Kenangan Tiga Hari-Tiga Malam di Pantai Suailoro (1992)

Situasi SMA Seminari Lalian di tahun 1992, intensitas hidup harian meningkat tajam. Doa-doa harian, kegiatan OSIS, kerja, kegiatan rumah dan kegiatan akademis berintensitas tinggi. Bukan hanya saat itu saja, namun intensitas dan warna kehidupan dengan dinamika tinggi telah mewarnai SMA Seminari Lalian, salah satu Seminari Menengah di Indonesia yang didirikan Uskup pribumi Indonesia kedua, Mgr. Gabriel Manek, SVD itu. Kegiatan dalam keseharian ialah kerja dan berdoa, selain itu kegiatan akademis dan kegiatan pertunjukkan berjalan lancar. Orkestra seni musik, seni pertunjukkan, seni ukir digembleng oleh para musisi dan seniman lokal misalnya Aloysius Neno, BA, dll. Saya ingat, tahun-tahun itu, Timor-Timur masih bergabung dengan RI.

Dalam suatu sidang, Romo Vinsent Naben, Pr dan Rm. Emanuel Hane, Pr memutuskan untuk keluarga besar Seminari Lalian mengadakan kegiatan lawatan ke paroki Suai dalam rangka aksi panggilan. Persiapanpun dimulai. Saat itu konsumsi untuk keluarga besar Seminari dilakukan untuk 3 hari tiga malam penuh. Kami berangkat dari Lalian dengan 2 jenis mobil yakni Bus Gemilang dan truk-truk. Truk-truk memuat barang-barang termasuk urusan konsumsi sedangkan bus untuk manusia. Kami tiba di Suai sekitar jam 14.00 Wita langsung diarahkan pastor paroki Suai menuju kawasan Suailoro.  Benteng Portugis di Suailoro (Foto: patnpiptimor.wrodpress.com) Kompleks benteng Portugis tersembunyi rimbunan pohon beringin 

Continue reading Kenangan Tiga Hari-Tiga Malam di Pantai Suailoro (1992)

Menanti Marc Marques di Sentul-Indonesia, Bienvenido a Sentul, Indonesia!

    

580cd84624a9d54d588b4567

     Dari @marcmarques93-Foto:Dok. MotoGP2016

     Kalau kepada Marc Marques disodorkan pertanyaan, di manakah tempat anda bersama tim atau rekan-rekan anda ingin merayakan kemenangan setelah putaran terakhir MotoGP 2016? Mungkin ratusan juta para penggemar MotoGP di Indonesia akan mengharapkan agar Marques memberi jawaban Sentul, Indonesia. Pasalnya Indonesia merupakan negara dengan penduduk dari remaja, kaum muda hingga orang dewasa yang sangat mengandrungi MotoGP. Tahun ini, MotoGP melakukan pertarungan di 18 Lap yang disiarkan secara langsung oleh Stasion TV Trans TV.

     Setiap kali jam tayang pertarungan Moto GP, hampir semua orang Indonesia menghentikan sementara berbagai aktivitasnya untuk datang menonton laga MotoGP di Televisi. Teriakan-teriakan para penggemar MotoGP yakni anak-anak muda terdengar riuh menyebut-nyebut nama-nama pembalap MotoGP kesayangan mereka. Sebut saja, Rosi, Lorenzo, Pedrosa, Marques ialah pembalap-pembalap yang nama mereka paling diteriakkan. Singkatnya umumnya orang Indonesia sangat menyukai laga MotoGP, termasuk saya.

     Setelah putaran di Sikuit Philips Island, Australia, parktis MotoGP tinggal 2 kali putaran yakni di Sirkuit Sepang Malaysia dan Ricardo Tormo, Valentia. Putaran MotoGP di Malaysia akan dilakukan pada 29-30 Oktober 2016, merupakan putaran ke-17. Sedangkan putaran terakhir akan dilaksanakan di Sirkuit Ricardo Tormo, Valentia-Italia pada sekitar 12-13 November 2016. Meskipun masih 2 putaran lagi, Marc Marques telah dipastikan juara dunia MotoGP 2016 melalui pencapaiannya di podium pertama putaran MotoGP 2016 di Jepang,  Meskipun  juara dunia MotoGP 2016 sudah pasti Marc Marques namun irama balapan tetap seru dan menarik.

     Adu kecepatan super motor GP dunia tetap luar biasa. Saling adu jarak dekat terus berlangsung seperti yang terjadi di Sirkuit Philips Island Australia pada 23 Oktober 2016. Malaysia dan Jepang ialah 2 negara di Asia yang masing-masingnya menjadi tempat salah satu putaran balap MotoGP. Sirkuit Sepang bahkan telah menjadi salah satu tempat berlangsungnya putaran MotoGP sejak tahun 1999 di mana saat itu Eddie  Irvina menjadi juara dunia Moto GP tahun 1999. 

     Bila Marques, sang juara MotoGP 2016 itu benar-benar datang di Sentul maka hal itu tentu secara tak langsung memotivasi banyak penggemar untuk menggemari dan menyukai balapan mahal ini. Bagi para pembalap MotoGP, kepopuleran, teknologi, kecanggihan, kecepatan, ketepatan, keberanian dan ketangguhan ialah harga mati. Dalam cuitannya di @marcmarques93, Marques memohon maaf atas insiden di Philips Island Australia,”Mohon maaf, saat ini kesalahan ada pada saya. Kali depan akan lebih baik. Maaf untuk Tim. Kali berikut di Malaysia lebih baik”.

     Memanfaatkan kedekatan geografis dengan Malaysia, Indonesia seharusnya bisa mengambil untung untuk mendatangkan Marques bila dia bersama timnya ingin merayakan kemenangannya sebagai juara dunia MotoGP 2016 dengan berlaga di Sentul bisa membawa harapan baru bagi Indonesia. Khususnya bagi generasi muda Indonesia terhadap balap motor demi tumbuhnya nilai-nilai untuk meminati teknologi balap MotoGP yang amat canggih, mengapa tidak? Marc Marques, Bienvenido a Sentul, Indonesia!

Continue reading Menanti Marc Marques di Sentul-Indonesia, Bienvenido a Sentul, Indonesia!

Pilkades Naitimu, Nobertus Moa Kalahkan Incumben, Johny Lopez

     Kamis, 13 Oktober 2016, semua desa di kabupaten Belu menjalankan Pilkades secara serentak. Hari ini selaku warga Belu, saya pulang kampung untuk mengikuti Pilkades di desa kelahiran saya, desa Naitimu. Nama desa ini banyak diberitakan beberapa puluh tahun belakangan ini setelah Drs Joachim Lopez menjadi bupati Belu 2 Periode. Desa Naitimu merupakan desa kelahiran sang bupati Belu 2 periode itu. Di desa ini pula, hampir sepuluh tahun Johanes Lopez memimpin desa Naitimu sebagai kepala desa Naitimu sejak tahun 2003, saat itu dia mengalahkan beberapa calon antara lain: Nobertus Moa. Pilkades tahun ini Johanes Lopez kembali menjajagi kemampuannya dengan mencalonkan diri lagi. Pilkades Naitimu mencalonkan 5 orang calon kuat yakni: Johanes Lopez, Elphidus Lau, S.Fil, Gabriel Lisu, Nobertus Moa dan Sudirman.  Continue reading Pilkades Naitimu, Nobertus Moa Kalahkan Incumben, Johny Lopez