ignatius_Easter-02

Paskah: Indahnya Rencana Tuhan!

     Kemarin Minggu, 16 April 2017, lebih dari 1, 272 milyar umat katolik sedunia merayakan HR Paskah. Liturgi-liturgi gereja selama HR Paskah dan Paskah kedua hari ini menghantar umat dalam merayakan Hari Raya Paskah, yang kira-kira mau meyakinkan umat terhadap kebenaran iman bahwa Yesus sudah bangkit dari makamNya. Mula-mula dalam makam Yesus, seorang malaekat Allah mengatakan kepada Maria Magdalena dan Maria yang lain agar para rasul tidak perlu takut sebab Kristus sungguh telah bangkit.  Khabar tentang kubur kosong dan kebangkitan Kristus mengubah berbagai perasaan para wanita dan para muridNya dari ketakutan akibat kebingungan memahami kubur kosong menjadi kegembiraan terhadap kebangkitan Kristus.

     Pesan malaekat mengandung tugas perutusan mulia yang diterima wanita-wanita penyaksi kebangkitan Kristus pertama kali itu. Pada perjumpaan pertama setelah kebangkitanNya kepada Maria Magdalena dan Maria yang lain, Kristus mengatakan, “jangan takut, pergi dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sana mereka akan melihat Aku” (Mat. 27:10). Dalam kenyataannya, tak mudah para saksi itu meyakinkan orang-orang terutama para imam kepala dan kaum tua yang kemudian berusaha untuk menutup-nutupi kebangkitan Kristus dengan melakukan kesaksian palsu dan sesat, malahan dengan menyogok dengan menggunakan uang. Tetapi kesaksian palsu dan sesat itu tak membendung semangat dan kebenaran Paskah Kristus dalam diri kesebelas muridNya tanpa Yudas Iskariot yang telah mengkhianati Yesus. Kemudian di Galilea, para murid itu menerima amanat Kristus untuk mewartakan khabar sukacita keselamatan dari Kristus kepada seluruh dunia, “Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan babtislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, dan ajarilah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertaikamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat.28:19-20).

     Hingga kini, Paskah Kristus ditanggapi dengan kegembiraan iman. Ya, kegembiraan iman itu muncul setelah jalan salib penuh derita. Sesuai teladan Kristus, umat manusia yakin bahwa kegembiraan dan kebahagiaan muncul setelah penderitaan. Kebahagiaan hidup baik di dunia dan di surga bukanlah diperoleh manusia secara cuma-cuma, namun lewat perjuangan, kerja keras dalam karya amal dan kesaksian hidup setiap hari. Ketika manusia mengalami situasi penuh cinta sesuai imannya di dunia, maka manusia akan mencapai kebahagiaan. Surga diperoleh dari karya-karya cinta kasih dan karya-karya amal manusia selama hidup di dunia.

     Kehendak Tuhan sering tak bisa dicerna seluruhnya oleh kemampuan otak manusia yang terbatas. Judul artikel ini merupakan salah satu gambaran cuplikan dari banyak dialog bathin antara seorang anak manusia dengan Allah, ketika dalam keterbatasan pengetahuannya dalam menyelami misteri Allah yang tak terselami dalam hidupnya. Saya teringat judul sebuah lagu rohani yang di dalamnya berisi seruan dan doa yang lahir dari kekaguman terhadap penyelenggaraan Tuhan: betapa indahnya rencanaMu, Tuhan! Si pengarang menyusun syair lagu berdasarkan penghayatan atas pengalaman kehidupannya setelah melihat dan merasakan – dalam terang iman- indahnya rencana Tuhan dalam hidup setiap anak manusia.

“Indah rencanaMu, Tuhan di dalam hidupku.

Walau ku tak tahu dan ku tak mengerti semua jalanMu. Dulu ku tak tahu Tuhan, gelap kurasakan, hati menderita dan ku tak berdaya menghadapi semua.

Kini ku mengerti sekarang, Kau tolong padaku, kini ku melihat dan ku merasakan indah rencanaMu.

Kini ku mengerti sekarang, Kau tolong padaku, kini ku melihat dan ku merasakan indah rencanaMu.

….Music….

Dulu ku tak tahu Tuhan, gelap ku rasakan, hati menderita dan ku tak berdaya menghadapi semua

Kini ku mengerti sekarang, Kau tolong padaku, kini ku melihat dan ku merasakan indah rencanaMu.

Kini ku mengerti sekarang, Kau tolong padaku, kini ku melihat dan ku merasakan indah rencanaMu.

Kini ku mengerti sekarang, kau tolong padaku. Kini ku melihat dan ku merasakan indah rencanaMu. Kini ku mengerti sekarang, Kau tolong padaku, kini ku melihat dan ku merasakan indah rencanaMu, kini ku melihat dan ku merasakan indah rencanaMu”.

