami “trauma” besar, saya jadi “marah” kepada diri sendiri. Pinginnya saya segera menikah untuk mengakhiri pertanyaan demi pertanyaan dari para sahabat guruku sendiri di tempat kerjaku sejak tahun 2005 yang lalu…

Continue reading Keluarga: Pelabuhan Cinta Abadi

Cinta Merubah Segalanya (Love Changes Everything)

       Artikel ini merupakan refleksi rohani pribadiku. Saya ingin mensharingkan bagi para membaca. Saya menuliskan artikel ini pada Selasa, 28 Maret 2017, setelah saya mengikuti misa pagi harian di gereja paroki Halilulik. Judul ini banyak ditemukan dalam berbagai lagu ataupun tulisan. Saya tahu judul ini dari sebuah lagu yang dipakai sebagai setting dalam ret-ret di Nenuk-Belu-NTT oleh Sr. Paulana Deeken, SSpS tahun 1994.

     Tentu saja, isinya berbeda dari artikel ini. Dalam judul ini saya merefleksikan konteks cinta sesuai visi rohani saya dalam hubungan dengan berbagai rencana saya  di masa depan. Dalam artikel ini, saya mencoba untuk mengaitkan ide-ide cinta dari Kitab suci, ajaran gereja dan sebuah kesaksian hidup kristiani di abad 20 dari salah seorang tokoh dunia abad 20. Dengan merefleksikan tema tentang cinta, saya yakin cinta akan mempengaruhi tingkah laku manusia dalam merubah situasi riil kemelut dalam dunia dewasa ini. Continue reading Cinta Merubah Segalanya (Love Changes Everything)

Reuni Akbar Alumnus/i SMP HTM Halilulik 2017

Para tamatan SMP HTM Halilulik sedang merencanakan untuk reuni akbar SMP HTM Halilulik pada tanggal 20-22 Agustus 2017 yang akan datang. Reuni akbar ini bertepatan dengan pesta ulang tahun SMP HTM Halilulik yang ke-55. SMP HTM Halilulik berdiri pada tahun 1962 dengan mengusung moto: caritas et veritas (pengasihan dan kebenaran), SMP swasta ini hingga kini akan berusia 55 tahun pada 22 Agustus 2017 ini. Lima tahun lalu tepatnya tahun 2012, SMP HTM Halilulik baru saja merayakan pesta emas atau 50 tahun berdirinya  SMP HTM Halilulik. Hingga kini SMP ini tetap dikelola oleh Yasra (Yayasan Regina Angelorum) SSpS Timor, sebuah yayasan pendidikan milik para suster SSpS Provinsi Timor.

images (73)

Para suster SSpS merupakan para suster anggota kongregasi misi religius para suster misionaris abdi Roh Kudus dari Steyl, Belanda, kini telah berpindah ke Roma-Italia. Menurut sejarah, nama SMP ini ialah Hati Tersuci Maria (HTM) ialah nama untuk mengenang kongregasi religius para suster pribumi Hati Tersuci Maria (HTM) yang pernah hidup di Timor sebelum dibubarkan dan para anggotanya digabungkan dalam Kongregasi para suster SSpS Timor. Hingga kini, status SMP HTM Halilulik ialah Akreditasi A, sebuah status yang menandakan kualitas pendidikan SMP ini tergolong tinggi dengan berbagai fasilitas dan model pendidikan yang kreatif.

Continue reading Reuni Akbar Alumnus/i SMP HTM Halilulik 2017

Saya, Angkot dan Dancow

Kami duduk bersama dalam kursi Angkot: duduk berderet dan berhadapan. Biasanya kursi-kursi Angkot letaknya sebelah-menyebelah: ibarat dua garis lurus pendek. Seperti kebiasaan di Angkot umumnya, para penumpang duduk ber-ramai-ramai di atas kursi-kursi Angkot, kadang berdempetan. Selama perjalanan, saya biasanya duduk diam dan membisu dalam Angkot: saling menatap atau memilih untuk melihat keluar. Saya diam karena pikiran saya terbang ke sana kemari saat saya sering memikirkan artikel-artikel saya di blog-blogku. Kalau dengan sesama guru baru saya bisa mengobrol ala kadarnya di Angkot. Tema obrolan sering berkisar keadaan atau peristiwa-peristiwa yang kami alami atau yang terjadi di sekitar kami.

