Saya, Angkot dan Dancow

Kami duduk bersama dalam kursi Angkot: duduk berderet dan berhadapan. Biasanya kursi-kursi Angkot letaknya sebelah-menyebelah: ibarat dua garis lurus pendek. Seperti kebiasaan di Angkot umumnya, para penumpang duduk ber-ramai-ramai di atas kursi-kursi Angkot, kadang berdempetan. Selama perjalanan, saya biasanya duduk diam dan membisu dalam Angkot: saling menatap atau memilih untuk melihat keluar. Saya diam karena pikiran saya terbang ke sana kemari saat saya sering memikirkan artikel-artikel saya di blog-blogku. Kalau dengan sesama guru baru saya bisa mengobrol ala kadarnya di Angkot. Tema obrolan sering berkisar keadaan atau peristiwa-peristiwa yang kami alami atau yang terjadi di sekitar kami.

Suatu siang, di dalam mobil Angkot, saya duduk bersebelahan dengan seorang ibu guru SMP. Dari saya mendengarkan logatnya, saya perkirakan ibu ini asalnya dari Manggarai. Saya memecahkan kesunyian dalam Angkot itu dengan bertanya, “Baru-baru ini agaknya ada biarawan yang meninggal dunia di biara St. Yosep Nenuk. Benarkah? Lalu siapakah bruder itu?”. Ibu dengan logat Manggarai menjawab, “Bruder Basilius Suan. Dia sudah meninggal dunia, pak tahu kan?”, ibu guru itu berbalik tanya.

Continue reading Saya, Angkot dan Dancow

Siaga Natal, Siaga Berbuat Baik

Minggu, 25 Desember 2016, Hari Raya Natal tiba. Indonesia berada pada siaga satu. Dalam siaran Media-Media tampak jelas bahwa pada hampir seluruh daerah di Indonesia, ribuan pasukan polisi dan TNI tampak bersiaga di halaman gereja. Mereka melakukan penjagaan ketat agar perayaan HR Natal dapat berlangsung dengan lancar dan meriah. Beberapa saat sebelumnya beredar isu mengenai teror ledakan bom.

Isu-isu memberitakan mengenai adanya penemuan bendera ISIS di Timor NTT. Saat saya akan memasuki halaman gereja tepatnya pada persimpangan jalan gereja Halilulik ada papan nama besar: Harap tenang, ada ibadah. Di samping papan itu berdiri beberapa personel polisi dan pasukan THS/THM sedang menjaga keamanan. Indonesia sedang berada dalam status siaga Natal.

Selama beberapa hari ini saya sering memutar lagu tradisional Jerman. Salah satu lagu tradisional paling populer di Jerman sejak abad ke-17 itu berjudul Kling, Glöckchen, klingelingeling dalam berbagai versi. Menarik bahwa lagu Natal ini bernuansa riang. Lagu ini dalam berbagai versi bisa mudah ditemui di berbagai Youtube. Pengarang menyusun syair lagu dengan banyak syair lagu anak-anak saat suasana Natal tiba. Saat Natal tiba, Eropa sedang mengalami musim dingin. Salju bertebaran di mana-mana.

Continue reading Siaga Natal, Siaga Berbuat Baik

Suka-Duka Saya Mengikuti IBT Prediction Test 1

Setelah saya mempersiapkan diri selama hampir sebulan dengan mengikuti kursus jarak jauh melalui video-video di member strategitoefl.com, akhirnya saya untuk pertama kali dalam hidup dapat mengikuti IBT Prediction Test mulai jam 19.30 Wita malam hingga dini hari 22/12/2016 sekitar jam 02.00 Wita. Saat menjelang pagi tiba-tiba hujan dan badai menerpah beberapa wilayah Indonesia, sehingga terjadi gangguan internet.

Telkomsel memberikan pesan melalui HP saya bahwa telah terjadi gangguan sinyal internet pada sekitar jam 01.00 Wita. “Jaringan internet anda telah pulih setelah sebelumnya ada gangguan jaringan internet karena badai di Bima- Provinsi NTB”. Akhirnya, saya dapat menyelesaikan test dengan selamat pada sekitar jam 02.00 Wita dini hari. Kondisi kesehatan saya saat itu memang agak capai dan lelah setelah saya mengikuti test berlangsung selama 4 jam dalam 4 sesi yakni Reading, Listening, Speaking dan Writing.