     Saya mendalami isi syair lagu ini dan saya menemukan bahwa pengarang lagu telah sharingkan pengalaman imannya saat dia berada dalam situasi kegelapan dosa-dosa. Setelah ia bertobat dan menjadi percaya, dia berhasil ke luar dari kegelapan dosa. Ia melukiskan hidup manusia saat berada dalam lumuran dosa: dunia terasa begitu gelap. Manusia tak melihat dengan jelas jalan Allah. Manusia dikungkung kebodohan sehingga manusia tak mengerti jalan Tuhan dan tak percaya Tuhan. Hati manusia terluka dan amat menderita. Manusia kehilangan martabat dirinya. Manusia tak berdaya saat menghadapi semua penderitaan hidup akibat dosa dan gelapnya dunianya akibatnya dosa yang terus merajalela”.

     Namun Tuhan berada pada sikap tetap setia. Ia menolong hambaNya bila manusia berseru dengan penuh iman padaNya untuk ke luar dari jalan kegelapan menuju jalan terang yakni jalan Allah. Setelah manusia berhasil keluar, manusia akan mengerti betapa indahnya rencana Tuhan dalam hidup manusia. Kegelapan hidup akibat dosa dan kurang iman ialah jalan penderitaan dan keterkungkungan akibat kebodohan.

     Dalam penderitaan manusia mendambakan pembebasan dan kemerdekaan sebagai anak-anak Allah, Sang Maha Terang. Manusia ingin bebas dan selamat. Untuk itu, manusia harus bertobat, percaya dan belajar untuk mengetahui, melihat dan merasakan keselamatan Tuhan. Dalam situasi dosa, manusia sering melihat penderitaannya sebagai bencana iman. Dalam terang iman, Allah terus memanggil manusia untuk keluar dari ketidakberadaan kepada keberadaan menuju jalan keselamatan kekal.

     Selagi dosa-dosa manusia merajalela, penderitaan tak akan pernah terhapus seluruhnya dari muka bumi. Dosa selalu berbarengan dengan persoalan dan penderitaan dan puncak penderitaan dan persoalan manusia ialah kematian. Manusia terus bergulat melawan dosa-dosanya. Penderitaan muncul dari pergulatan manusia antara kalah dan menang, seperti yang pernah dialami Yacob yang dalam pergulatannya dengan Allah dipukul Allah hingga ia disebut Israel, bapak bangsa Israel. Kuasa dosa kesombongan merajalela, suatu saat Allah memukul manusia agar manusia tahu dan sadar terhadap kekecilan manusia di hadapan Tuhan Yang Maha Besar, terhadap kemiskinan manusia di hadapan Allah Yang Maha Berada dan terhadap ketidakberdayaan manusia di hadapan Allah Yang Maha Kuasa. Kuasa dosa ialah maut. Ketakutan terhadap maut mengakibat manusia banyak kali lupa diri dan terus berbuat dosa. Jadi dalam terang iman, oleh pergulatan manusia menghadapi penderitaan, Allah perlu mendidik manusia untuk semakin matang dalam iman, pengharapan dan cinta kasih kepada diri, alam/dunia, sesama dan Allah sendiri.

     Paskah dan Natal ialah Hari Raya gereja katolik yang datang secara rutin setiap tahun. Banyak kepala, banyak presepsi memenuhi kepala-kepala umat. Umat datang masing-masing bersama anggota keluarga mereka menyambut HR Paskah. Hari Raya Paskah ialah Hari Raya keagamaan yang dirayakan dalam keluarga, mula-mula dalam keluarga kecil, keluarga dalam kelompok, keluarga dalam lingkungan, keluarga dalam stasi, dalam paroki dan dalam keuskupan. Keimanan individu bersatu dalam komunio dan persaudaraan dalam gereja. Seorang anak merayakan HR Paskah bukan dari kesadaran imannya semata-mata namun karena dorongan keluarga.

     Dalam Injil Mateus, Kristus menggunakan kata saudara-saudaraKu, artinya Dia ingin menyatakan diriNya pertama-tama kepada keluargaNya sendiri. Paskah dirayakan bersama saudara-saudaraNya. Sekarang ini di mana-mana, sungguh indah bahwa umat merayakan HR Paskah dalam suasana kekeluargaan yang amat tinggi. Merayakan HR Paskah dalam suasana kekeluargaan yang tinggi pertama-tama bersama keluarga merupakan amanat Paskah itu sendiri, di mana Yesus menyatakan diri secara resmi di Galilea kepada para RasulNya yang merupakan saudara-saudaraNya selama hidup di dunia. Paskah yang sama kini telah dan akan terus dirayakan di seluruh dunia dalam keluarga-keluarga dan dalam suasana komunio dan kebersamaan yang tulus sebagai umat tertebus di seluruh dunia yang tentunya dalam suasana cinta dan persaudaraan yang tulus!