Rai Belu

Penulis: Blasius Mengkaka, S.Fil

Posted: Selasa, 30 Oktober 2012

Semula tulisan ini saya posting di Facebookku dengan tujuan untuk ikut serta memperkenalkan Rai Belu bagi para pengunjungnya. Judul tulisan dalam Postingan di Facebook itu berjudul: Ayo..Marilah Mengunjungi Belu, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Postinganitu dalam jangka waktu beberapa bulantelah disambut cukup bagus oleh para pengunjungnya.

Maka sejak saat itu, saya berniat untuk memindahkan tulisan itu di Website saya agar bisa diakses secara lebih luas, seiring dengan makin membludaknya pengunjung Website ini sejak setahun yang lalu. Judul yang saya posting di Website ini sudah saya ubah: Selamat Datang di Rai Belu (Tanah Sahabat)-Propinsi Nusa Tenggara Timur. Sengaja saya memakai istilah Rai Belu sebagai judul karena Rai Belu lebih akrab secara budaya. Budaya Belu telah menghidupi saya selama ini dan telah saya akrabi sepanjang umur saya hingga kini.

Rai Belu berarti tanah Belu yang mengacu kepada pola penghidupan leluhur kami yang akrab dengan tanah dan air. Secara kultural dan natural, leluhur kami meraih penghidupan dengan bercocok tanam dan berkebun. Maka itu hal itu telah menghidupi kami generasi Belu selama berabad-abad. Selama berabad-abad pula pertanian juga telah ikut menentukan citra Rai Belu. Rai Belu berarti tanah yang memberikan kehidupan sekaligus tanah tempat peristirahatan terakhir bagi Oan Belu.

Tanah yang kami akrabi kini adalah tanah yang dianugerahkan kepada leluhur kami sejak awal penciptaan.Maka Rai Belu bukan sekedar tanah tempat penghidupan melulu. Tanah ini juga menjadi saksi sejarah peradaban Belu dalam interaksinya dengan berbagai kebudayaan baik budaya asing maupun budaya nusantara. Rai Belu juga merupakan tanah yang melahirkan citra leluhur serta tanah tumpah darahku,tempat di mana beta dilahirkan, dibesarkan, tempat beta didik dan kini tempat beta membaktikan hidupku sebagai pendidik anak bangsa di bumi Beluku.

Rai Belu yang indah dan mempesona ini menjadi tumpuan harapan sepanjang hayat bagi kehidupan dan karyaku kini. Saya harap melalui Postingan ini, semoga ikut merubah Image orang tentang Rai Belu khususnya beberapa tahun belakangan ini sebagai daerah yang pernah menjadi tempat terjadinya kekerasan milisi, daerah tempat pengungsian dan daerah bencana banjir dan angin puting beliung.

Fakta-fakta tulisan antropolog baik luar negeri maupun dalam negeri telah meramaikan pemahaman kita tentang daerah Belu. Hal itu saya nilai sangat positif sebab daerah yang terletakku di bagian Timor Tengah ini masih jauh dari publikasi luar negeri dan dalam negeri. Dengan membuka diri terhadap publikasi maka akan ikut serta mengangkat citra daerah ini di mata nasional maupun dunia internasional.

Terdapat banyak hal yang belum diangkat secara bagus. Misalnya bahwa daerah ini berprospek bagi pengembangan daerah tujuan wisata yang luar biasa bila dikelola dengan baik dan cermat. Daerahku ini memiliki banyak daerahyang menjanjikan bagi pengembangan wisata yang mempesona. Ia karenanya memiliki daya tarik tersendiri yang luar biasa, seumpama magnet yang mampu menarik benda besi di sekitarnya.

Semoga tulisan ini ikut menyajikan fakta riil yang ingin memperkuat daya tarik bagi para pengunjung yang ingin mengunjungi daerah Belu sebagai daerah tempat tujuan wisata. Bila daerah ini telah terbuka dan menjadi tempat tujuan wisata yang terpenting maka dengan sendirinya banyak kemajuan yang akan tercapai bagi peningkatan kualitas penduduk Belu sendiri maupun bagi para pengunjungnya.

Berwisata di sebuah tempat selalu menarik untuk dilakukan apalagi bila tempat yang akan kita kunjungi bukan saja menyediakan fasilitas kenyamanan, tempat-tempat wisata yang menambah wawasan dan terlebih bila tempat yang kita kunjungi akan membawa kita kepada kenangan yang tak terlupakan seumur hidup. Rai Belu adalah nama sebuah kabupaten di propinsi NTT yang masih menyimpan keindahan alam, kekayaan budaya, keramahan penduduk dan kenyamanan yang tiada bandingannya di dunia.

“The Place is like a Paradise in the World”, kataku kepada Miss Lisa, seorang tourst atau pelancong mancanegara asal Holland ketika kami bertemu di sebuah Fery dalam perjalanan menuju Maumere, Flores pada penghujung tahun 2010. Bila gunung Kelimutu menjadi indah mempesona karena triwarnanya yang religius, maka Rai Belu memiliki sejuta Panorama dengan warna khas daerah gembalaan dengan padang savana yang ramah.

Suasana berikutnya adalah suasana religiositas budaya dengan nuansa paradise. Itulah sebabnya suasana ini diabadikan pada nama sebuah hotel yakni Hotel Paradise yang terletak di Jl. Loro Lakekun, pusat kota Atambua. Nama ini menggambarkan suasana Rai Belu ibarat sebuah bagian dari surga yang tertinggal di dunia.

Dalam pengaruh Budisme Majapahit, alkisah terdapat 7 bidadari dari khayangan yang turun mandi di atas bumi Belu. Setelah mereka selesai mandi, para bidadari itupun bergegas mengambil pakaiannya dan terbang kembali ke khayangan. Namun salah satu dari ke-7 bidadari itu tertinggal di sebuah permandian di Rai Belu yang elok itu. Sang Bidadari kemudian menikah dengan seorang raja yang menghasilkan para penguasa Belu yang memerintah di kerajaan-kerajaan. Demikianlah ceritera yang berkisah tentang Rai Belu yang menyimpan rahasia tentang surga yang terbawah ke atas bumi ini.

Rai Belu kini adalah nama sebuah kabupaten yang luas di NTT. Dewasa ini kota Atambua merupakan kota terbesar ke-2 di Timor Barat setelah kota Kupang. Rai Belu menyimpan misteri keindahan alam, kekayaan budaya, keramahan penduduk dan kenyamanan yang tiada bandingannya di dunia.

Ketika anda menginjakkan kaki anda di perbatasan Belu-TTU tepatnya di Nurobo anda langsung berhadapan dengan kesan sebuah alam yang asri dan akusitik seperti ladang-ladang hamparan savana yang cocok bagi tempat gembalaan ternak seperti yang anda temui di Texas, AS atau di Australia dengan para Coboynya.

Bila pada saat itu anda sedang berada dalam waktu petang maka anda langsung melihat padang gembalaan ala Texas itu. Mentari sore yang memerah di ufuk barat, sapi dan kuda yang bergerombol di padang, sunset dan O yeah….coutryside…countryside…duh benar-benar suasana seperti padang cowboy…Suasana itu makin terasa hangat dan bersemangat bila musik dalam jok mobil anda melantunkan lagu irama country, wah menjadi suasana ala coboy.

Anda memandang dari atas mobil anda di kejauhan mata memandang nampak areal persawahan Oekopa yang luas membentang bagaikan permadani di musim penghujan. Bila musim kemarau tiba areal persawahan ini berubah menjadi tempat merumput ternak kuda atau sapi. Bentangan alam khas savana segera terendus.

Pematang bekas rumpun padi yang telah selesai dipetik menghasilkan nuansa padang yang kecoklat-coklatan. Sementara itu bunyi gemericik air yang mengalir tenang di selokan persawahan yang tenang pun ikut memberikan suasana khas desa yang sunyi dan penuh makna religiositas yang dalam. Jagung muda yang hangat pun telah siap menanti anda di pertigaan Motamaro.

Jagung muda yang disajikan langsung dari tempat masakan di tungku perapian yang sedang membara-akan hangatkan badan anda sejenak. Suasana pedesaan yang akrab dengan tegur sapa dan penuh kehangatan bisa menjadi obat mujarab bagi pulihnya keletihan akibat perjalanan Kupang-Belu seperti terobati di sini. Ibu-ibu yang tulus dan polos siap dengan jagung muda hangat di tutupan kuali sekan menawarkan senyum paling hangat yang tak mungkin anda temui di kota-kota metropolitan yang agak egois dan kejam.

Bila mentari telah beranjak ke peraduannya, suasanapun mulai sunyi senyap. Anda pasti membutuhkan tempat istirahat yang nyaman. Silahkan teruskan perjalanan anda ke kota Atambua. Kota Atambua merupakan ibu kota Kabupaten Belu. Jalanan sementara di hotmix dengan hotmix yang berkualitas membuat kendaraan anda melaju kencang tak terasa.

Bahkan ketika anda tiba di Nenuk, jalanan telah dibagi dalam empat jalur, terasa begitu nyaman. Anda akan melewati Nenuk. Singgahlah di gedung Seminari Lalian untuk mengagumi gedung dengan arsitektur Eropa yang telah berusia tua. Ini adalah sebuah tempat pendidikan bagi para calon imam menengah yang telah berumur 62 tahun.

Anda bisa mengunjungi museum Seminari Lalian yang menyajikan fakta-fakta arkeologis dari Rai Belu. Bebatuan tua peninggalan purba yang dipamerkan di dalam kotak-kotak kaca lengkap dengan nama dan tahun penggunaannya masih tersimpan rapi. Bebatuan dan peninggalan dalam museum ini konon adalah peninggalan dan hasil karya seorang antropolog Eropa yang kini sudah almarhum.

Biara St. Yoseph Nenuk dan pendidikan Novisiat SVD-nya juga menyimpan fakta-fakta sejarah tentang penyebaran misi agama katolik oleh penyiar-penyiar agama yakni misionaris SVD dan SSpS dari Steyl, Belanda. Bila anda melewati hutan jati Nenuk yang amat rimbun namun jalanannya licin dan lurus anda memiliki kesan kuat bahwa tempat ini memang sungguh nyaman bagi para pelancong yang ingin melepaskan lelah sejenak.

Anda tetap melanjutkan perjalanan anda ke kota Atambua dengan tenang, tentu saja anda harus berupaya keras untuk memesan kamar hotel yang bersih yang akan menjadi tempat peraduan anda yang nyaman malam ini. Juga berupaya mencari restoran yang menyajikan hidangan khas daerah yang sangat disukai anda.

Maka malam yang indah pun anda dapat lewati seperti bangsawan di tempat peraduannya. Hotel-hotel dan wisma akan menjadi tuan rumah yang menarik bagi anda. Mereka akan menyediakan tempat anda bermalam yang tenang dan teduh.

Bisnis hotel danwisma adalah bisnis kenyamanan. Bila anda nyaman, baik tamu maupun tuan rumahakan merasa puas. Orang berusaha menyajikan dan menjual hal-hal terbaik dari makanannya, penginapannya, kenyamanannya demi konsumen atau pemakai yang menggunakannya. Itulah layanan yang paling bagus. Tentu saja malam itu anda boleh nyenyak melepaskan lelah sambil membayangkan aktivitas yang akan anda lakukan pada keesokkan harinya.

