Schoendorf----Steyler-Missionare-5fb6a0fc2338321gdc8a27ef3af70c82

Bruder Beatus Schoendorff, Rasul Bagi Keterampilan Kaum Muda

     Berbicara tentang paroki Roh Kudus Halilulik sejak tahun 1971, nama Bruder Beatus Schoendorff amat melekat dengan kerasulan bagi kaum muda di Labur 31 km dari Atambua, desa Mandeu. Dia juga mendirikan kursus di Oenopu, kabupaten TTU. Nama bruder Beatus telah amat familiar dan menghiasi berbagai publikasi dalam dan luar negeri sebagai pendidik kaum muda yang amat tangguh. Beliau giat membangun masa depan kaum muda di bidang kayu, pertanian, tenun serta keterampilan puteri. Ia menerima anak-anak muda putus sekolah dan membuat mereka menjadi pilar pembangunan di desa-desa yang amat penting. Ucanews edisi bahasa Inggris tahun 1993 menulis,  “Meskipun mengalami kegagalan dalam pendidikan formal, ratusan pemuda Timor Leste telah mendapatkan masa depan mereka, berkat keterampilan profesional yang diperoleh dari program ini. Kurikulum tiga tahun multi-disiplin memberikan penekanan khusus pada keterampilan teknis, namun juga mencakup mata pelajaran rutin sekolah menengah atas. Sekitar 50 persen dari pekerjaan kursus adalah akademisi, separuh lainnya adalah murni praktis. Dia menceriterakan, “Mereka memainkan peran penting dalam kehidupan desa mereka, mereka adalah pembangun desa mereka, beberapa di antaranya telah terpilih sebagai kepala desa.”….”

     Saat ini Bruder Beatus mendidik ratusan wanita dan laki-laki bagi pekerjaan besi dan pertanian, terutama peternakan. Anak perempuan dilatih dalam menenun, menjahit, housekeeping, manajemen ekonomi rumah, berkebun dan juga peternakan tradisional. Nilai-nilai moral dan keterampilan kepemimpinan Katolik ditekankan dalam pekerjaan kursus. Yang terpenting, disiplin diri dipupuk secara spartan. Mungkin karena itulah para lulusan memiliki reputasi baik di kampung halaman mereka. Selain kemampuan profesional mereka, mereka terkenal karena disiplin diri dan kepemimpinan masyarakat mereka yang mumpuni.

     Gadis-gadis yang lulus dari kursus ini terkenal karena keberhasilan mereka dalam memproduksi barang-barang tenunan yang dijual dengan harga tinggi di pasar lokal. Gadis-gadis tersebut telah mendapatkan reputasi sebagai ibu rumah tangga yang sukses dengan keterlibatan sosial yang luar biasa. Berkat reputasi lulusannya yang baik, “sekolah drop-out” sekarang dihormati lebih dari beberapa sekolah formal setempat. Banyak orang tua mengucapkan terima kasih kepada Bruder Beatus karena telah menciptakan masa depan anak-anak mereka. Bruder Beatus menjaga biaya kuliah tetap rendah dan program swadaya adalah bagian dari kurikulum agar dengan cara itu kita mengajar siswa untuk mandiri dalam kehidupan masa depan. Selama pendidikan tiga tahun mereka, para siswa membesarkan hewan, menanam tanaman, menenun pakaian dan menghasilkan alat sebagai bagian dari kegiatan kurikuler. Produk dari kegiatan ini dijual dengan uang untuk membayar gaji pelatih dan menutupi biaya hidup untuk asrama.

     Bruder Beatus Schoendorff lahir pada 29 Januari 1932 di Utweiler-Jerman. Bruder Beatus mengikrarkan kaul kekal dalam SVD pada tahun 1960. Dia secara resmi mulai bertugas di kerasulan kaum muda Labur dan Oenopu pada tahun 1971. Schoendorff artinya desa yang indah, sebuah nama yang amat kontras dengan desa asalnya di negara bagian Saarland yang indah. Kini beliau telah berusia 85 tahun dan sudah 46 tahun berkarya di Labur dan Oenopu. Kampung halamannya ialah Utweiler, sebuah desa kecil nan indah di negara bagian Saarland, Jerman. Negara bagian Saarland merupakan negara bagian terkecil dari 16 negara bagian di Jerman. Saarland adalah juga jembatan antara Jerman dengan negara-negara di Eropa Barat. Ibukotanya, Saarbruecken, berada di tepi Sungai Saar, tepat di perbatasan dengan Perancis. Konon kita bisa memandang negara tetangga ini dari tepi Saar di Saarland. Kota Saarland dan sekitarnya punya sejarah menarik. Sungai Saar adalah sumber penghidupan inspirator bagi nama daerah mereka, Saarland dan Saarbruecken. Di sini merupakan tempat ideal bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan pedesaan, hutan-hutan rapat dan perbukitan. Atau mereka yang ingin menggabungkan ide bersenang-senang dengan air. Semua aktivitas dan olah raga air dapat dinikmati di danau-danau, sungai-sungai dan reservoir di Saarland. Ini adalah tempat sempurna untuk peristirahatan dan liburan keluarga.

555e798f0423bdf44f8b456e

Sungai Saar di negara bagian Saarland, Jerman (Foto: ACJP Cahayahati/Kompasiana)

     Selain itu, para pengunjung bisa pula menggabungkan antara wisata sejarah, budaya, dan olah raga. Dari golf atapun bersepeda gunung. Wilayah St. Wendeler land dengan danau picturesque Bostalsee tak hanya merupakan surga bagi para penyuka olah raga sepeda yang ingin mendapatkan banyak tantangan, namun bagus juga untuk para pejalan kaki, golf dan olah raga air. Saarlouis adalah pusat bagi pria dan wanita aktif dengan aerosport di Wallerfangen-Dueren atau mendaki di Ensdorf. Saargau adalah perbukitan di sebelah barat Sungai Saar, di mana anggur sudah mulai ditanam sejak jaman kekaisaran Romawi kuno berkuasa.

     Tanah subur trias dimanfaatkan secara intensif sehingga ribuan pohon anggur menutup daerah ini. Inilah cita rasa asli Saargau. Kejayaan jaman besi di Voelklingen berlangsung seabad penuh. Dari 1883 ketika tungku pembakaran pertama dimulai hingga tahun 1986 ketika pertambangan ini ditutup. Sekarang, monumen megah di era kejayaan industri, Voelklingen Ironwork, dideklarasikan sebagai situs cagar budaya Unesco. Enam tungku pembakaran sepanjang 250 meter membentuk pusat cagar budaya ini. Lainnya adalah tempat kokas, sabuk pemasok besi, pengakut, blower raksasa penyembur angin panas ke besi cair agar terlihat putih mengkilat.

Sumber:

1. Dropouts Build Their Futures in Wood and Weaving

2. Saarland pada Perbatasan 3 Negara di Eropa

3. Schoendorff

Artikel lainnya lihat: Potret Pembangunan Infrastruktur di Belu