P Dr Markus Solo Kwuta, SVD, Pejabat Vatikan Pertama Asal Indonesia

            salve-polisi-italia-pun-langsung-memberi-hormat

 Pater Dr Markus Solo Kwuta, SVD ketika diwawancarai oleh Wartawan Jawa Pos Doan Widhiandono di Vatikan (Foto: Jawa Pos)

      Ia lahir di desa kecil Lewouran di Flores Timur Daratan. Sebagai anak desa Lewouran, ia mengidolakan Pater Cor Smith, seorang misionaris SVD asal Eropa yang berkarya di Lewouran ketika itu. Iapun bercita-cita ingin menjadi seperti Pater Cor Smith, membawa Sang Sabda ke seluruh dunia, tempat di mana ia diutus. Pater Cor Smith ialah misionaris SVD asal Eropa yang serba bisa. Dia menjadi seperti dokter, guru, pastor, dan bapa bagi umat Lewouran. Sosoknya diam-diam dielukan oleh si kecil Markus Solo. Selepas SMP, Markus bertekad melanjutkan ke Seminari Hokeng. Ayahnya Nikolaus Kwuta dan ibu Getrudis mendukung panggilan imamat sang anak. Selain Pater Chor, Markus tertarik mauk Seminari karena ceritera kakaknya Yoseph Bukubala, SVD yang telah lebih dahulu masuk Seminari dan kini bertugas sebagai imam di paroki St. Paulus Juanda, Sidoarjo. Markus terlahir sebagai anak desa dari keluarga petani.

     Ayahnya ialah Nikolaus Kwuta, seorang petani dan nelayan desa yang cekatan. Mereka hidup sebagaimana warga desa Lewouran lainnya. Sejak kecil Markus bertumbuh dalam kasih sayang keluarga. Ia seorang anak yang taat, religius dan sopan santun. Situasi rohani keluarga telah menuntun Markus Solo Kwuta untuk memilih menjadi imam.

Continue reading P Dr Markus Solo Kwuta, SVD, Pejabat Vatikan Pertama Asal Indonesia

Menulis Tentang MAS MH370, Menuai Tingginya Animo Pembaca

     Sejak kasus MAS MH370 bergulir, saya memiliki minat besar untuk mengikuti perkembangan demi perkembangan tentang MAS MH370 melalui tayangan TV dan membaca berbagai sumber di Internet. Hasil bacaan dan menonton tayangan TV itu lantas saya analisis menurut berbagai prespektif lalu mulai menulis. Tulisan demi tulisanku terus mengalir dan beberapa di antaranya telah berhasil masuk Higlight Kompasiana sedangkan satu artikel berjudul Malaysia Makin Pertegas Posisi MAS MH370 masuk Headline (HL) Kompasiana pada 16 Maret 2014. Bahkan tak tanggung-tanggung, tulisanku pada tengah malam jam 20.00 WIB itu kemudian berhasil menarik animo pembaca yang sangat besar. Sangat mungkin hal itu terjadi karena saya memposting pada awal waktu ketika menginjak tengah malam dan mata terkantuk-kantuk sendiri untuk kemudian menghasilkan 9559 pembaca telah mengunjungi artikel tersebut. Sebuah jumlah yang besar. Boleh dikatakan bahwa inilah jumlah kunjungan pembaca artikel tentang MAS MH370 yang terbanyak di Blog Kompasianaku sejauh ini.

Continue reading Menulis Tentang MAS MH370, Menuai Tingginya Animo Pembaca

Teka-Teki Keberadaan Seniman Uyghur Muhemmedjan Abdullah Dalam MAS MH370

 Pendahuluan

     Gerakan separatis Uyghur, sudah menjadi pengetahuan umum merupakan gerakan separatis China yang bersandar pada daerah otonomi Turkestan Timur yang disangka melakukan serangkaian teror dan pembunuhan di China. Ketika pesawat MAS MH370 hilang, nama Mehemmedjan Abdullah atau Memetjan Abdullah ramai diperbincangkan orang karena ia berada di dalam pesawat MH370 dalam penerbangan ke Beijing sebelum hilang hingga saat ini sejak 8 Maret 2014.