Wisata di Belu memiliki banyak tempat yang menarik untuk anda kunjungi. Silahkan menyusun agenda untuk kunjungan itu. Beberapa tempat wisata dapat saya tuliskan di sini: Misalnya anda mengunjungi Ksadan tua Loro Dirma, ksadan tua Loro Lamaknen dan ksadan tua Loro Bauho. Bila anda memiliki waktu yang cukup, silahkan anda mengatur rencana untuk berjalan kaki ria menuju puncak Lakaan yang menyimpan sejarah tentang leluhur orang Fehalaran.

Anda akan menyaksikan bahwa ksadan tua yang terbuat dari batu wadas yang tangguhitu, bisa merupakan bangunan tua sisa-sisa peradaban masa lampau. Masinlulik di Belu Selatan juga merupakan tempat yang bagus untuk dikunjungi, meskipun agak sulit karena memiliki medan yang berat pada musim penghujan. Banjir dan lumpur bisa membahayakan keselamatan anda.

Mengunjungi kawasan Nanaet dengan perumahan adatnya seperti rumah suku Karisan Rai Lubu dengan 3 patung antiknya, yang terletak dipinggiran jalan serasa sangat menyenangkan juga. Juga tidak dilupakan perkampungan adat Mandeu, gugusan rumah tua yang terbuat dari ilalang, dilatarbelakangi oleh wadas-wadas nan terjal dan kokoh pada punggung gunung Mandeu.

Bangunan-bangunan ksadan tua, umalulik dan aneka hasil kerajinanmasyarakat seperti koba, beragam motif kain tenunan, barang-barang perhiasan dari emas dan perak adalah hal-hal yang tidak boleh anda lewatkan begitu saja ketika berkunjung ke Rai Belu, baik sebagai peneliti budaya maupun sebagai turist. Wah..Ini adalah sesuatu yang sangat mengesankan sekali. Sungguh…Ini adalah tempat di mana orang mengadu nasibnya sambil menjalin persahabatan sejati.

Bila anda telah cukup lelah mengunjungi ksadan, maka tutup lah kegiatan anda dengan berwisatadan mandi di pantai pasir putih dan pantai teluk gurita Atapupu. Kedua pantai itu menjadi pantai paling favorite bagi para pelancong baik pelancong dalam negeri maupun luar negeri. Pantai pasir putih dengan air laut yang begitu ramah merupakan tempat yang penuh godaan untuk mandi dan berenang ria, dan juga kesempatan untuk berfoto dan mencari bintang laut.

Bintang laut adalah sejenis karang-karangan yang memiliki cabang-cabang yang menyerupai kerliban bintang di langit. Berpuas-puaslah mandi, berenang dan tiarap di pasir putih sambil berjemur di panas matahari yang hangatkan badan anda atau sesuai dengan selera anda sendiri. Hidangan ikan panggang yang asli telah siap menanti anda, sambil minum bier atau menghabiskan minuman kesayangan anda.

                               _________________________________

Blue Bird dan Mimpi Mendapatkan Keberuntungan

Penulis: Blasius Mengkaka, S.Fil          Diposkan pada 22 Pebruari 2014

 

Alkisah hiduplah seorang gadis miskin Eropa yang hidup sebatangkara. Sejak lahir, gadis itu telah ditinggalpergikan oleh kedua orang tuanya yang meninggal dunia karena musibah bencana alam.

Dalam kesendirian tanpa sanak famili dia hidup menumpang dari keluarga ke keluarga.

Continue reading Blue Bird dan Mimpi Mendapatkan Keberuntungan

Bahasa Indonesia Lisan dan Tulisan

Penulis: Blasius Mengkaka, S.Fil

Posted: Sabtu, 20 Oktober 2012

Bulan Oktober setiap tahun telah ditetapkan sebagai bulan bahasa Indonesia oleh pemerintah RI. Pemberlakuan bulan bahasa Indonesiaini disambut secara antusias oleh semua lembaga pendidikan Indonesia baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Terlepas dari misi yang diemban oleh pemberlakuan bulan bahasa ini, saya ingin merefleksikan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan yang diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan kita.

Sebagai seorang guru bahasa Jerman tentu saya pertama-tama ingin mensharingkan tentang manfaat bahasa Indonesia dalam pelajaran bahasa Jerman di sekolah tempat saya berprofesi sebagai guru bahasa Jerman sejak tahun 2005 hingga kini.

Dalam kurikulum tahun 1994 telah ditetapkan pedoman pengajaran bahasa Jerman di SMA antara lain disebutkan bahwa bahasa Jerman yang diajarkan di SMA bertujuan untuk memajukan hubungan persahabatan antara negara RI-Jerman dalam suasana saling hormat-menghormati. Bahwasanya pengajaran bahasa Jerman bertujuan untuk memajukan hubungan dan kerjasama demi pembangunan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Melalui kegiatan pembelajaran bahasa Jerman ini kita berusaha membangun sikap kontrasip antara Indonesia dan Jerman dengan demikian kita dapat belajar sesuatu hal berhubungan dengan ilmu dan teknologi bagi kepentingan pembangunan nasional kita.

Pengajaran bahasa Jerman di SMA sedapat mungkin menggunakan sebanyak-banyak bahasa Jerman, meminimalisasi penggunaan bahasa Indonesia agar para siswa dapat dibiasakan dengan pola pikir dan kultur bahasa Jerman di kelas. Pengajaran dengan memperbanyak penggunaan kata-kata bahasa Jerman bertujuan agar para siswa dapat menguasai bahasa Jerman baik secara lisan maupun dengan tulisan. Maka penekanannya adalah agar setelah para siswa itu belajar bahasa Jerman di kelas, maka mereka akan mampu berkomunikasi baik secara lisan dan tulisan, aktif maupun pasif.

Pada tahun 2005 yang lalu ketika menerima tugas mengajar ini dari kepala sekolah, saya juga tidak menyangka bahwa akhirnya saya menjadi guru bahasa Jerman hingga saat ini. Terus terang saja, saya memiliki latar belakang bukan berasal dari pendidikan bahasa Jerman melainkan saya berasal dari latar belakang filsafat agama katolik.

Maka mengajar bahasa Jerman bagi saya merupakan sebuah tentangan tersendiri pada waktu itu. Skill dan kemampuan berbahasa Jerman serasa teruji secara luar biasa. Ketika study filsafat hingga selesai S1 filsafat agama katolik, saya tidak menyangka dan saya pun tidak mempersiapkan diri secara bagus agar kelak menjadi guru bahasa Jerman seperti sekarang ini.

Namun situasi dan kondisi serta sejarah kehidupan membuatsaya kini harus menjadi seorang guru bahasa Jerman bagi sebuah SMA yang baru saja berdiri pada tahun 2000 yang lalu yakni SMA Kristen Atambua.

Antara ragu dan berani saya pun menerima tugas ini sebagai panggilan hidup saya. Pendidikan Katolik yang cukup lama dengan kultur biara SVD menjadi sebuah dorongan yang membuat kepala SMA Kristen Atambua menjatuhkan kepercayaan itu kepada saya, sesuatu yang sebelumnya saya tidak pernah membayangkan.

Pada waktu itu, status saya adalah guru sosiologi dan sejarah budaya di SMA Negeri 1 Atambua. Maka saya harus merangkap peran ini dengan berusaha membagi waktu sebaik-baiknya, antara tugas mengajar di SMA Negeri 1 Atambua dan tugas mengajar SMA Kristen Atambua.

Namun sejak tahun 2007 pengajaran bahasa Jerman di SMA Kristen Atambua menjadi kegiatan yang serius setelah melonjaknya jumlah peserta didik di lembaga ini tetapi terutama setelah lembaga ini mendapat status terakreditas dari pemerintah dalam hal ini Depdikbud.

Sejak tahun 2008, lembaga ini telah mendapatkan seorang guru profesional bahasa Jerman atas nama saya sendiri melalui prosedur sertifikasi yang agak rumit dan butuh kesabaran besar. Maka sejak tahun 2008, pengajaran bahasa Jerman di sekolah inimerupakan pengajaran les pilihan bahasa asing yang terpenting yang diajarkan sejak kelas X, XI hingga kelas XII.

Pada tahun ajaran 2012/2013 sekolah ini memiliki 10 kelas pembelajar bahasa Jerman dalam 2 rombongan belajar besar yakni rombongan pagi dan rombongan siang hari. Kami memiliki 10 kelas yang belajar bahasa Jerman yakni kelas X sebanyak 8 kelas, kelas XI program bahasa sebanyak 1 kelas dan kelas XII program bahasa sebanyak 1 kelas. Sejak tahun 2012, saya praktis menjadi pengajar tunggal bahasa Jerman di sekolah ini, setelah 2 orang guru bahasa Jerman menyatakan mengundurkan diri sebagai guru bahasa Jerman dengan alasan karena sibuk si tempat lain.

Namun dalam kesendirian dan otodidak saya berusaha menjadi pengajar bahasa Jerman terbaik sekurang-kurangnya saya berusaha untukmampu membawa para siswa saya memahami bahasa Jerman baik lisan maupun tulisan. Tujuan yang paling akhir ialah saya berusaha untuk membawa para siswa/i jurusan bahasa untuk memiliki nilai bahasa Jerman terbaik dalam UAN SMA setiap tahun.

Saya kini telah sadar bahwa menjadi guru profesional bahasa Jerman tentu membutuhkan ketabahan dan perjuangan yang luar biasa. Itulah sebabnya sejak tahun 2006 saya telah memutuskan untuk berhenti dari SMA Negeri 1 Atambua sebagai pengajar ilmu sosiologi bagi para siswa SMAN 1 Atambua agar saya lebih memiliki waktu dan tenaga untuk berdedikasi secara penuh bagi pengajaran bahasa Jerman di sekolah ini.

Selain mengajar bahasa Jerman, saya juga sedikit memperkenalkan negara Jerman teristimewa tentang sejarahnya, kehidupan religiusnya, kehidupan pendidikannya, industri dan parawisata, ilmu dan teknologinya kepada para siswaku semampuku lewat sumber-sumber yang dapat saya baca misalnya diWikipedia Internet.

Dalam konteks Indonesia, sayapun berusaha menjelaskan hubungan kerja sama yang harmonis antara RI-Jerman yang tahun ini mencapai usia 60 tahun hubungan diplomatiknya. Juga tentang peranan Goethe Institut sebagai lembaga yang sangat populer dalam memajukan hubungan budaya RI-Jerman. Lembaga ini telah bertahun-tahun bekerja dalam memajukan pendidikan melalui penerbitan buku pelajaran bahasa Jerman, kursus-kursus bahasa Jerman serta ujian-ujian bahasa Jerman yang saat ini bisa diakses lewat internet.

Saya juga membuka pemahaman para siswaku tentang Jerman sebagai negera dengan ekonomi kuat telah berperanan aktif dalam ekonomi dan moneter Eropa saat ini, lewat kepemimpinannya dalam MEE. Jerman yang memiliki ekonomi kuat itu membutuhkan mitra kerja yang kuat pula. Indonesia merupakan mitra kerja Jerman paling kuat karena jumlah penduduknya yang besar, memiliki wilayah lautan dan kepulauan terbesar di dunia serta kekayaan bahan mentah yang luar biasa besarnya.

Untuk semuanya ini, saya bersyukur bahwa saya dibantu oleh penguasaan bahasa Indonesia yang bagus sebagai bahasa ilmu pengetahuan di sekolah-sekolah Indonesia saat ini. Bahasa Indonesia memampukan saya untuk memahami bahasa Jerman. Bahasa Indonesia juga telah memampukan saya untuk mengajar bahasa Jerman kepada para siswaku. Saya pernah mengatakan seperti ini kepada para siswaku di kelas: “Bila anda ingin menguasai bahasa Jerman secara bagus dan fasih, maka anda harus menguasai dahulu bahasa Indonesia secara bagus dan fasih pula”.