Continue reading Suka-Duka Saya Mengikuti IBT Prediction Test 1

Kita Berjuang untuk Menggapai Nilai-Nilai Transendensi

Tadi pagi saya sempat membuka halaman demi halaman skripsi sarjana (S1)ku. Saya menemukan bahwa empatbelas tahun yang lalu, saya telah membahas nilai-nilai transendesi dalam skripsi. Mungkin banyak orang tidak menyadari bahwa upaya manusia untuk mencari Tuhan perlu dilakukan dengan memperbanyak nilai-nilai transendensi.

Nilai-nilai transendensi adalah kekayaan bathin. Internalisasi atau pembathinan membuat manusia semakin terbuka untuk menghayati transendensi diri menuju Tuhan. Menulis ialah kegiatan membathin. Karena menulis ialah refleksi diri. Di dalam menulis, penulis terbuka terhadap nilai-nilai yang sudah pernah ditemukan sekaligus membuat prediksi untuk masa depan.

Continue reading Kita Berjuang untuk Menggapai Nilai-Nilai Transendensi

Marilah Kita Terus Belajar Bahasa Jerman

Sudah 11 tahun saya mengajar bahasa Jerman di SMA Kristen Atambua. Banyak pertanyaan telah ditujukan kepada saya, untuk apa belajar bahasa Jerman? Tak perlu saya jelaskan panjang lebar. Cukup 2 hal, pertama, belajar bahasa Jerman demi peningkatan ilmu dan teknologi bangsa Indonesia. Kedua, belajar bahasa Jerman demi kehidupan internasional yang sehat dan penuh toleransi. Itulah dua hal yang telah saya tekankan bagi para peserta didik.

Continue reading Marilah Kita Terus Belajar Bahasa Jerman

TMP Dharma Loka dan Sepercik Kisah Heroik Kopral (Pol) Pius Palla

dsc_0001672-e1363439937116

TMP Dharma Loka Kupang (Foto:baomongkupang.wordpress.com)

Nama Kopral (Pol) Anumerta Pius Palla mungkin tak seterkenal banyak pejuang tanah air yang dimakamkan di TMP Dharma Loka-Kupang. Tapi bagi penduduk Halilulik tahun 1978, kepergiannya amat mengesankan dan amat heroik dalam perjuangannya di medan tugas. Saat itu sebagai prajurid Polri dia ditempattugaskan di Polsek Halilulik, sebuah Polsek yang dalam sejarah operasi Seroja ikut mendapatkan akibat dan bahkan menampung arus pengungsian dari Timor-Timur saat operasi Seroja. Sambil kita mengenang para pahlawan yang dimakamkan di TMP Dharma Loka, saya mengangkat kisah Pak Kopral (Pol) Pius Palla di ruang baca ini agar menjadi pelajaran bagi generasi bangsa agar setia pada tugas-tugas yang diberikan negara buat mereka.

Penduduk yang tinggal di Halilulik-Belu-NTT pada tahun 1978, pasti tak melupakan tragedi pada tahun 1978 yang mengakibatkan gugurnya salah satu prajurid Polri yakni Kopral (Pol.) Pius Palla. Ceriteranya heroik. Saat itu di tahun 1978, konsentrasi prajurit TNI dan Polri cukup besar di Kabupaten Belu. Sebagai seorang prajurid Polri, setelah tugas di kantor, Kopral Pius Palla diijinkan untuk membawa pulang senjata jaganya yakni senjata serbu jenis M-16 untuk disimpan di rumahnya di Halilulik. Tak disangka, seorang mantan Polri yang dipecat karena sakit mental mengetahui bahwa Kopral Pius Palla membawa dan menyimpan senjata serbu M-16 di rumah.

Continue reading TMP Dharma Loka dan Sepercik Kisah Heroik Kopral (Pol) Pius Palla

Moratorium PNS: Sejarah, Implikasi dan Analisis Kebijakan

Pemerintah RI setiap tahun menerapkan kebijakan moratorium PNS. Penerapan moratorium ini tentunya menimbulkan implikasi yang sangat luas, bukan saja bagi kebijakan penerimaan PNS, namun juga bagi penerimaan pegawai swasta dan pendidikan. Secara etimologis, kata moratorium berasal dari kata bahasa latin yakni kata morare yakni menunda. Kata ini kemudian diberlakukan dalam hubungan dengan tenaga kerja, dan muncul pertama kali saat diskursus politik tahun 1875 di Amerika Serikat. Pada masa konflik AS dengan Vietnam merupakan titik pangkal dalam lintasan sejarah dunia dengan munculnya pergerakan moratorium (moratorium movement) para warga AS.