Siapakah Figur Sesungguhnya Dari Muhemmedjan Abdullah?

Continue reading Teka-Teki Keberadaan Seniman Uyghur Muhemmedjan Abdullah Dalam MAS MH370

Riwayat Kepenulisanku di Internet

     Kalau orang bertanya sejak kapan saya menulis, pikiran saya segera kembali ke pendidikan dasar yakni SDK Halilulik dan SMP HTM Halilulik. Saat mana pada masa pendidikan dasar, saya gemar berdiskusi dan menjawab soal-soal untuk bidang study IPS, PMP, Agama, dan PSPB. Para guru sering memberikan kami pertanyaan essay test yang memacu kami untuk menjawab secara panjang. Dengan itu alur pemikiranku mulai terbentuk secara teratur dan rasional, teristimewa kemampuanku dalam menganalisis sebuah masalah.

Continue reading Riwayat Kepenulisanku di Internet

Landkarte der Deutschsprachtigen Laender in Europa

Penulis: Blasius Mengkaka

Posted: Jumat, 21 Maret 2014

 

Bahasa Jerman digunakan sebagai bahasa ibu (Muettersprache) di empat (4) negara di benua Eropa yakni Jerman (Deutschland), Oesterreich, Schweiz dan Liechtenstein. Deutschland (Jerman) ialah sebuah negara berbentuk Republik Federal (Bundestaat) dengan 16 negara bagian (Bundeslaendern). Ibu kota Jerman ialah Berlin. Negara-negara yang berbatasan dengan Jerman ialah Danemark, Polandia, Ceko, Slavakia, Austria, Swiss, Perancis, Luxemburg, Belgia dan Nederland. Austria adalah sebuah negara berbentuk Republik Federal (Bundestaat) dengan 9 negara-negara bagian.

Ibu kota negara Austria ialah Wien (Vienna, Winna). Negara-negara yang berbatasan dengan Austria ialah Ceko (Tschechisch), Slavakia (Slowakische), Ungaran, Slovenia, Italien, Schweiz, Liechtenstein dan Jerman. Schwiez adalah sebuah negara berbentuk Republik Federal dengan 23 Kanton (negara bagian). Ibu kota Swiss ialah Bern. Negara-negara tetangga Swiss ialah Austria, Italia, Perancis, Liechtenstein dan Jerman. Liechstenstein adalah sebuah negara kepangeranan (Fuerstentum) dengan ibu kotanya ialah Vaduz. Liechstenstein ialah sebuah negara terkecil (der kleinsten Staaten) di dunia. Negara-negara yang bertetangga dengan Liechstenstein ialah Swiss dan Austria.

                             _________________________

Reichskristallnacht

Penulis: Blasius Mengkaka

Posted: Jumat, 21 Maret 2014

Pada tanggal 9-10 November setiap tahun, dunia kembali termenung sejenak dan mengarahkan perhatian ke Jerman. Sejarah menulis bahwa pada 9 November 1938 atau 75 tahun yang lalu, merupakan hari yang menentukan bagi Jerman di mana pada tanggal itu persisnya pada tengah malam 9 November 2013 seluruh sinagoga, toko, apartemen Yahudi di seluruh Jerman dan Austria dihancurkan. Inilah yang disebut peristiwa Reichskristallnacht. Peristiwa Reichskristallnach ialah peristiwa di mana ratusan rumah ibadah orang Yahudi dijarah, dirusak dan dibakar. Orang-orang Yahudi dipermalukan di jalan, dipukuli dan dibunuh hanya karena mereka ialah orang Yahudi.