Struktur bahasa Jerman memiliki persamaan dengan struktur bahasa Indonesia. Tata Bahasa resmi negara manapun selalu bersifat internasional, telah diadabtasikan serta disesuaikan tata bahasanya secara internasional sehingga dapat diterima oleh warga negara manapun di dunia.

Maka bila anda ingin menguasai bahasa Jerman, maka anda harus menguasai bahasa Indonesia yakni strukturnya, intonasinya, tata bahasanya, dst. Saya bersyukur bahwa struktur dan tata bahasa Indonesia ternyata sudah bersifat internasional dan sejajar dengan struktur dan tata bahasa Jerman sendiri.

Hal ini sungguh membanggakan saya sebagai orang Indonesia namun terlebih bahwa bahasa Indonesiaku telah ikut mempermudah saya dalam mengajarkan bahasa Jerman kepada para siswa pemula.

Para siswaku ini sebelum berkenalan untuk pertama kalinya dalam pembelajaran bahasa Jerman di kelas X sebelumnya mereka telah belajar bahasa Indonesia bertahun-tahun hingga saat ini. Dan belum pernah berkenalan dengan bahasa Jerman dalam pendidikan di SD dan SMP. Kini mereka harus dituntut untuk belajar dan tahu bahasa Jerman. Maka hal iniadalah merupakan sesuatu yang agak mengejutkan sekali.

Hal mana memang sungguh patut dimengerti. Bahwa mengajar dan belajar bahasa Jerman ternyata tidak membuat orang merasa asing terhadap bahasa negara, namun justeru semakin orang Indonesia belajar bahasa Jerman, semakin orang Indonesia mengerti, memahami dan memiliki bahasa Indonesia.

Sekarang kita kembali ke judul tulisan ini: Antara Bahasa indonesia Lisan dan Bahasa Indonesia Tulisan.Judul ini sebenarnya mau mengetengahkan perbedaan antara bahasa Indonesia lisan dan bahasa Indonesia tulisan.

Marilah kita membuat perbedaan-perbedaan. Perbedaan-perbedaan yang nampak adalah bila bahasa Indonesia kita pakai dalam pembicaraan lisan misalnya dalam pergaulan setiap hari, kata sambutan lisan dan pengajaran di kelas secara lisan. Bahwa kecenderungan pembicara paling besar ialah orang sering berbicara dengan bebas sehingga menjadi lalai dalam penggunaan kalimat-kalimat bahasa Indonesia secara benar sesuai dengan aturan tata bahasa kita (EYD).

Seringkali penggunaan bahasa Indoensia masih harus disesuaikan dengan konteks pendengarnya. Bila pendengarnya adalah orang yang sudah biasa kita kenal maka penuturan kitapun menjadi lebih rileks dan bebas, sering keluar dari aturan-aturan umum berbahasa Indonesia yang baku.

Maka sebaiknya para penutur bahasa Indonesia dalam forum-forum resmi selalu dianjurkan untuk mempersiapkan teks secara tertulis agar mempermudah pembicara untuk mengontrol pembicaraan dalam penggunaan bahasa Indonesia secara benar. Adapun alasannya ialah bahwa bahasa Indonesia memiliki struktur dan tata bahasa yang ilmiah sehingga membutuhkan waktu dan pemikiran yang cermat untuk mengkaji dan menganalisis maksud dan tata bahasanya, tidak sekadar lempar begitu saja.

Namun harapan kita semua ialah bahwa bahasa Indonesia yang baku dan benar harus betul-betul mendarah daging dalam pembicaraan lisan maupun dalam tulisan-tulisan.

Seorang guru seperti saya ini sering lebih banyak menggunakan bahasa lisan daripada bahasa tulisan. Bahasa tulisan disiapkan dalam bentuk konsep-konsep, seterusnya saya berusaha membangun opini sendiri sesuai dengan konsep yang telah saya siapkan sebelumnya di rumah lalu mengalirlah bahasa lisan tersebut. Hampir setiap kali saya masuk kelas, saya selalu menggunakan bahasa lisan karena bahasa tulisan sering membutuhkan banyak waktu dan suasana yang tenang.

Bila suasananya ribut, makasangat sulit untuk kita menyusun konsep secaratertulis. Menulis di Media online inipun sering saya gunakan semalam-malaman ketika seisi rumah telah pulas tertidur, agar saya dengan tenang bisa menuangkan segenap ide dan gagasan secara bagus dan tenang tanpa hiruk pikuk suara manusia.

Bila kita membandingkan baik dan buruk antara bahasa lisan dan bahasa tulisan maka saya ingin mensharingkan bahwa antara bahasa lisan atau tuturan lisan dan bahasa tulisan harus seimbang dan saling mendukung. Tak ada yang lebih bagus dari yang lainnya. Bila anda menyusun bahasa tulisan dengan baik maka dengan sendirinya bahasa lisan atau tuturan pun demikian.

Namun dalam hal nilai, bahasa tulisan sungguh menampakkan nilai lebih, dibandingkan dengan bahasa lisan. Dalam bahasa tulisan kita mengenal huruf-huruf, kata, kalimat dan wacana tulisan. Ilmu pengetahuan dunia berkembang dan bertumbuh melalui bahasa tulisan. Bahasa tulisan bisa bertahan berabad-abad. Sedangkan bahasa lisan akan sangat sulit bertahan lebih lama. Andaikata bertahan lamapun tuturannya sudah agak lebih berbeda dari aslinya.

Melalui bahasa tulisan muncul kebudayaan-kebudayaan besar dan tinggi dari kesusastraan seperti: seni drama dan tari, cerpen, pantun, puisi, tulisanfiksi dan nonfiksi,dll. Kesusasteraan merupakan ungkapan paling luhur dan asli dari manusia sebagai makhluk berbudaya. Lewat susastra manusia mampu merefleksikan diri, dunia, sesama dan Allahnya dalam pergumulan kehidupannya.

Bahasa tulisan menyimpan makna sejarah yang langgeng dari generasi ke generasi. Bahas tulisan yang ilmiah mampu membuat ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang secara cepat. Bahasa lisan ilmiah bisa lahir dari bahasa tulisan yang ilmiah.

Sejak kemerdekaan bangsa Indonesia, bahasa Indonesia telah berfungsi sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Bahkan lewat UURI No. 24 Tahun 2009 telah mengisyaratkan keberadaan bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional di dunia.

Hal itu berarti bahwa bahasa Indonesiabisa diakses dalam berbagai bahasa di seluruh dunia, seperti yang anda lihat di google translate Situs ini, di mana bahasa Indonesia dalam tulisan di Situs ini bisa diterjemahkan dalam waktu singkat ke dalam salah satu dari 18 bahasa dari seluruh dunia. Dengan demikian maka bahasa Indonesia telah menjadi bahasa Internasional dan dapat diakses oleh siapapun.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 24 Tahun 2009 berisi: (1). Pemerintah meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional secara bertahab, sistematis dan berkelanjutan (2). Peningkatan fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional sebagaimana yang dimaksud pada ayat 1 dikoordinasikan lebih lanjut mengenai fungsi bahasa Indonesia menjadi Bahasa Internasional sebagaimana pada ayat 1 diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP).

Dalam UU No.24 Tahun 2009, bahasa Indonesia telah diprogramkan untuk tahap demi tahap ditingkatkan fungsinya menjadi Bahasa Internasional. Tentunya sebagai bahasa yang akan diproyeksikan sebagai bahasa Internasional bahasa Indonesia sedang danakan terus berbenah diri menjadi bahasa modern yang akan sukses menjalankan peranan sentral di dunia internasional baik dalam tulisan maupun dalam tuturannya. Jalan masih panjang….

                 ______________________________________

� prev
top
next �

Hukum Keagamaan dan Hidup Iman

Penulis: Blasius Mengkaka, S.Fil

Posted: Rabu, 17 Oktober 2012

Ada 2 pokok perhatian kita dalam judul tulisan ini yakni Hukum Keagamaan dan Kehidupan Iman Manusia. Bila kita merenungkan secara cermat 2 bagian ini pikiran kita langsung kepada agama sebagai sebuah lembaga dan agama sebagai sebuah sarana keselamatan manusia. Ketika Tuhan Yesus datang ke dunia ini, Secara nyata Dia memang tidak pernah menciptakan sebuah lembaga keagamaan yakni katolik secara langsung.Namun Dia telah memberikan sinyal-sinyal bahwa setelah Dia pergi maka Roh Kudus akan datang dan mengajarkan kepada para rasulNya apa yang harus mereka perbuat dan apa yang harus para rasul itu katakan.

Yesus datang ke dunia bukan untuk menghilangkan hukum taurat namun Dia datang ke dunia ini untuk menyempurnakan hukum taurat itu.Kristen katolik sebagai sebuah lembaga agama hadir setelah Yesus bangkit dari antara orang mati. Roh Kudus yang diutus Yesus dan BapaNya telah berkarya dalam diri murid dan rasul-rasulNya sehingga membentuk persekutuan yang kemudian hari menjelma menjadi sebuah agama yakniagama katolik.

Dia menetapkan rasulNya Petrus sebagai pemimpin umat kristen perdana itu. Rasul Petrus yang telah mendapat kuasa dari Yesus dan kekuatan dari Roh Kudus memiliki keberanian yang luar biasa dan memimpin umat perdana itu pada akhirnya dia diakui sebagai paus pertama dalam sejarah katolik.

Sejak paus pertama yakni rasul St. Petrus yang merupakan pemegang kunci kerajaan surga itu maka katolik perlahan-lahan namun pasti mulai bertumbuh menjadi sebuah lembaga keagamaan dan sakramen di mana melalui lembaga dan sakramen ini kaum beriman katolik dapat mencapai keselamatan baik di dunia ini maupun ketika meninggal dunia. Antara katolik sebagai sebuah lembaga dan katolik sebagai sebuah sakramen keselamatan memang berbeda.

Sebagai sebuah lembaga, maka katolik memiliki struktur-struktur kepemimpinan, hukum-hukum yang mengatur dan mengikat, anggota-anggota, wilayah/daerah keuskupan, serta tata aturan yang mewajibkan para anggota-anggota. Tentu ada visi dan misi, ada tujuan yang hendak dicapai, ada sarana dan prasarananya.

Sebagai sebuah institusi atau lembaga, sifat katolik itu tentunya cenderung ke arah tertutup, statis dan otoriter dalam melaksanakan hukum-hukum tersebut. Hal ini dapat dipahami karena katolik bukanlah sebuah gerakan, namun katolik adalah sebuah institusi besar yang bersifat mendunia dan memiliki struktur-struktur kepemimpinan yang telah eksis selama ribuan tahun hingga kini dan mungkin akan eksis selamanya.

Tradisi katolik memiliki ajaran-ajaran yang harus ditaati, selain Alkitab, hukum-hukum gereja, ajaran-ajaran bapa-bapa gereja, ajaran Paus merupakan ketetapan danajaranmengikat seorang yang beriman katolik. Meskipun pendekatan hukum gereja berlainan dengan pemerintahan namun gereja berkembang dan seiring dengan kemauan pemerintah.

Yesus pernah berkata, “Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah”. Maksud sabda Yesus ini adalah supaya umat berimannya taat kepada 2 institusi itu yakni institusi pemerintahan dan institusi gereja sendiri sebagai bagian dari hak Allah atas manusia.