Saat itu semua warga Amerika-yang kemudian diikuti oleh warga negara lain di beberapa belahan dunia-melancarkan aksi protes damai dengan menunda melakukan pekerjaan mereka selama beberapa waktu untuk menuntut Pemerintah Amerika Serikat menghentikan keterlibatannya dalam Perang Vietnam. Dalam pemerintahan NKRI kata moratorium dipakai dalam hubungan dengan penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Moratorium PNS artinya penghentian sementara penerimaan PNS.

Continue reading Moratorium PNS: Sejarah, Implikasi dan Analisis Kebijakan

Indahnya Persatuan Indonesia

images (56)

Para diakon setelah misa tahbisan di Seminari Tinggi Ledalero (Foto:Seminariledalero.org)

Indonesia merupakan negara yang berdasarkan pada Pancasila. Dengan sila pertamanya berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa, memberikan pengakuan kepada 6 agama-agama resmi yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan Tionghoa. Dari antara 6 agama-agama itu ada 2 agama yang dari sisi keimanan sama-sama mengakui Kristus sebagai Juruselamat yang dalam sejarahnya pernah bersatu. Kini masing-masing berdiri sendiri sebagai 2 institusi agama yang berbeda yakni agama kristen Protestan dan agama Kristen Katolik atau gereja Katolik. Kedua agama kristen ini hidup di tengah agama mayoritas Islam di Indonesia.

Continue reading Indahnya Persatuan Indonesia

Marilah Kita Memberi Kasih di Masa Adventus

074508400_1425351282-03032015-kappija1 (2)

Foto ini berisi kunjungan salah satu kelompok ke panti asuhan orang cacat mental Tulamalae yang dikelola oleh para suster ALMA (Foto:citizen6.liputan6.com)

Hari ini (5/12/2016), saya melakukan kegiatan yang bagi saya merupakan kegiatan nyata dalam membagi dan berbela rasa. Sayang sekali bahwa kunjungan singkat saya itu tidak terrekam dalam foto karena saya tidak membawa tustel. Namun kunjungan itu masih membekas dalam hati dan ingatan saya. Sebagai orang beragama katolik, saya yakin bahwa masa adventus ialah masa persiapan untuk menerima kadatangan Sang Almasih, Sang Penebus dosa umat manusia. Sekitar jam 14.50, motor yang saya tumpangi memasuki area halaman panti asuhan Bakhti Luhur Tulamalae-Atambua yang dikelola oleh para suster ALMA. Setelah menunggu beberapa menit, seorang suster ALMA keluar menemui saya.

Continue reading Marilah Kita Memberi Kasih di Masa Adventus

Generasi Orion

CNDb4OtUYAAxifZ

Saya membalas Tweet dan melakukan Retweet gambar yang dikirim Astronout Scott Kelly dari ISS pada 23 Agustus 2015 (Foto:@StationCDRKelly)

Beberapa bulan dalam tahun 2015 yang lalu, saya berkesempatan membalas Tweet dari Astronout NASA Scott Kelly melalui Akun Twitternya @StationCDRKelly. Tentu saja bukan saya sendirian yang membalas Tweet Astronout Scott Kelly yang saat itu berada di orbit International Space Station (ISS) yakni Stasion Internasional Ruang Angkasa. Saat itu Austronout Scott Kelly bersama 5 rekan Austronout lainya  sedang berada di ISS. Austronout Scott Kelly sendiri sedang merampungkan program 1 tahun di dalam ISS. Foto-Foto yang dikirmkan melalui Beranda Twitter-nya dari ISS sungguh memukau dunia, utamanya kami yang terus memonitor keadaan 6 orang Austronout di ISS. Peran kami sebatas orang luar saja. Para peminat dan tentu saja ikut terlibat secara bathiniah sebagai sesama manusia.

Continue reading Generasi Orion