Pada tanggal 10 November 1938, sekitar 30.000 warga Yahudi ditangkap dan dibawa ke kamp konsentrasi Dachau, Buchenwald dan Sachsenhausen. Mereka kemudian dibunuh secara kejam. “Keadaan Jerman dan Austria seperti menghidupkan secara nyata budaya barbarisme”, tulis seorang diplomat Herman Simon. Seorang diplomat Italia menulis pada 16 November 1938, “Tidak terbayangkan bahwa 500.000 orang setiap hari ditembak, dipaksa bunuh diri atau terkunci dalam kamp konsentrasi raksasa”

Kekerasan fisik, pembunuhan dan intimidasi terhadap orang Yahudi di Jerman telah terjadi di Jerman semenjak bangkitnya Nazi Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler pada tahun 1933. Sejak bangkitnya Nazi Jerman, semua kegiatan publik orang Yahudi dibatasi, banyak yang kehilangan mata pencaharian pokoknya. Pada tahun 1935, Adolf Hitler meluncurkan Undang-Undang (UU) Nuerenberg 1935, di mana dalam UU Nuerenberg 1935 berisi pembatasan kegiatan publik kaum Yahudi di Jerman. Awal mula peristiwa Reichskristallnacht pada tanggal 9 November 1938, bermula dari peristiwa pembunuhan diplomat Jerman Ernst von dem Rath pada tanggal 7 November 1938 di kota Paris, Perancis. Pembunuh diplomat Jerman Ernnst vom Rath di Paris ialah seorang remaja Yahudi yang bernama Herschel Grynszpan.

Segera setelah pembunuhan diplomat Jerman Ernst vom Rath, semua radio Jerman melaporkan berita tersebut. Sejak saat itu kerusuhan dengan motif anti Yahudi menyebar ke beberapa kota di Jerman. Dua hari setelah pembunuhan diplomat Jerman Ernst vom Rath, Adolf Hitler, sang pemimpin Nazi Jerman memberikan perintah secara pribadi untuk penghancuran orang Yahudi. Di kota Muenchen, Jerman, di mana para pemimpin Nazi berkumpul untuk perayaan peringatan kudeta Hitler, Menteri Propaganda Joseph Gobbels menyampaikan pidato yang mana isinya berupa perintah untuk penghancuran toko-toko Yahudi, sinagoga-sinagoga (sinagoga ialah tempat ibadah orang Yahudi). Ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar seperti Berlin, Koln, Hamburg dan Frankfurt namun juga di kota-kota kecil dan desa-desa di seluruh Jerman. Peristiwa ini disaksikan oleh dunia, Jerman dan anak-anak Yahudi, seperti yang dikisahkan oleh W. Michael Blumental, Direktur Museum Yahudi. W. Michael Blumental menggambarkan persitiwa Reichskristallnacht sebagai peristiwa yang amat mengerikan yang telah menimpa kaum Yahudi di Jerman dan Austria.

                    ______________________________________

Freiwilliger Wehrdienst (FWD)

                    Penulis: Blasius Mengkaka

                    Posted: Jumat, 21 Maret 2014

   

Pasukan Militerdienst Jerman sebagai cikal bakal lahirnya militer sukarela Jerman Freiwilliger Wehrdienst (FWD) (Foto: Spiegel.de)

Sejak peraturan wajib militer (Militerdienst) dihapus oleh pemerintah Jerman pada bulan Juli 2011, sejak saat itu pula pemerintah Jerman meluncurkan program pelatihan militer sukarela yang disebut Freiwilliger Wehrdienst (FWD). Dengan mengikuti pelatihan militer sukarela, orang bisa mengenal lebih dekat militer Jerman yang disebut Bundeswehr. Para peserta program militer sukarela (Freiwilliger Wehrdienst) bisa mengikuti program Freiwilliger Wehrdienst (FWD) hingga 23 bulan. Selama masa itu, mereka mendapatkan berbagai pelatihan dan bisa menggunakan berbagai fasilitas militer Jerman Bundeswehr. Tentara Jerman Bundeswehr menjadi pelatih dan penyeleksi para Freiwilliger Wehrdienst (FWD). Jika dianggap tidak cocok, pasukan Jerman Bundeswehr bisa memberhentikan para Freiwilliger Wehrdienst (FWG). Sejak program ini berlaku pada bulan Juli 2011, sebanyak 30% para sukarelawan Freiwilliger Wehrdienst (FWD) meminta berhenti dalam program militer sukarela. Dari antara jumlah itu, ada juga anggota Freiwilliger Wehrdienst (FWD) yang diberhentikan oleh tentara Jerman Bundeswehr.