Gereja katolik sebagai institusi memang cenderung tertutup, otoriter dan statis. Namun gereja sebagai sakramen keselamatan cenderung bersifat sangat cinta kasih. Dan memang hukum cinta kasih adalah hukum terbesar dalam agama katolik. Sebagai sakramen ibadah-ibadah dalam gereja memberikan tempat pertama bagi otonomi religiositas warganya sendiri. Seringkali dalam komunitas-komunitas kita menemukan banyak rupa-rupa karunia Roh Kudus yang menjiwai komunitas itu, baik komunitas orang beriman maupun komunitas hidup bakti atau komunitas religius.Semuanya itu dianggap sebagai karunia atau buah Roh Kudus sendiri yang menyata bagi umat beriman.

Karya Roh Kudusitu harus menyata dalam cara hidup yang baru dari umat katolik. Seperti yang kita baca dalam Kisah Para Rasul bahwa ketika Roh Kudus turun para rasul menjadi berani dan mampu mewartakan Kristus yang bangkit dengan bahasa-bahasa lain yang sebelumnya mereka tidak pahami. Roh Kudus menganugerahkan karunia berbahasa dan karunia hikmat dan kebijaksanaan kepada para rasul itu. Ini adalah karya Roh Kudusyang menyata dalam diri para rasul sendiri.

Hukum keagamaan bisa dimengerti sebagai peraturan dan tata tertib agama yang merupakan keharusan untuk dijalankan oleh umat beragamanya. Karena merupakan keharusan maka apabila ada penganut agama yang berusaha melanggar tata aturan agama sesuai yang ditekankan maka ada hukumannya.

Aturan agama bisa berwujud tulisan dan bisa berwujud lisan. Dalam tata agama katolik aturan agama itu sudah tertata rapi dalam kitab hukum kanonik gereja selama berabad-abad hingga kini. Boleh dikatakan bahwa hukum agama bertujuan untuk melindungi warganya agar warganya dapat menjalankan ibadat dengan aman, tertib dan lancar.

Hukum agama dibuat untuk mendukung kehidupan iman umat agar umat dapat menjalankan kehidupan imannya dengan berhasil. Sedangkan hidup keimanan dapat dipahami sebagai wujud hubungan atau relasi secara pribadi antara seseorang dengan Tuhan sendiri. Hubungan iman bersifat pribadi antara seorang beriman dengan Tuhan.

Meskipun hubungan iman itu bersifat peribadi namun hubungan iman itu harus berjalan sesuai dengan hukum agama yang ditetapkan. Maka kehidupan iman yang bagus dapat mendukung adanya hukum agama tersebut. Seorang beriman yangsaleh tentu dia memiliki ketaatan yang tinggi terhadap hukum agamanya.

Kesalehan agama sering tidak berhubungan dengan kepintaran atau kecerdasan manusia. Kesalehan agama berarti orang cenderung menjalankan semua peraturan dalam hukum gereja tanpa berpikir dengan baik. Kesalehan religius sering berjalan karena terpaksa dengan hukum yang mengatur demikian, maka belum tentu seorang itu dapat bertahan dengan baik.

Sebagaimana dikatakan dalam tulisan ini bahwa hukum agama itu bersifat memaksa individu. Hukum bersifat mengatur dan memberikan sanksi apabila terjadi pelanggaran terhadap hukum itu. Maka ada kemungkinan bahwa orang kurang bebas atau orang kurang menjalankan hukum itu karena kesadaran, namun karena terpaksa. Misalnya peraturan bagi siswa untuk masuk tepat waktu yakni jam 07.30 setiap hari adalah merupakan peraturan yang mewajibkan.

Bila anak sekolah melanggar peraturan itu, maka dia akan dihukum oleh gurunya. Akibatnya anak itu manjadi takut dan selalu masuk tepat waktu. Selalu ada kerinduan baginya untuk bolos atau terbebaskan dengan situasi ini, misalnya dia merindukan agar liburan cepat tiba agar dia cepat terbebaskan dari peraturan yang demikian.

Bila kesalehan agama dianalogikan dengan si murid dalam contoh di atas maka kesalehan agama dapat dipastikan bisa berakhir atau habis. Selagi orang dikontrol dengan ketat dan baik maka orang akan cepat menjadi saleh namun bila dia terlepas dari aturan atau kontrol maka kesalehan bisa berakhir dan habis. Hal itu berlaku bagi orang yang masih perlu dampingan atau kontrol ketat. Godaan-godaan bisa mempengaruhi seorang yang saleh untuk jatuh ke dalam dosa-dosa.

Lain halnya bila orang menjalankan hidup keimanannya dengan mengandalkan ratio yang kritis, pendidikan atau ilmu yang tinggi maka keimanan bagi orang itu cenderung bertahan lama bahkan abadi. Kecerdasan itu berlangsung lama sedangkan kesalehan agama bisa hilang lenyap.Keimanan berarti seharusnya orang melatih diri untuk memiliki pengetahuan iman sebanyak-banyaknya dan sedalam-dalamnya. Maka orang beriman itu akan lebih langgeng dalam menjalankan hukum agamanya.

Bila hukum agamanya dipahami secara setengah-setengah maka hal itu dapat beresiko membuat pribadi orang berimanpun menjadi setengah-setengah saja, kurang berakar dalam dan kurang tertancap secara dalam. Namun bila hidup keagamaan dipahami dengan sungguh-sungguh, dengan akal budi dan ilmunya yang tinggi maka keimanan seseorang menjadi kuat tertancap dalam relung-relung bathinnya.

Hidup iman seseorang tergantung kepada akal budinya yang tajam. Akal budi seseorang diperoleh lewat proses belajar dan latihan-latihan yang terus-menerus. Peribahasa mengatakan: Long life education yang artinya belajar seumur hidup. Hal ini berarti bahwa orang harus berusaha memperoleh ilmu setinggi-tingginya dan sedalam-dalamnya lewat usaha nyata seumur hidupnya.

Proses belajar memang tak mengenal usia. Bahkan hingga ajal menjemput pun seseorang masih terus belajar. Belajar memang terjadi seumur hidup. Bila orang tidak pernah membuka buku dan membaca atau menulis maka lama kelamaan orang itu akan menjadi lupa huruf atau lupa baca. Membaca dan menulis harus berlangsung sepanjang waktu selagi manusia hidup dan bernafas di dunia ini. Belajar harus berlangsungtanpa akhir bahkan hingga mautdatang dan menjemput manusia.

Hidup keimanan hendaknya ditunjukan lewat belajar dan menulis. Menulishasil refleksi pribadi tentang sebuah tema dalam Alkitab juga menunjukan gambaran hidup keimanan seseorang yang selalu merefleksikan hidupnya dalam peristiwa-peristiwa yang dihadapinya, dalam kesuksesan, kegembiraan dan kesulitan pribadinya setiap hari sepanjang waktu kehidupannya.

                        __________________________________

Rasional dan Irasional (2)

Penulis: Blasius Mengkaka, S.Fil

Posted: Sabtu, 12 Oktober 2012

Dalam bagian pertama tulisan ini telah dijelaskan beberapa pemikiran tentang hal rasional dan irasional. Penjelasan pertama dalam tulisan ini lebih mengetengahkan aspek lintas ilmu, baik teologi, antropologi-budaya hingga sosiologi. Saya telah mengemukakan pandangan rasional dan irasional berdasarkan paradigma sejarah, manusia dan subjek yang relevan dalam memandang sesuatu yang rasional dan irasional.

Pemahaman yang baik tentang sejarah, manusia dan subjek yang relevan dapat mendatangkan kebahagiaan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi-apapun bentuknya-harus dimengerti secara rasional. Boleh dikatakan bahwa sesuatu yang rasional itu mempengaruhi semua dimensi kesadaran manusia.

Dalam bagian kedua tulisan ini, kita akan menganalisis sesuatu yang rasional dan sesuatu yang irasional berdasarkan beberapa tindakan dalam kehidupan nyata antara lain tindakan dalam bidang kedokteran, ekonomi, pendidikan dan sosial untuk membedakan hal yang rasional dan irasional.

Kita semua sudah memahami dan menerima kenyataan ini: bahwa kecerdasan atau kepintaran seseorang akan tetap ada namun kesalehan akan hilang lenyap. Kecerdasan seseorang atau kepintaran seseorang adalah unsur-unsur terpenting dalam diri seorang yang rasionalis. Sehingga karena hal ini maka orang tetap bersikukuh bahwa kecerdasan merupakan hal yang paling utama dikejar seseorang yang sedang study atau bersekolah.

Pendidikan harus memacu manusia agar manusia mampu hidup dengan menggunakan dan mendayakan segenap kemampuan akal budinya (ratio-nya). Semakin manusia mendayagunakan akal budinya, maka semakin manusia bertumbuh menjadi pribadi yang berakhlak dan bermartabat. Kitab Kejadian menulis bahwa unsur akal budi merupakan satu-satunya unsur yang hanya dimiliki oleh manusia.Akal budi telah membuat manusia memiliki kodrat paling tinggi dibandingkan dengan makhluk manapun juga.

Dalam dunia supercanggih ini, manusia bukan saja menghidupi kemampuan akal budinya di dalam otaknya sema-mata, namun melalui pemikiran yang tajam dia mampu merealisasikan akal budinya dalam kehidupannya setiap hari. Akal budi manusia berperanan penting dalam penciptaan ilmu-ilmu. Namun tidak semua manusia bisa menciptakan teori dalam ilmu pengetahuan. Hanya orang-orang tertentu di dunia ini, yang memiliki pendidikan tinggi dan diakui karya intelektualnya dapat menciptakan teori sebagai basis dalam penciptaan ilmu-ilmu itu.

Dalam bidang kedokteran, penciptaan obat-obat dan operasi-operasi yang membuat para dokter harus berurusan dengan organ manusiapun telah melalui tahap-tahab yang rasional. Semakin para dokter mengikuti teori dan tahaban pengobatan yang rasional maka jaminan bagi pasien untuk sembuh kembalipun menjadi besar. Justeru tindakan irasional acapkali banyak ditemukan pada diri pasien sendiri. Misalnya dalam pemberian diagnosa oleh dokter.

Sekedar sebagai contoh: penggunaan zat antibodi harus berdasarkan peraturan dan resep dokter secara tepat dan rasional. Bila pasien-pasien mentaati komposisi, jumlah dan penggunaan zat antibodi sesuai peraturan dan teori yang diberikan maka pasien itu akan sembuh kembali dari sakitnya. Ini adalah sebuah tindakan yang rasional. Tindakan rasional yang tepat adalah apabila zat antibody itu digunakan dalam takaran, jumlah dan waktu yang tepat.

Tindakan yang irasional dapat disebutkan bila penggunaan obat antibody itu tidak benar, misalnya mengkonsumsi dalam jumlah yang besar, tidak sesuai dengan takaran dan waktu yang diberikan oleh dokter. Pasien yang tidak taat kepada anjuran dokter tersebut telah melakukan tindakan irasional.Tindakan irasional biasanya paradoks dengan tindakan rasional. Justeru tindakan irasional dari pasien tersebut bisa mendatangkan celaka bagidirinya sendiri. Dalam banyak kasus terlihat bahwa kematian atau kegagalan dalam pengobatan justeru terjadi karena tindakan irasional yang dibuat oleh seorang pasien, bukan karena kesalahan seorangdokter.

Hal yang lain adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya termasuk kebersihan rumah dan pekarangan. Bila anda membuat lingkungan sekitar anda menjadi bersih, maka anda telah melakukan tindakan rasional, sedangkan lingkungan yang kotor dan diri yang kurang bersih adalah tindakan irasional. Melalui kebersihan diri dan kebersihan lingkungan yang teratur maka seorang manusia dapat mencapai kebahagiaan dan ketenteraman dalam hidupnya.

