Puisi Untuk Ayah

    Oleh: Blasius Mengkaka

Menuliskan hasil meditasi tentang realitas dan pengalaman – (C)KOMPASIANA.com/1B3las-MK. Kunjungi juga Blog: BLASMKM.COM

FIKSI | 28 September 2013 | 14:40 Dibaca

13803553701797716347

Inmemoriam Mathias Thomas Meko (*Hebing HB. 1927- +Halilulik Indo., 2002)

Ayah, tiang utama penopang Keluarga, teladan iman, kasih dan kesetiaan

 

Ayah,

di dalam cahayamu

keremangan malam dan pagi berubah menjadi cerah

menemui hari-hariku

Hidupmu seperti sebuah Balada paling puitis yang patut kukenang selalu

Jernihnya pandangan dan ingatanmu, seperti purnama bulan

Akan terus kukenang indahnya hasil karyamu

Dan juga segarnya kisah hidupmu penuh bahagia, seperti embun sejuk di pagi hari

dan kehangatanmu paling asli di tengah dinginnya malam

Engkaupun memberikan berkat laksana Yakub di saat terakhir hidupmu

Memberikan anugerah dan rahmat bagi kami’ anak dan cucumu

Ayah…

Hidupmu penuh kelimpahan cahaya suci

yang datang menerangi kegelapan dunia kami

Ayah berjuta kisah kau torehkan dalam hidupmu

merupakan kenangan yang tak terlupakan

Di balik kesetiaanmu

Di dalam doa-doa dan harapanmu

Bersama tetesan keringat yang mengalir di tubuh

memancarkan cahaya kehidupan

Ayahku….

Berkat Sang Khalik ada di tanganmu untuk kami

Meskipun dalam suasana dan cuaca apapun

Engkau tetap setia untuk kami

Ayah.

kini kusadari bahwa engkaulah ceritera tentang kasih, iman dan setia

yang tak berujung

dengan berselimutkan sejuta mawar harum mempesona

dalam tidur abadimu kini

bersama Pencipta di tempatNya paling tinggi

Cahayamu memancar dalam kemilau cinta di bumi

tempatmu dahulu berpijak dalam alunan melodi indah

penuh makna

 

Ayah,

kini di pembaringan abadimu

Engkau tertidur lelap namun engkau tetap pancarkan cahayamu

Untuk menerangi hari-hari kami

Semoga berkat Tuhan melimpah atasmu

dari tempatNya yang tertinggi

 

Ayah,

kami tetap bersamamu dalam doa-doa

dalam menanti zaman akhir (endzeit), saat di mana kita bertemu muka dengan muka

dengan Sang Khalik, puncak pemenuhan janji Tuhan akan terlaksana

Semoga amal abdimu tetap dikenang dan terus hidup di dalam sanubari anak-cucumu

 

Sabtu, 28 September 2013

Foto: Dokumen Keluarga