                                     Bundeswehr(Foto: DW.de)

Terdapat sejumlah anggota Freiwilliger Wehrdienst (FWD) yang meminta berhenti dari latihan militer karena merasa bahwa pelatihan militer begitu keras dan memerlukan stamina yang tinggi. Mereka membayangkan suasana yang lebih santai. Ada juga yang memiliki rencana untuk melanjutkan kuliah atau telah mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Beberapa anggota Freiwilliger Wehdienst diberhentikan oleh tentara Jerman Bundeswehr karena kondisi kesehatan mereka yang kurang bagus dan stamina tubuh yang kurang memenuhi syarat. Hal itu karena dalam masa penerimaan, tentara Jerman Bundeswehr hanya memiliki waktu sejam untuk menyeleksi calon Freiwilliger Wehrdienst. Setelah masa menjadi anggota tentara militer sukarela Freiwilliger Wehrdienst selesai, terdapat sekitar 30% anggota tentara sukarela Freiwilliger Wehrdienst (FWD) yang memutuskan untuk tetap bertugas sebagai tentara tetap di militer Jerman Bundeswehr.

             __________________________________________________

 Foto dan berita: www.Dw.de dan Spiegel.de

Konzerte für Gehörlose (1)

 

Penulis: Blasius Mengkaka, S.Fil

Posted: Jumat, 21 maret 2014

                                           1. Pengantar

     Wacana ini menampilkan artikel yang ditulis Ane Paulick dan Bettina Schwiegerberjudul Konzerte für Gehörlose. Artikel ini dimuat di Media Online Http://dw.de pada 18 Pebruari 2014 untuk para pembelajar bahasa Jerman dalam Top Thema-Deutsch Aktuell. Pertama-tama akan dikemukakan teks asli berbahasa Jerman, Glosarium, ujian singkat 5 nomer lalu tugas. Setelah itu, saya akan mengemukakan terjemahannya, baik terjemahan artikel, Glosarium dan tugas. Sebuah analisa teks singkat akan menutup materi ini. Selamat mengikuti.

2. Konzerte für Gehörlose

    Ein Rockkonzert, ohne die Musik zu hören? Für die meisten ist das nicht vorstellbar. Doch Laura Schwengber macht durch Zeichensprache, Bewegung und Tanz auch für Gehörlose ein Lebendiges Konzerterlebnis möglich.

     Laura Schwengber ist Dolmetscherin für Gebärdensprache. Aber sie vermittelt nicht nur gesprochene Sprache, sondern auch Musik. Schwengber interpretiert Musikvideos zum Beispiel von Xavier Naidoo oder dem Rapper Cro für Gehörlose und arbeitet an Produktionen klassischer Musikstücke mit. Gemeinsam mit Bands wie Selig oder Keimzeit tritt sie auch bei Konzerten auf. Ihr Ziel ist es, die Konzerte für Gehörlose zu einem Erlebnis zu machen.

     Bevor die Begädensprachendolmetscherin auf die Bühne kommt, beschaeftigt sie sich sehr gründlich mit den Songtexten. Während der Konzerte verdeutlicht sie mit Zeichensprache den Klang der Musik. Sie formt Texte mit den Lippen und tanzt dazu. Sogar das Mitsingen und Klatschen des Publikums nimmt sie auf. Sie sagt: “Ich will, dass auch gehörlose Menschen vom Konzertmitgerissen werden!”

     Die Konzerte von Keimzeit begleitet Laura Schwengber, weil es die Band wünsch. Doch die Konzertveranstalter waren zunächst skeptisch. Bei der Planung des ersten Konzerts meinten sie, “dass ich von der Band ablenken würde und die Veranstaltung zu einer Show für Behinderte machen würde”, erzält Schwengber, Sie denk, dass die Organisatoren sehr unsicher waren, wie das Publikum reagieren würde.

     Die gehörlosen Musikfans sind begeistert: “Das war eine faszinierende Erfahrung für mich”, sagt Maren Kirschke nach einem Konzert mit Laura Schwengber und der Rockband Keimzeit. Und auch hörende Konzertbesucher finden ihre Arbeit gut: “Die sind völlig fasziniert, kommen danach zu mir und wollen von mir alles über gehörloses Leben und über die Gebärdensprache wissen. Das hat mich echt gewundert. Aber das war schön!”, sagt die Dolmetscherin.