Kebersihan menjamin kesehatan sedangkan ketidakbersihan dapat mencelakakan kesehatan. Kebersihan diri dapat disebutkan adalah kebersihan makanan dan minuman termasuk persoalan gizi yang bagus, kebersihan alat-alat dalam rumah, kebersihan pakaian, kebersihan lingkungan hidup. Tindakan rasional dapat mempertinggi taraf kehidupan manusia, sedangkan tindakan yang irasional dapat mencelakakan kehidupan manusia.

Slogan yang terkenal dalam kesehatan adalah lebih baik mencegah penyakit daripada mengobati penyakit. Slogan ini juga menunjukkan tindakan rasional seseorang dalam menghadapi penyakit yang mungkin akan muncul terhadap dirinya. Melalui slogan ini, manusia dapat mempertinggi mutu dan kualitas hidupnya agar terhindar dari penyakit yang mungkin akan datang menimpah dirinya.

Selain dalam bidang kesehatan dan kedokteran, dapat disebutkan juga bidang yang lain yakni ekonomi. Bidang ekonomi merupakan bidang yang mempengaruhi kehidupan manusia setiap hari. Bila manusia bertindak rasional dalam bidang ekonomi maka saya yakin manusia akan berhasil dalam kehidupannya.

Beberapa sikap ekonomi yang penting dalam kehidupannya dapat disebutkan juga misalnya: Hendaknya anda hidup hemat dan menjauhi konsumsi yang berlebihan. Uang yang sisa sebaiknya ditabung. Orang harus membelanjakan uang dengan hemat. Pengeluaran harus lebih kecil dari pemasukan, dalam arti jumlah uang yang keluar harus lebih sedikit dari pemasukan anda.

Sikap rasional yang lain dalam bidang ekonomi adalah tentang kualitas uang anda. Hendaknya penggunaan uang yang anda miliki haruslahberkualitas. Uang menjadi penting bagi manusia bukan karenajumlahnya yang banyaknamun kualitas uang itu bagi kehidupanmanusia. Uang yang berkualitas adalah uang yang dipakai sesuai dengan kebutuhan manusia.

Tindakan yang rasional memang tidak sekali jadi. Untuk sampai kepada sebuah tindakan yang rasional orang membutuhkan proses-proses dan pembinaan yang kontinuo. Latihan-latihan yang rutin dan teratur bisa mendatangkan akibat yang positif bagi sebuah tindakan yang rasional. Peribahasa Jerman mengatakan Ubung macht den Meister yang berarti dengan membuat latihan maka manusia akan pandai. Atau dengan sebutan lain: Latihan yang teratur akan mendatangkan kepandaian.

Latihan bisa berupa latihan fisik, latihan meditasi, latihan doa, latihan mental atau latihan dalam bidang ilmu pengetahuan. Hingga orang bisa sampai memiliki ilmu karena orang itu selalu membuat latihan yang terus-menerus dalam kehidupannya.

Hal yang berikutnya adalah ketepatan orang untuk memilih antara ilmu dan kedudukan sosial. Seringkali orang salah memilih dan salah memahami hal ini. Orang sering beranggapan bahwa kedudukan sosial tidak ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan. Justeru presepsi seperti ini sangat keliru. Orang harus memilih ilmu lebih dahulu barulah kekayaan dan kemuliaan diberikan kepadanya.

Salah satu Kitab dalam Alkitab Perjanjian Lama (PL) berkisah tentang kebesaran raja Salomo. Raja Salomo adalah putera terbaik dari raja Daud dari isteri Uria. Ketika dia diberikan pilihan antara ilmu dan kekayaan, dia memilih ilmu, maka kekayaan dan kemuliaan diberikan kepada raja Salomo.

Raja Salomo terkenal sebagai seorang raja dalam PL yang sangat pandai dan berilmu tinggi. Pada masa raja Salomo, bangsa Israel mencapai puncak kejayaannya. Raja yang sangat pintar itu menggubah kitab Mazmur yang hingga kini menjadi doa yang selalu didaraskan setiap hari oleh komunitas-komunitas biarawan/i katolik. Doa-doa dalam kitab Mazmur menjadi doa yang sangat bertenaga, indah dan berbentuk seperti sebuah karya sastera yang tinggi sekali.

Raja Salomo memilih sesuatu yang sangat tepat dalam hidupnya yakni ilmu pengetahuan. Maka karena raja Salomo menguasai banyak ilmu pengetahuan maka ia dianugerahkan kekayaan dan kemuliaan yang berlimpah-limpah. Alkitab juga menceriterakan kemuliaan dan kekayaan raja Salomo dalam ayat-ayatnya. Kita hendaknya banyak belajar dari kebijaksanaan raja Salomo ini yakni hendaknya kita berpacu memilih dan mendapatkan ilmu setinggi-tingginya. Bila kita memiliki ilmu setinggi-tingginya maka kekayaan dan kemuliaan akan diberikan kepada kita. Ilmu membuat seorang dihormati dan kaya raya. Setidaknya hal seperti itu telah ditunjukan oleh raja Salomo sendiri.

Demikianpun bila kita dipersilahkan untuk memilih antara ilmu dan kesalehan agama. Maka sebaiknya anda memilih ilmu dari pada kesalehan. Orang yang memilih ilmu dan kemudian memiliki ilmu yang tinggi akan menjadi orang yang saleh, orang yang berilmu tinggi maka kesalehan akan diberikan kepadanya.

Sebaliknya orang yang saleh belum tentu memiliki ilmu yang tinggi, sebab bila orang yang saleh itu mendapatkan godaan maka dia akan mudah jatuh. Kesalehan akan hilang, namun ilmu atau kecerdasan akan tetap ada. Maka selagi muda kejarlah dan gapailah ilmu setinggi-tingginya agar anda tidak akan menyesal di kemudian hari.

                  ________________________________________

Rasional dan Irasional (1)

Penulis: Blasius Mengkaka, S.Fil

Posted: Rabu, 10 Oktober 2012

Pengantar

Kita sama-sama sudah mengamini bahwa unsur akal budi atau ratio adalah sebuah unsur dalam kepribadian manusia yang menunjukan sifat khas manusia sebagai makhluk yang memiliki martabat paling luhur dibandingkan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa manapun. Akal budi manusia dianugerahkan Tuhan sejak seorang manusia dilahirkan ke dunia yang fana ini. Malahan unsur akal budi telah diperoleh manusia sejak manusia diciptakan oleh penciptanya. Melalui akal budi manusia telah menjadi citra Allah atau gambaran Allah bagi semua ciptaan Tuhan manapun. Dalam kisah penciptaan (Kitab Kejadian) dikisahkan bahwa lewat akal budi manusia yang mulia, Tuhan telah memberikan semua ciptaanNya kepada manusia agar manusia dapat menguasai ciptaan itu demi pemanusiaan dirinya. Malahan lewat akal budi juga manusia disebut co-creatio yang artinya rekan kerja atau patner Tuhan sendiri dalam menyempurnakan semua ciptaan Tuhan.

Kata “rasional” dan “irasional” sering kita temukan ketika membaca buku atau berpikir tentang sesuatu yang butuh pertimbangan akal budi kita. Sesuatu yang rasional sering berarti bahwa sesuatu itu”masuk akal” dan sesuatu yang irasional berarti bahwa sesuatu itu “tidak masuk akal”. Banyak orang menyebut kata ini atau berpikir tentang kata ini manakala mereka sedang bingung menganalisis sesuatu hal yang dihadapi dalam kehidupan setiap hari. Hal ini menunjukan bahwa unsur akal budi sangat berperanan dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Lalu apakah patokannya? Bilamanakah sesuatu itu disebut masuk akal dan bilamanakah sesuatu itu dikatakan tidak masuk di akal? Kita sudah memahami bahwa akal budi adalah kemampuan manusia secara alami untuk berpikir dan menganalisa sesuai dengan prinsip-prinsip umum dan prinsip-prinsip khusus seperti: Apakah sesuatu itu? Apakah sesuatu itu bisa dimengerti dan bisa mendatangkan manfaat bagi pribadiku? Apakah sesuatu itu bisa dijelaskan seturut analisis-analisis logis-rasional sesuai dengan hukum-hukum ilmu yakni sesuai dengan hukum logika, sesuai dengan kebenaran teoritis dan kebenaran praktis?

Adalah sangat membingungkan bila kita berbicara tentang sesuatu yang masuk akal dan sesuatu yang tidak masuk akal bila kita memakai paradigma lain selain faktor manusia, sejarah, dan subjek yang relevan. Sebab manusia, sejarah dan subjek yang relevan menjadi faktor penentu dari paradigma masuk akal dan tidak masuk akal itu. Faktor manusia memegang peranan penting karena manusia merupakan subjek yang otonom dalam dunia ini.

Maka pemahaman manusia yang komplit dari seluruh aspek menjadi sangat penting. Aspek-aspek pengetahuan tentang manusia beberapa saja bisa disebutkan misalnya antropologi-budaya, teologi, filsafat, logika, sejarah dan keluarga, ekonomi dan sosiologi. Aspek-aspek tersebut sangat berpengaruh dalam pemahaman itu. Dua yang lainnya adalah sejarah dan subjek yang relevan merupakan indikator penting dan sejajar dengan faktor manusia sebagai penentu unsur masuk akal dan tidak masuk akal tersebut. Maka dalam tulisan ini, saya akan menguraikan sesuatu yang masuk akal dan sesuatu yang tidak masuk akal menurut berdasarkan penekanan pada manusia, sejarah dan subjek yang relevan.

Manusia Sebagai Subjek Rasional dan Irasional

Manusia memiliki kekayaan dimensi yang luar biasa banyaknya. Semua dimensi manusia itu bisa dipelajari melalui ilmu-ilmu. Ilmu-ilmu mempelajari manusia dengan latar belakang daerahnya masing-masing. Ilmu juga membedakan ciri khas manusia barat dan manusia timur. Manusia Yunani, Romawi dan Eropa mewakili manusia barat itu, sedangkan manusia Asia mewakili manusia timur. Ilmu-ilmu menekankan perbedaan yang hakiki antara kedua manusia itu yakni manusia barat dan manusia timur. Manusia barat mewakili subjek yang rasional, terus terang, cenderung kepada ilmu dan teknologi, kemakmuran, berorientasi kepada dunia dan manusia, serta mengadalkan akal atau rasio. Sedangkan manusia timur mewakili aliran manusia yang memiliki pemikiran mitis magis, tradisionalis, intuitif, irasionil dan memiliki adat-istiadat yang kuat berdasarkan pada tradisi leluhur dan mitos-mitos yang mewakili dunia irasional itu.

Paham tentang keunggulan manusia barat yang mewakili sikap ofensifitas berhadapan dengan paham keunggulan manusia timur yang mewakili sikap defensifitas dan memegang teguh adat istiadat. Kedua dunia itu ternyata memiliki kelebihan dan kekurangan. Manusia barat tidak boleh berdiri sendiri tanpa manusia timur. Demikian juga manusia timur tidak boleh berdiri sendiri tanpa manusia barat. Keduanya saling melengkapi dan saling menyempurnakan. Dalam pertemuan barat-timur itu hal-hal yang baik tetap dipertahankan dan ditingkatkan sedangkan yang jelek dibuang.