Suatu siang, di dalam mobil Angkot, saya duduk bersebelahan dengan seorang ibu guru SMP. Dari saya mendengarkan logatnya, saya perkirakan ibu ini asalnya dari Manggarai. Saya memecahkan kesunyian dalam Angkot itu dengan bertanya, “Baru-baru ini agaknya ada biarawan yang meninggal dunia di biara St. Yosep Nenuk. Benarkah? Lalu siapakah bruder itu?”. Ibu dengan logat Manggarai menjawab, “Bruder Basilius Suan. Dia sudah meninggal dunia, pak tahu kan?”, ibu guru itu berbalik tanya.

Continue reading Saya, Angkot dan Dancow

Siaga Natal, Siaga Berbuat Baik

Minggu, 25 Desember 2016, Hari Raya Natal tiba. Indonesia berada pada siaga satu. Dalam siaran Media-Media tampak jelas bahwa pada hampir seluruh daerah di Indonesia, ribuan pasukan polisi dan TNI tampak bersiaga di halaman gereja. Mereka melakukan penjagaan ketat agar perayaan HR Natal dapat berlangsung dengan lancar dan meriah. Beberapa saat sebelumnya beredar isu mengenai teror ledakan bom.

Isu-isu memberitakan mengenai adanya penemuan bendera ISIS di Timor NTT. Saat saya akan memasuki halaman gereja tepatnya pada persimpangan jalan gereja Halilulik ada papan nama besar: Harap tenang, ada ibadah. Di samping papan itu berdiri beberapa personel polisi dan pasukan THS/THM sedang menjaga keamanan. Indonesia sedang berada dalam status siaga Natal.

Selama beberapa hari ini saya sering memutar lagu tradisional Jerman. Salah satu lagu tradisional paling populer di Jerman sejak abad ke-17 itu berjudul Kling, Glöckchen, klingelingeling dalam berbagai versi. Menarik bahwa lagu Natal ini bernuansa riang. Lagu ini dalam berbagai versi bisa mudah ditemui di berbagai Youtube. Pengarang menyusun syair lagu dengan banyak syair lagu anak-anak saat suasana Natal tiba. Saat Natal tiba, Eropa sedang mengalami musim dingin. Salju bertebaran di mana-mana.

Continue reading Siaga Natal, Siaga Berbuat Baik

Suka-Duka Saya Mengikuti IBT Prediction Test 1

Setelah saya mempersiapkan diri selama hampir sebulan dengan mengikuti kursus jarak jauh melalui video-video di member strategitoefl.com, akhirnya saya untuk pertama kali dalam hidup dapat mengikuti IBT Prediction Test mulai jam 19.30 Wita malam hingga dini hari 22/12/2016 sekitar jam 02.00 Wita. Saat menjelang pagi tiba-tiba hujan dan badai menerpah beberapa wilayah Indonesia, sehingga terjadi gangguan internet.

Telkomsel memberikan pesan melalui HP saya bahwa telah terjadi gangguan sinyal internet pada sekitar jam 01.00 Wita. “Jaringan internet anda telah pulih setelah sebelumnya ada gangguan jaringan internet karena badai di Bima- Provinsi NTB”. Akhirnya, saya dapat menyelesaikan test dengan selamat pada sekitar jam 02.00 Wita dini hari. Kondisi kesehatan saya saat itu memang agak capai dan lelah setelah saya mengikuti test berlangsung selama 4 jam dalam 4 sesi yakni Reading, Listening, Speaking dan Writing.

Continue reading Suka-Duka Saya Mengikuti IBT Prediction Test 1

Kita Berjuang untuk Menggapai Nilai-Nilai Transendensi

Tadi pagi saya sempat membuka halaman demi halaman skripsi sarjana (S1)ku. Saya menemukan bahwa empatbelas tahun yang lalu, saya telah membahas nilai-nilai transendesi dalam skripsi. Mungkin banyak orang tidak menyadari bahwa upaya manusia untuk mencari Tuhan perlu dilakukan dengan memperbanyak nilai-nilai transendensi.

Nilai-nilai transendensi adalah kekayaan bathin. Internalisasi atau pembathinan membuat manusia semakin terbuka untuk menghayati transendensi diri menuju Tuhan. Menulis ialah kegiatan membathin. Karena menulis ialah refleksi diri. Di dalam menulis, penulis terbuka terhadap nilai-nilai yang sudah pernah ditemukan sekaligus membuat prediksi untuk masa depan.

Continue reading Kita Berjuang untuk Menggapai Nilai-Nilai Transendensi

Selamat Datang di Web's Blasius Mengkaka, S.Fil, Gr