       (Penulis: Jane Paulich und Bettina Schwieger, dalam Http://dw.de)

Am Kiosk (1)

Penulis: Blasius Mengkaka, S.Fil

Posted: Jumat, 21 Maret 2014

 

Am Kiosk ( Foto: Http:// dw.de)

IPengantar

     Dalam Wacana berjudul Am Kiosk pertama dan kedua nanti, saya akan menampilkan dua buah Teks berisi tema aktual berbahasa Jerman yang ditulis oleh Christian Ignatzi dan Stephanie Schmaus. Kedua Teks aktual ini dimuat dalam Media Online Http://dw.de masing-masing pada tanggal 14 Pebruari 2014 dan tanggal 7 Pebruari 2014. Christian Ignatzi dan Stephanie Schmaus menulis untuk kepentingan pembelajaran bahasa Jerman B1,B2,C1 DEUTSCH AKTUELL : Lernt Deutsch Mit Aktuellen Themen.

     Pertama-tama akan dikemukakan sebuah Text aktual lalu Glosarium dan kemudian menyusul sebuah ujian singkat berbentuk multiple choiche sebanyak 5 nomer serta tugas yang perlu dikerjakan oleh pembelajar (Arbeitsauftrag). Dua tulisan Christian Ignatzi dan Stephanie Schmaus ini saya anggap bagus untuk para pembelajar bahasa Jerman di Indonesia khususnya yang menginjak tahun-tahun terakhir SMA/SMK dalam jurusan bahasa. Dalam Am Kiosk (1) ini saya akan mengulas Artikel berjudul Kiosksterben in Deutschland. Selamat mengikuti.

II. Kiosksterben in Deutschland

     Wo bekommt man in Deutschland auch nach Landenschluss noch Zigaretten, Alkohol, Zeitungen und Suessigkeiten? Am Kiosk. Frueher konnten die Besitzer gut davon leben. Heute sieht das anders aus. Neuen Ideen sind noetig. 

     In Deutschland gibt es schaetzungsweise 38.000 Kioske. Einer davon gehoert Shirin Mazandanani und liegt im Bonner Hauptbahnhoff. Vor einer paar Jahren konnte sie vom Verkauf ihrer Waren noch gut leben. Heute geht das nicht mehr. Und das liegt nicht nur daran, dass die Mieten gestiegen sind, und es drei weitere Kioske im Bahnhoff gibt.

     Auch die zunehmende Lockerung des Ladenschlussgesetzes macht Mazandanani zu schaffen. Denn zeit 2006 sind auch viele Supermaerkte laenger am Abend und am Wochenende geoeffnet. Das hat dazu gefuehrt, dass Kiosk und Tankstelle nicht mehr die einzigen Anlaufstellen fuer die Menschen sind, die spaet am Abend oder am Sonntag einkaufen moechten.

     Damit Kioske in Zukunft attraktiv fuer Kunden bleiben, muss sich ihr Sortiment aendern, findet Sabine Moeller, Professorin fuer Convienence und Marketing. “Es wird immer weniger geraucht, Printmedien stehen unter wirtschaftlichem Druck und Suesswaren sind auch  keine Ware mitsteigendem Absatz”, sagt sie. Mit anderen Waren koennten Kioske jedoch Kunden anlocken, die keine Lust auf Grosseinkaeufe im Supermarkt haben und lieber in der Naehe ihrer Wohnungen einkaufen wuerden, glaubt Moeller.

     Das funktionert zum Beispiel gut in Hannover, wie Arne Vorderwuelbecke vom Institut fuer Wirtschafts und Kulturgeographie an der Universitaet Hannover festgestellt hat. Er sagt, “Bei uns gibt es Kioske, die Frischetheken haben, 150 Biersorten im Sortiment oder andere Alleinstellungsmerkmale”. Auch Mazandanani bietet frische Lebensmittel in ihrem Kiosk an. Aber nicht nur deshalb kommen ihre Stammkunden gerne zu ihr. Sie freuen sich darueber, dass sie in Mazandananis Kiosk immer freundlich bedient werden.