Pengetahuan matematis mengatakan bahwa yang rasional itu adalah yang dapat dijelaskan dan dimengerti berdasarkan hukum-hukum logika sedangkan yang irasional tidak dapat dibagi, tak dapat dimengerti, tak terhingga, tidak dapat dijelaskan secara tuntas. Sesuatu rasional berkiblat pada penggunaan daya akal budi manusia dan karena itu dunia akal budi adalah dunia kebaikan dan martabat yang tinggi, sedangkan yang irasional itu jelek, berhala, mitis magis, terjajah, tradisionalisme. Dunia irasionalis yang dahulu diberikan kepada dunia timur itu ternyata ada sisi-sisi kebaikan juga, misalnya dunia timur memiliki tradisi adat istiadat yang kokoh, pemikiran intuitif, sangat menekankan keharmonisan, ramah tamah dan selalu penuh dengan kebaikan.

Pernah pada periode tertentu dalam sejarah dunia yakni pada masa kolonial terdapat semboyan yang bersifat diskriminatif yakni barat adalah barat dan timur adalah timur. Kedua dunia itu tidak dapat dipersatukan. Kini paham tersebut mulai runtuh dan habis. Kedua dunia sudah saling membuka diri serta menerima keunggulan dan keterbatasan. Keduanya kini saling membutuhkan atau saling memahami. Hal yang sering muncul ke depan adalah adanya penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara negara. Melalui MoU, negara-negara dunia saling bekerja sama, saling membutuhkan dan saling melengkapi dalam suasana yang damai dan harmonis. MoU menjadi suatu alternatif dalam kerja sama itu sebab kedua dunia yakni dunia barat dan timur telah sadar akan kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Dunia barat memang rationalis, namun mereka memiliki kekayaan alam yang terbatas. Sedangkan dunia timur memang tradisionalis, irasional, penuh kegelapan dan mitis-magis namun memiliki kekayaan alam yang besar. Dengan kata lain, pendidikan di barat itu tinggi namun mereka membutuhkan laboratorium penelitian yang besar di timur dan kekayaan alam yang besar di timur. Sedangkan manusia timur kurang sekolah namun kaya raya. Manusia timur memang memiliki bahan mentah yang melimpah namun pendidikannya kurang maju, maka manusia timur membutuhkan ilmu dan teknologi modern dari barat. Itu adalah kelebihan dan kekurangan dari dunia barat dan dunia timur. Masing-masing dunia (barat-timur) memiliki kelebihan dan keterbatasan. Kedua dunia saling melengkapi, saling membutuhkan dan saling bekerja sama. Maka untuk menyatukan itu perlu sebuah penandatangan MoU=Memorandum of Understanding yakni Nota Kesepahaman antar negara.

Prof Dr N Driyarkara adalah filsuf Indonesia yang paling terkenal. Sang filsuf pendidikan itu pernah menulis, “pendidikan memanusiakan manusia”. Pendidikan dilihat sebagai usaha untuk memanusiakan manusia. Yang disebut manusia di sini adalah manusia Indonesia dengan latar belakang budayanya bertemu dengan ilmu-ilmu modern. Pendidikan di sekolah-sekolah berusaha mempertemukan pendidikan barat dengan kebijaksaan bangsa timur. Revolusi pendidikan yang melanda bangsa Indonesia saat ini dipandang sebagai proses manusiakan manusia Indonesia. Sekarang ini lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun informal, pendidikan dasar maupuntinggi bertumbuh di mana-mana.

Pada zaman kolonial hanya segelintir masyarakat yang dapat menikmati pendidikannya, itupun merupakan pendidikan rendah. Namun apakah manusia Indonesia yang sudah mengenyam pendidikan itu telah sukses mengamalkan ilmunya? Kita bisa menyaksikan di desa-desa. Orang yang telah tamat sekolah dan pulang ke desanya malahan kembali mengikuti tradisi asli leluhurnya. Mereka kembali ke hal-hal yang bersifat tradisional. Pertanyaan kita adalah: Apakah hal itu terjadi karena pendidikan di sekolah belum berakar kuat? Seorang dosenku P. John Prior, SVD pernah menulis bahwa umat Katolik di NTT (yang dapat diambil sebagai contoh daerah lain di seluruh nusantara) yang setiap hari minggu, hari pesta dan hari raya selalu rajin beribadah belum tentu sangat religius. Banyak umat yang sangat sekular. Umat beriman masih terikat dengan tradisi kampungnya. Tradisi adat istiadat kampung di NTT ternyata sangat sekular. Tradisi adat menonjolkan pesta-pesta adat yang menghabiskan ratusan juta rupiah setiap kali pesta adat.

Tradisi adat istiadat telah membesarkan manusia Indonesia sehingga manusia Indonesia dapat bertahan hingga kini. Tradisi adat itu telah menjadi norma,namun teknologi juga kinitelah menjadi norma pula. Tradisi adat dan teknologi merupakan norma-norma manusia Indonesia yang berpancasila. Keberadaban adalah sesuatu yang indah dan membahagiakan. Ketidakberadaban adalah sesuatu yang jelek dan membuat orang sengsara. Definisi manusia menurut bangsa Indonesia adalah manusia yang adil dan beradab sebab keberadaban manusia lahir melalui proses-proses sejarah dan pendidikan yang lama.

Maka ada sesuatu yang rasional dan ada yang irasional. Seperti bahwa ada kebaikan dan ada keburukan. Bahwa yang buruk itu adalah yang irasional yang bersifat mencelakakan manusia. Ada konsep Yin-Yang dalam pemikiran Konfusionisme. Ada sesuatu rasional dan ada sesuatu yang irasional. Kiblat sesuatu yang rasional adalah agar kehidupan manusia menjadi lebih baik dan berbahagia. Manusia memang sangat sulit membebaskan dirinya dari sifat-sifat keburukan. Tidak ada sesuatu yang hanya baik semata-mata. Demikian juga tidak ada sesuatu yang hanya buruk semata-mata. Selalu ada kebaikan dan ada keburukan.

Dalam filsafat kita belajar bahwa sifat baik, satu, benar merupakan sifat-sifat transendental. Sifat-sifat yang lain hanya dikatakan kepada orang atau individu tertentu saja. Misalnya: Orang itu gemuk. Berarti bahwa hanya orang itu gemuk tidak bisa berlaku bagi semua orang. Sifat-sifat transendental pun tak dapat berlaku bagi semua orang dengan derajad yang sama. Selalu ada perbedaan. Bahwa yang satu lebih baik dari yang lain, yang satu lebih berada dari yang lain. Tetapi bahwa kurang dan lebih sempurna menunjuk kepada sesuatu yang Maha Sempurna, Maha Esa, Maha Baik, kepada Dia-lah segala sesuatu mengarahkan hidupnya.

Pendidikan dalam segala zaman harus mendorong seorang manusia untuk mencintai kebaikan, memilih dan memiliki kebaikan. Sebaliknya pendidikan juga mendorong manusia untuk membenci dan menolak yang jelek atau yang buruk itu dalam kehidupannya. Untuk itu memang selalu penuh pergulatan, sebab sisi-sisi kejahatan atau keburukan itu selalu melekat erat dalam pribadi manusia selagi manusia masih hidup di bumi ini.

Sesuatu yang rasional membawa kebahagiaan bagi hidup manusia sedangkan sesuatu yang irasional dapat membawa hidup menusia menjadi tidak bahagia atau celaka. Maka terhadap hal yang irasional, manusia harus mampu berpikir dan sadar akibat buruk/jelek dari hal-hal yang tidak rasional. Sesuatu yang irasional menyimpanbahaya atau malapetaka besar bagi manusia. Mengapa sesuatu itu irasional? Mengapa manusia bertindak irasional? Jawabannya tergantung kepada akal budi manusia yang bersangkutan. Sejauh akal budinya jernih, maka manusia akan berpikir rasional. Bila akalnya kurang tajam dan kurang bagus, maka manusia akan berpikir dan bertindak irasional. Pendidikan harus melatih kemampuan akal budi manusia itu, agar manuasia kembali berpikir logis dan rasional dalam kehidupannya. Orang yang pintar akan mengalahkan orang yang saleh. Kecerdasan seorang akan langgeng, sedangkan kesalehan akan hilang lenyap.

Manusia baru akan memiliki martabat yang luhur bila ia sunguh mendayagunakan kemampuan-kemampuan akalnya dengan baik. unsur rasio manusia akan membawa manusia ke arah kebaikan dan kebahagiaannya. Namun dalam hidupnya manusia tidak bisa menghindari dirinya dari dosa dan kesalahan. Manusia adalah makhluk pendosa. Karena dosa-dosanya, maka manusia menginjak sendiri martabat pribadinya. Dosa membuat martabat manusia menjadi rendah. Maka manusia harus bertobat dan kembali kepada Allah sebagai sumber kehidupan manusia. Bila manusia sudah bertobat dan kembali kepada Bapanya, maka manusia baru boleh menikmati kebahagiaan.

Allah sering berbicara kepada manusia melalui gejala-gejala alam yang kadang tidak dapat dipahami bila manusia tidak menggunakan akal budinya dengan jernih. Misalnya, tentang penampakan bintang ketika peristiwa kelahiran Yesus di Betlehem. Para majus/sarjana dari timur menafsirkan bahwa bintang di timur itu adalah tanda Almasih yang dijanjikan Allah baru saja lahir. Dalam menganalisis peristiwa ini, para Majus yang merupakan golongan orang-orang pintar dan mengandalkan akal budinya yang tajam mampu menganalisis secara rasional peristiwa kelahiran Tuhan Yesus di Bethlehem dan berusaha untuk datang dan menyembah Sang Almasih yang baru saja dilahirkan itu.

Maka melalui tindakan para majus itu kita belajar bahwa orang yang pintar akan bertindak rasional dan mereka dibenarkan. Orang yang bodoh dalam diri kaum Yahudi, raja Herodes, ahli Taurat, orang Farisi sama sekali tidak paham terhadap gejala bintang timurkarena mereka kurang percaya dan masih tetap tinggal dalam kebodohannya. Maka mereka menjadi tidak rasional. Orang pintar dalam diri para majus menjadi orang yang dibenarkan karena mereka berusaha menganalisis dengan kemampuan akalnya peristiwa kelahiran Tuhan Yesus. Setelah mereka menganalisis fenomena bintang timur itu, mereka segera bertindak untuk datang kepada Yesus di Bethlehem. Mereka tiba dengan selamat di Bethlehem dan berhasil menyembah Tuhan Yesus yang baru saja lahir bahkan mempersembahkan milik mereka yang paling berharga yaitu emas, kemenyam dan mur. Mereka datang menyembah Yesus dengan selamat dan pulang ke rumahnya dengan selamat akibat unsur kepintaran/ratio/akal budinya.

Dalam Kitab Suci kita membaca bahwa mukjizat-mukjizat yang dibuat Yesus sering terjadi di luar kontrol akal manusia yang yang terbatas. Mukzijat itu harus dipahami secara iman. Iman itu sendiri terjadi bilamana orang dapat mengandalkan akal budinya secara baik. Kebenaran imanen mendukung kebenaran rasional. Kebenaran rasional mendukung kebenaran iman. Maka sesuatu yang rasional tidak berdiri sendiri, yang rasional membutuhkan yang kebenaran imanen. Sesuatu yang terjadi dalam kontrol akal manusia yang sehat bisa mendatangkan kehidupan, iman, kesejahteraan, kemakmuran dan kebaikan dalam hidup manusia.

Maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang irasional dapat disamakan dengan takhyul atau kesia-siaan. Irasional itu mamon, takhyul dan kesiasiaan. Bila kita mengerti adat istidat sebagai sebuah norma maka dapat dibuatkesimpulan bahwa adat istiadat manusia Indonesia bukanlah hal-hal yang berhubungan dengan takhyul dan kesia-siaan sebab adat istiadat juga menggambarkan unsur ratio atau akal budi.

Sebuah norma yang berlaku umum berhubungan dengan sesuatu yang rationalis. Dengan kata lain : sesuatu yang rationalis adalah sesuatu yang dapat diterima akal sehat. Karena adat istiadat itu termasuk salah satu norma, maka adat istiadat juga merupakan tindakan rasional manusia Indonesia. Sebuah tindakan berdasarkan pertimbangan akal yang jernih berkiblat pada kebahagiaan. Seringkali terjadi bahwa orang melakukan tindakan kejahatan karena pertimbangan rasionalnya lemah, unsur kebinatangan manusia menguasai manusia itu. Akibat ratio manusia itu lemah, maka manusia akan jatuh ke dalam dosa dan dengan demikian manusia menginjak martabatnya sendiri.

Adat istiadat adalah sesuatu yang menyata. Di Indonesia adat bekerja sama dengan agama-agama. Bahkan di Bali, adat istiadat Bali menyatu erat dengan agama Hindu. Adat istiadat bukanlah hal-hal yang menyesatkan manusia Indonesia, namun ada paham yang mengatakan bahwa adat istiadat adalah sebuah “hierophany” yakni penampakkan dari Allah sendiri. Kebenaran Iman kristen mengajarkan kepada kita bahwa Allah melalui PuteraNya Yesus Kristus menyapa manusia melalui adat istiadat manusia dalam dunianya. Adat istiadat menyimpan rahasia kehidupan baik masa sekarang, masa lampau maupun masa depan. Adat istiadat sebuah daerah disebut gemeinschaft, telah ada sejak dahulu dan akan ada untuk waktu yang abadi.

Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dunia rasional. Iptek tidak berurusan dengan hal yang irasional. Dunia ilmu dan teknologi didefinisikan sebagai Aufklarung=pencerahan. Sebuah pencerahan berarti Ilmu dan teknologi dapat menyatukan dunia barat dan dunia timur dalam sebuah dunia penuh kedamaian, kebahagiaan dan kemajuan. Pencerahan berasal dari kata dasar “cerah” yang berart ibersinar terang. Dunia rasional adalah dunia cerah atau dunia terang itu. sedangkan dunia irasional adalah dunia penuh kegelapan. Fanatisme terhadap dunia rasional disebut rasionalisme, sedangkan fanatisme terhadap sesuatu yang irasional disebut irasionalisme. Orang fanatis terhadap irasional akan menjurus kepada kegelapan, mamon, berhala. Sedangkan yang selalu mengandalkan rationya akan bertumbuh menuju keselamatan, kebaikan dan kesucian seperti yang ditunjukkan oleh para Majus dalam Injil. Dunia rationalis adalah dunia pencerahan, sedangkan dunia irationalis adalah dunia kegelapan.

Pendidikan adalah proses menerima Aufklarung=pencerahan itu. Orang yang telah tamat sekolah dan memiliki ijazah dianggap telah memiliki Aufklarung=Pencerahan.Dunia rasional adalah dunia akal budi dan dunia kecerdasan. Ada banyak macam kecerdasan yang harus dimiliki seseorang dalam proses pendidikan itu antara lain: kecerdasan kognitif, kecerdasan psikomotorik, keceradasan sosial dan kecerdasan afeksi

Bila dunia ilmu pengetahuan dipandangdari konteks seseorang yang sudahmenerimaaufklarung=pencerahan, maka manusiabisa mampu menziarahi kehidupannya menuju kebenaran dalam banyak segi. Kebenaran iman, kebenaran ilmu, kebenaran imaginatif serta aneka kebenaran yangmanusia capai adalah merupakan jalan-jalan yang manusia gunakan untuk mencapai sebuah tujuan yakni kebenaran itu sendiri. Pepatah mengatakan, “ada banyak jalan menujukeRoma”.Setiap orang memilih dan memiliki jalan sendiri menuju ke Roma.

Maka pendidikan hendaknya harus membawa orang kepada Aufklarung =pencerahan. Aufklarung adalah terang yang diperoleh oleh akal budi akibat proses belajar. Akal budi yang diterangi ilmu akan bercahaya dalam kegelapan dunia. Memang kegelapan tidak akan menguasai terang. Manusia yang kurang cerdas atau bodoh berada dalam kegelapan. Mereka menanti dan membutuhkanpencerahan agar dengan pencerahan itu mereka mampu melihat dunia, manusia dan dirinya sendiri secara jelas.

Subjek Yang Relevan

Subjek berbeda dengan sejarah dan manusia. Subjek berarti tema, judul, pokok pikiran yang sedang dibahas. Subjek menjadi perhatian karena subjek bersifat mengarahkan, membimbing, menggembalakan, mengatur, mengorganisir manusia. Subjek seperti pedoman arah dalam kehidupan manusia. Subjek bisa serupa menara Mercusuar yang berada di tepian pantai. Mercusuar menjadi tempat harapan banyak nelayan atau orang yang tersesat di lautan lepas karena kapal yang karam akibat diterpa badai atau kecelakaan besar di lautan. Subjek merupakan spritualitas yang menjiwai kehidupan seseorang selama perjalanan hidupnya. Subjek bisa merupakan pegangan hidup yang mengatur dan mengarahkan manusia.

Orang yang mengikuti atau menyelenggarakan sebuah seminar, serasehan dan semacamnya menjadi terarah karena subjek yang dibicarakan dalam kegiatan tersebut. Subjek yang dibicarakan dalam kegiatan itu menjiwai, membimbing dan mempengaruhi seluruh peserta kegiatan dan penyelenggara kegiatan. Maka keberhasilan dan kesuksesan kegiatan atau akhtivitas tergantung kepada subjek yang dibicarakan atau yang ditekankan. Demikian juga kegagalan dari kegiatan menjadi tergantung kepada subjek itu sendiri.

Subjek menjadi penentu segala kehidupan manusia. Subjek bisa berupa rencana, pedoman, harapan dan cita-cita. Ilmu pengetahuan dapat berkembang pesat karena subjek-subjek yang ada. Bahkan ada yang mengatakan bahwa ilmu pengetahuan bermula dari subjek. Maka subjek menjadi faktor penting dalan ilmu pengetahuan itu sendiri. Betapa pentingnya subjek dalam ilmu pengetahuan sehingga apabila orang berbicara tentang sebuah subjek maka subjek yang dibicarakan itu bersifat mengikat dan mempersatukan semua orang yang mendengar dan membacanya.

Maka hendaknya subjek dijiwai, dibimbing, diarahkan oleh pencerahan atau Aufklarung. Melalui pencerahan subjek mengalami kepenuhan. Ia merupakan sumber ilmu yang tak habis-habisnya bagi ilmu pengetahuan. Subjek yang tidak bisa dibicarakan akan disebut mati, the death of the subjeck. Subjek sebagai salah satu pilar ilmu menjadi sangat ditekankan dalam kehidupan ilmu itu sendiri.

Sejarah

Sejarah juga dipandang sebagai penentu dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kedudukan sejarah sebagai pilar paling penting dalam ilmu, dapat sejajar dengan subjek dan manusia. Sejarah merupakan gerakan yang terjadi pada masa lalu dan akan terus ada. Sejarah bermula dari sebuah gerakan lalu berubah menjadi institusi. Hukum sosiologis mengatakan bahwa sebuah gerakan akan berubah menjadi institusi atau gerakan itu akan hilang dengan sendirinya. Sifat dari gerakan adalah dinamis,sesuai dengan perkembangan dan terbuka, sedangkan ciri dari sebuah institusi adalah statis, otoriter dan tertutup. Ada yang mengatakan bahwa sejarah adalah gerakan-gerakan yang membuat pembaharuan dalam kehidupan sebuah individu, masyarakat dan bangsa. Gerakan yang kuat akan membentuk institusi, sedangkan gerakan yang lemah akan hilang dengan sendirinya. Gerakan-gerakan akan terus ada dan berlangsung.

Sejarah menjadisalah satu pilar pertama dari ke-3 pilar yang lain karena sejarah memiliki kemampuan mengarahkan, membimbing, mengorganisasikan dan memimpin seluruh kehidupan manusia sebagai citra Allah sendiri. Sejarah menjadi penentu dari sesuatu yang masuk akal dan tidak masuk akal. Sejarah mampu memberikan pencerahan atau Aufklarung, namun aufklarung sebagai ilmu pengetahuan bisa melampaui sejarah sendiri. Sebab melalui Aufkalung=pencerahan orang baru bisa menemukan sejarah sebagai sebuah pilar penting dalam ilmu itu sendiri. Dengan demikian sejarah menjadi mata pelajaran dan mata kuliah penting yang diajarkan sejak SD, SMP, SMA/SMK/MA dan Perguruan Tinggi.

Melalui konsep-konsep sejarah yang kita pelajari kita mampu memiliki pemikiran yang bagus, logis dan rasional menuju kebenaran itu sendiri. Kehidupan manusia haruslah kehidupan yang manusiawi dan menyata. Sejarah membuat kehidupan manusia sungguh nyata dalam kebahagiaan. Sejarah sering berhubungan dengan kebenaran iman. Sejarah adalah jalan menuju kehidupan dan kebenaraniman yang paling akhir. Iman kristen mengatakan bahwa Kristus menjadi Tuhan atas sejarah. Kedatangan Kristus ke dalam dunia menjadi asal mula sejarah dan peradaban Perjanjian Baru yang meliputi seluruh dunia. Sejarah merangkum seluruh kehidupan manusia yang kaya akan dimensinya. Manusia adalah makhluk multidimensi yang sulit dimengerti secara tuntas. Sejarah memungkinkan bangsa-bangsa kolonial melakukan imperialisme kuno dalam mencari dan mengambil gold=emas, gospel=injil dan glory=kemuliaan.

Penutup

Sesuatu yang rasional atau masuk akal dan sesuatu yang irasional atau tidak masuk akal merupakan hal yang patut didiskusikan. Pemahaman yang bagus tentang sesuatu yang masuk akal dan tidak masuk akal harus membawa kita pada kesadaran bahwa sejarah, manusia dan subjek yang relevan merupakan hal-hal terpenting dalam pemahaman kita akan hal yang rasional dan tidak rasional. Pada akhirnya pencerahan=Aufklarung memampukan kita dalam ziarah menuju kebenaran itu sendiri.

                             _____________________________________

 
 
 

Mapel Pada SD di Kurikulum 2013

Penulis: Blasius Mengkaka, S.Fil

Posted: Senin, 8 Oktober 2012

Meskipun Pemerintah Republik Indonesia -dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia(Kemendikbud RI) -belum mengumumkan secara resmi pemberlakuan kurikulum baru yang akanberlaku setelah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yakni kurikulum yang berlaku saat ini, namun agaknya sudah ada sinyal kuat dari Kemendikbud bahwa kurikulum yang baru itu akan mulai berlaku dalam tahun pelajaran 2013/1014 yang akan datang.

Kemendikbud sendiri sudah memberikan isyarat kuat bahwa sebelum Kurikulum yang baru itu bergulir perlu semacam study kelayakan pada akhir Desember 2012 hingga awal Maret 2013. Beberapa hal yang menonjol dalam kurikulum yang baru inipun sudah bisa diketahui lewat berbagai media dan diskusi antara lain diskusi bersama para guru di mills Ikatan Guru Indonesia (IGI) pusat.