             (Sumber: Http://DW.de, 14/2/2014, Penulis: Christian Ignatzi)

Glosarium:

Kiosk, -e (m) – kleiner Laden, indem Getraenke, Suessigkeiten, Zigaretten, Zeitungen u. Ae Verkauft werden

Bezitzer,-/Bezitzerin,-nen - jemand, dem etwas gehoeurt

Ladenschluss (m., nur Singular) – die Zeit, in der die Geschafte geschlossen sein muesssen, weil das Gesetz es verlangt

schetzungsweise - so, wie man vermutet

zunehmend - so, dass etwas immer mehr wird

Lockerung,-en (f.) – hier: die Gezetzesaenderung, die eine Regelung weniger streng macht

jemandem zu schaffenmachen - jemandem Probleme bringen

Anlaufstelle,-en (f) – der Ort, zu dem Man geht, wenn man etwas Bestimmtes braucht

Sortiment, -e (n.) – das Warenangebot

Convienence (aus dem Englischen) – hier: Fertiggerichte und Suessigkeiten

Printmedium, -medien (n.) – die gedruckte Zeitung; die Zeitschrift

unter Druckt stehen - hier: wirtschaftliche Probleme haben

Suessware,-n (f.) – die Suessigkeit (z.B. Schokolade)

steigend - immer mehr werdend

Absatz (m., nur Singular) – hier: die Menge an verkauften Waren

jemanden an/locken - jemanden dazu bringen, zu jemandem zu kommen

Frischetheke,-n (f.) – ein Kuehlregal, in dem sich frische Speisen befinden

Alleinstellungsmerkmal, -e (n) - die Tatsache, dass das Warenangebot eines Ladens anders ist als in anderen Laeden

Stammkunde,-n/Stammkundin,-nen - jemand der immer wieder in einem Laden einkauft

Fragen zum Text

1. Was ist das Besondere an Kiosken?

(a). Sie bieten andere Waren als Supermaerkte an  (b). Sie gehoeren immer zu einer Tankstelle   (c). Sie duerften auch nach Ladenschluss noch offen sein

2. Mit welchem Problem haben die Kioskbesitzer nicht zu kaempfen?

(a). Nur wenige duerfen Frischetheken aufstellen (b). Die Konkurrenz durch Supermaerkte wird immer groesser  (c). Sie haben immer hoehere Kosten

3. Welche Loesung schlaegt Sabine Moeller vor? Kioske sollten………..(a). keine Zigaretten mehr verkaufen  (b). beginnen, andere Waren anzubieten    (c). am Abend frueher schliessen

4. Es gibt viele Gruende, warum Shirin Mazandanani Probleme hat. Einer……ist, dass es noch andere Kioske im Bonner Hauptbahnhof gibt.    (a). daran     (b). dazu     (c). davon

5. Welches Verb passt in die Luecke? Die Lockerung des Ladenschlussgesetzes……….(a). liegt    (b). fuehrt     (c). kommt

Arbeitsauftrag:

Gibt es in eurem Land ein Ladenschlussgesetz? Gibt es Laden, die laenger geoeffnet haben alls andere? Ueberlegt in Kleingruppen, welches Sortiment ein Kiosk anbieten koennte, um mehr Kunden zu bekommen

III. Kematian Kios di Jerman

     Di manakah orang mendapatkan di Jerman, bahkan setelah penutupan penjualan beberapa merk rokok, penjualan alkohol, penjualan koran dan permen? Jawabannya ialah di Kios. Sebelumnya, pemilik Kios dapat hidup dengan baik. Saat ini kelihatannya sungguh berbeda. Ide-ide baru diperlukan. 

     Diperkirakan terdapat 38.000 Kios di Jerman. Salah satunya ialah Kios milik Shirin Mazandanani dan terletak di Stasion kereta api pusat kota Bonn. Beberapa tahun lalu, dia masih hidup baik dengan menjual barang-barang. Hari ini tidak lagi. Dan hal itu bukan hanya karena bahwa harga sewa Kios sekarang ini sudah meningkat, lagi pula sudah terdapat 3 kali jumlah Kios lebih banyak di Stasion kereta api itu dibandingkan dengan beberapa tahun lalu.

     Dengan adanya relaksasi hukum penutupan Kios membuat Mazandanani untuk membuka Kios. Hal ini disebabkan sejak tahun 2006, banyak Supermarket telah dibuka lebih lama pada malam hari dan pada akhir pekan. Hal ini telah menyebabkan Kios bensin dan stasion kereta api tidak lagi menjadi satu-satunya jalur akses  untuk orang-orang yang ingin berbelanja pada malam hari dan pada akhir hari minggu.

     Maka Kios tetap menarik untuk pelanggan di masa depan. Jangkauan Kios harus berubah. Menurut Sabine Moeller, Profesor untuk pemasaran makanan siap saji, “Kebutuhan untuk merokok berkurang, industri Media cetak berada di bawah tekanan ekonomi dan kebutuhan gula juga bukan lagi merupakan komoditas dengan meningkatnya jumlah penjualan”, katanya. Bagaimanapun juga dibandingkan dengan tempat penjualan lainnya, Kios masih bisa menarik pelanggan yang tidak ingin membeli dalam jumlah banyak di toko. Profesor Moeller berkeyakinan bahwa para pelanggan justeru lebih memilih untuk berbelanja di dekat rumah mereka.

      Di kota Hannover, aktivitas Kios masih berfungsi dengan baik, seperti yang ditulis oleh Arne Vorderwuelbecke dari Institut Ekonomi, Budaya dan Geografi pada Universitas Hannover. Dia mengatakan, “Kios memberikan kepada kami penjualan makanan segar (siap saji), 150 Bier di rak pendingin atau produk-produk dengan merk berbeda”, bahkan Mazandannani menawarkan makanan segar di Kios mereka. Namun bukan hanya karena para pelangan regular mereka yang ingin datang berbelanja di Kios mereka. Para pelanggan itu senang, bahwa mereka yang ada di dalam Kios Mazandanani sungguh bersahabat.

                             (Penerjemah: Blasius Mengkaka)

Glosarium:

Kiosk, -e (m.),- der Kiosk (Sing.) – die Kioske (Pl.) – Toko kecil di mana dijual minuman, permen, rokok, koran dan sejenisnya

Besitzer, -/Besitzerin, -nen (m. nur Sing.) - der Besitzer/die Besitzerin (Sing.) – die Besitzerinen (Pl.) – Orang yang memiliki…..

Ladenschluss (m. nur Singular) - Kesempatan/waktu di mana bisnis harus ditutup karena hukum menuntut hal itu

schaetzungsweise - diperkirakan…

zunehmend - semakin meningkat naik….

Lockerung, -en (F.) - melonggarkan, dalam hal ini perubahan dalam hukum membuat peraturan kurang ketat, longgar, lebih luwes

jemandem zu schaffen machen - membawa orang ke persoalan untuk berpikir lalu menjadi lebih kreatif untuk mencipta

Anlaufstelle, -en (F.) - tempat yang dituju apabila orang membutuhkan sesuatu yang spesifik

Sortiment, -e (N.) - Bermacam-macam barang

Convinience (dari bahasa Inggris) - Makanan siap saji dan permen

Printmedium, -medien (n.) - Surat kabar cetak dan majalah

unter Druck stehen - Berada di bawah tekanan, dalam hal ini memiliki masalah ekonomi

Suessware, -n (f.) - Biskuit, Coklat

steigend - meningkat, lebih dan lebih menjadi

Absatz  (m. nur Singular) - Jumlah barang yang dijual

jemanden an/Locken - menunggu untuk mendapatkan seseorang yang datang ke seseorang, menunggu pembeli

Frischetheke, -n (f.) - Rak pendingin atau lemari pendingin berisi makan segar

Alleinstellungsmerkmal, -e (n.) - Fakta bahwa berbagai produk dari toko berbeda dari toko lain (unik)

Stammkunde, -n/ Stammkundin, -nen - pelanggan tetap/pembeli tetap yakni seseorang yang selalu membeli di Kiosk

Pertanyaan untuk Teks

1. Apakah keistimewaan Kios? (a). Mereka tawarkan barang lain seperti di supermarket  (b). Kios-kios selalu termasuk sebuah pompa bensin  (c). Kios-kios boleh dibuka meskipun sudah jam (supermarket) tutup——>Jawabannya ialah (c).

2. Masalah dengan apa sehingga pemilik Kios tidak berjuang? (a). Mungkin persaingan dengan beberapa Counter/Kios yang menjual makanan segar  (b). Persaingan dengan Supermarket yang maju  (c). Anda akan selalu memiliki biaya yang lebih tinggi ——–> Jawaban (a)

3. Apa jalan keluar atau solusi yang dikemukakan Sabine Moeller sebelumnya? Kios harus…….(a). Menjual tidak lebih dari (hanya) rokok   (b). Mulai menawarkan barang dagangan lainnya  (c). Menjual pada awal malam hari————> Jawaban (b)

4. Ada banyak alasan mengapa Shirin Mazandanani memiliki masalah. Satu……………adalah bahwa ada Kios lain di Stasion utama kota Bonn

(a). itu   (b). untuk  (c). yang  ———–> Jawabannya (a)

5. Kata kerja manakah yang bersinonim dengan die Lucke (Kesenjangan)? Relaksasi hukum penutupan…………….banyak Kios mendapatkan kesulitan keuangan  (a). terletak  (b). hasil  (c). datang————–> (c)

Tugas di rumah:

Apakah di negara anda ada hukum atau aturan yang mengatur tentang Toko atau Kios? Apakah ada Toko yang tetap terbuka terus setelah Toko lain ditutup? Pikirkanlah tentang hal itu di dalam kelompok-kelompok kecil, apakah yang dapat ditawarkan oleh berbagai Kios untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan atau pembeli?

IV. Teksanalyse

     Dalam Wacana ini terlihat penggunakan tata bahasa Jerman yang lengkap yang membuat pembaca berpikir dan menyimak secatra teliti sebelum menterjemahkannya. Selain kata-kata baru sepeti yang ada dalam Glosarium, juga bentuk waktunya bisa dilihat lebih jelas.

Penggunaan bentuk Praesens misalnya terdapat dalam kalimat: (1). Wo bekommt man…., (2). Kiosk liegt im Bonner Hauptbahnhoff (3). Heute geht das nicht mehr. (4). Er sagt,…., (5). Neue Ideen sind noetig, usw.

Penggunaan kata depan terlihat dalam: (1). Am Kiosk (dari: an dem Kiosk), auch…,usw.

Penggunaan bentuk Prefek terdapat dalam (1). Das hat dazu gefuehrt (2). Denn zeit 2006 sind auch viele Supermaekte laenger am Abend und am Wochenende geoeffnet, usw.

Penggunaan Modal Verben terdapat dalam kalimat (1). Vor ein Paar jahren konnte sie vom Verkauf ihrer Waren noch gut leben + Frueher konnten die Bezitser davon leben —–> Modal Verben bentuk Praeteritum. (2) Am Sonntag einkaufen mochten (3), muss sich ihr Sortiment andern, usw.

Kalimat pasif (Pasivesatz) terdapat dalam kalimat: Es wird immer geraucht. Penggunaan singkatan, misalnya; zum Beispiel, am Kiosk, vom Institut….usw.

Kalimat bentuk Reflexsive Verben terdapat dalam: Sie freuen sich daruber, usw

     Secara umum tata bahasa yang dipakai sudah sangat sesuai dengan pengetahuan tata bahasa Jerman yang dapat anda temukan dalam tema-tema di Situs BLASMKM.COM ini. Tentunya para pembelajar perlu menyimak baik-baik semua pembelajaran yang telah diterima selama ini agar dapat memiliki kemampuan tinggi dalam memahami Wacana bahasa Jerman ini.

V. Penutup

     Demikianlah Tema tentang Am Kiosk (1) yang kami sajikan dalam Web ini. Masih ada lagi sambungan berikutnya yang membicarakan artikel kedua tulisanChristian Ignatsi dan Stephanie Schmaus dalam Http://dw.de. Silahkan menyimaknya baik-baik

INSTRUMENTS:

Christian Ignatzi, Kiosksterben in Deutschland dalam Http://dw.de

                     __________________________________________