Selain peleburan mata pelajaran IPA dan IPS dalam sebuah mata pelajaran yang disebut IPU (Ilmu Pengetahuan Umum) juga disebutkan beberapa penekanan pokok dalam rancangan kurikulum baru itu.

Saya menilai bahwa telah banyak dari antara para guru kita menerima rancangan tentang muatan isi kurikulum yang baru ini dengan sikap kritis. Sekjen IGI pusat Mohammad Ihsan dalam sebuah tulisan di wall facebooknya dan di mills IGI pusat mengeluhkan tentang penyatuan mata pelajaran yang secara esensial berbeda substansinya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Umum (IPU).

Beliau menulis bahwa sangat riskan menyatukan 2 buah mata pelajaran yang secara hakiki berbeda tersebut. IPA merupakan ilmu eksakta atau ilmu pasti sedangkan IPS adalah ilmu-ilmu sosial. Bila kita menyatukan 2 ilmu yang berbeda itu dalam sebuah mata pelajaran dengan nama IPU serasa bagaikan menyatukan 2 insan yang memiliki 2 dunia yang berbeda sekali. Dunia eksakta membutuhkan perhitungan angka yang pasti, sedangkan dunia sosial membutuhkan ilmu-ilmu sosial, fakta sosial dan penelitian sosial.

Bila demikian, maka mengapa Kemendikbud perlu menyatukan 2 mata pelajaran yang berbeda itu dalam sebuah mata pelajaran yang disebut IPU? Apakah Kemendikbud tidak melihat dan memahami perbedaan kedua mata pelajaran yang dimaksudkan itu? Itu adalah pertanyaan-pertanyaan para pendidik kita setelah mengetahui kepastian bahwa pemerintah akan menelurkan lagi Kurikulum baru mulai tahun ajaran 2013/2014.

Dalam Beranda Facebookku sayapun menulis tentang gambaran dari muatan kurikulum baru yang akan bergulir pada tahun pelajaran 2013/2014 itu seperti berikut: Mata pelajaran IPA dan IPS pada sekolah dasar (SD) akan dilebur menjadi mata pelajaran IPU. Pemerintah akan menitikberatkan pendidikan SekolahDasar (SD) dalam 4 Mata Pelajaran saja.

Makin tinggi tingkat pendidikan, muatan pengetahuan dan teknologi makin besar/tinggi, sedangkan makin ke bawah – yakni pendidikan SD – muatan ilmu pengetahuannya makin sedikit, pendidikan karakter dan budaya akan lebih banyak ditingkatkan pada pendidikan SD (Sekolah Dasar). Itu adalah sinyal-sinyal mengenai muatan pelajaran pada kurikulum yang baru nanti, namun untuk mengetahuinya secara benar dan terperinci, kita masih terus menanti kepastian isi kurikulum yang baru itu, setelah mendapat pemberitahuan dari Kemendikbud pada saatnya.

Perampingan mata pelajaran dalam pendidikan sekolah dasar (SD) bukannya tanpa maksud yang jelas. Adalah sangat bagus dan wajar bila Kemendikbud kita dapat merampingkan sejumlah mata pelajaran pada sekolah dasar kita sebab sejak dari dahulu muatan-muatan pelajaran pada pendidikan SD, SMP dan SMA/MA/SMKyang dirasa memiliki perbedaan yang sangat kecil sekali dan memiliki muatan Iptek yang besar. Misalnya; tema atau pokok bahasan tentang materi interaksi sosial, sosialisasi, dll sebenarnya sudah diajarkan pada pendidikan dasar (SD dan SMP) dan nantikan akan diulang lagi dalam tema di SMA/MA/SMK. Muatan yang banyak dalam pendidikan SD menjadi sesuatu yang kurang bagus bagi pendidikan kita.

Nampaknya Kemendikbud menyadari bahwa yang namanya pendidikan itu bukan semata-mata pada aspek rasional saja, namun masih ada aspek lainnya yang lebih penting misalnya aspek budaya dan karakter manusia juga harus ditekankan pada pendidikan SD. Para pengamat malahan menilai bahwa pendidikan karakter yang bagus memiliki kekuatan 2 kali lebihbesar dari pendidikan intelektual/kognitif pada manusia.

Maka melalui tematulisan ini saya akan merefleksikan beberapa nilai yang relevan dalam perampingan mata pelajaran pada pendidikan sekolah Dasar (SD) dalam kurikulum yang baru ini, serta beberapa paradigma yang muncul dalam kurikulum baru nanti:

Pertama, muatan pelajaran akan diperkurang pada pendidikan sekolah dasar kita telah atau harus merefleksikan beberapa hal penting yang akan muncul kelak yakni perampingan anggaran-anggaran keuangan yang relevanagar menjadi lebihberguna dan sesuai dengan kebutuhan dalam dunia pendidikan SD kita. Bagaimanapun juga perampingan muatan pendidikan ini berhubungan dengan penghematan keuangan negara terhadap belanja kebutuhan pendidikan di sekolah.

Bila muatan pendidikan itu menjadi beragam dan banyak, maka banyak juga anggaran pendidikan kita yang mubasir dan tidak digunakan secara tepat dan benar. Belanja sekolah terhadap buku-buku Pelajaran IPS dan IPA menjadi hemat, juga apabila titik perhatian Kemendikbud kita hanya pada 4 pelajaran saja maka hal itu akan berimbas pada penghematan anggaran pendidikan itu sendiri.

Selama ini, buku-buku kita didrop langsung dari Kemendikbud. Selain swasta, Kemendikbud juga memiliki program pengadaan buku-buku sekolah bernilai milyiaran rupiah setiap tahunnya. Proyek pengadaan buku sekolah yang keberadaannya juga bisa jadi menjadi dimonopoli Kemendikbud cenderung akan membawa implikasi lain yang tidak kita inginkan yakni korupsi, kolusi dan nepotisme yang merugikan khas negara sendiri selama bertahun-tahun.

Apalagi sekarang ini pemerintah lebih fokuspada pemberantasan KKN dalam semua bagian penting dalam struktur pemerintahan sendiri, termasuk Kemendikbud pusat dan daerah-daerah sebagai sarang KKN yang perlu diperhatikan.

Kedua, perampingan mata pelajaran itu akan memungkinkan para siswa SD memiliki banyak kesempatan dan kebebasan lebih besar untuk semakin kreatif dan berani mengungkapkan diri mereka dalam berbagai aspek kehidupannya selama masa pendidikan SD. Sejak zaman dahulu pendidikan SD kita sudah memiliki banyak muatan yang pada akhirnya mengakibatkan daya cipta dan kreasi para siswa/i kita menjadi mandul.

Muatan pelajaran yang sebegitu banyak telah dirasakan kurang efektif dan efisien sebab ternyata banyak mata pelajaran yang tidak perlu diajarkan atau malahan disatukan saja. Banyaknya mata pelajaran yang diajarkan dan tuntutan-tuntutan akan pengadaan fasilitas termasuk buku-buku yang berhubungan dengan pelajaran itu bisa menyebabkan pemborosan dana atau anggaran.

Ketiga, perampingan mata pelajaran pada tingkat SD memungkinkan waktu dan kesempatan lebih banyak pada pendidikan budaya daerah meliputi seni tari daerah, seni musik daerah, seni pakaian/tenun ikat daerah, bahasa dan sasteradaerah menjadi hal-hal yang harus diperhatikan dalam pendidikan SD. Selama ini muatan pendidikan SD kurang memberikan ruang yang besar bagi pelestarian budaya-budaya daerah sehingga anak-anak didik kita mulai merasa terasing terhadap budayanya sendiri.

Pada zaman yang lampau muatan pelajaran kita lebih menitikberatkan pada aspek ilmu pengetahuan dan teknologi sejak SD. Akibatnya peserta didik kita mulai merasa terasing terhadap budayanya sendiri. Iptek memang penting namun kesejahteraan dan kemakmuran suatu daerah tergantung kepada pelestarian dan pengembangan budaya-budaya daerah sendiri.

Selain itu pembinaan-pembinaan budaya daerah dalam muatan pendidikan SD telah menunjukkan perhatian pemerintah kita kepada tradisi adat daerah-daerah dan hak-hak ulayat warga pun semakin tinggi. Bila dahulu pemerintah selalu mengkambinghitamkan warga asli kini justeru kehadiran anak-anak produk budaya daerah itu semakin diperhatikan dan tidak gampang dimarginalisasikan.

Keempat, penekanan pada karakter itu sendiri menunjukkan bahwa pemerintah mulai fokus pada perbaikan moralitas para peserta didik kita sejak SD. Nampaknya semua element bangsa ini sadar akan bahaya akibat erosi moral yang mungkin akan muncul dalam dunia komunikasi dan informasi yang semakin maju ini bisa menjadi penyebab melemahnya ketahanan bangsa di masa depan.

Pendidikan karakter berarti usaha menguatkan ketahanan moral dan jati diri sebagai bangsa yang Pancasilais sejati sejak SD. Pendidikan karakter memberikan ruang yang lebih besarlatihan yang terus-menerus bagi kedisiplinan, kreatifitas, moraltas, penguatan nilai-nilai budaya dan religius peserta didik kita.

Kelima, makna perampingan mata pelajaran pada pendidikan Sekolah Dasar (SD) juga bisa jadi akan berimbas pada pelaksanaan UAS/UAN mulai tahun pelajaran 2013/2013 nanti. Beberapa pihak mensinyalir tentang pelaksanaan UAS/UAN ke depan kelak, apakah akan tetap ada UAS/UAN bagi pendidikan dasar (SD)? Terhadap hal ini, juga telah disinggung dalam sinyal-sinyal yang dibuat oleh Kemendikbud kita bahwa sebenarnya tidak ada hal-hal baru sama sekali dalam substansi Kurikulum yang baru itu, sehingga para guru SD tidak boleh resah. Perampingan mata pelajaran itu dimaksudkan agar peranan guru kelas makin besar.

Meskipun demikian toh kita patut menyinggung tentang UAS/UAN SD itu sebagai aplikasi dari peleburan beberapa mata pelajaran menjadi IPU dan titik konsentrasi Kemendikbud hanya pada 4 mata pelajaran pada pendidikan SD, banyak pihak juga telah menganjurkan, bila memungkinkan agar Kemendikbud juga perlu meninjau ulang pelaksanaan UAS/UAN dengan skala nasional tersebut.

Mungkin lebih urgen dapat disimpulkan bahwa kelak dalam kurikulum yang baru nantinya sentralisasi kerja para guru/PNS kita makin diperkurang. Hendaknya sudah harus dimulai pelembagaan wewenang yang lebih luas kepada guru/PNS di daerah-daerah dalam penentuan kelulusan pendidikan dasar dan menengah kita. Sistem sentralisasi yang sekian lama dilakukan bisa melemahkan daya kerja dan kreatifitas para pendidik kita.

Hasil pelaksanaan UAS/UAN telah dinilai banyak kalangan sebagai jalan terakhir bagi upaya untuk memperkuat kelengkapan administrasi semata-mata. Hasil UAS/UAN belum terlalu nyata benar bagi peserta didik sebab seringkali hasil UAS/UAN belumterlalu tepat sebagai hasil pencapaian murnipara peserta didik melainkan hanyalah merupakan hasil kelengkapan administrasi. Kesesuaian antara hasil UAS/UAN belum terlalunampak. Seringkali hasil UAS/UAN lebih menonjolkan sisi administratif.

Demikianlima makna yang dapat saya tampilkan ke depan dalam ruang opini menyangkut makna perampingan mata pelajaran pada jenjang Pendidikan Dasar (SD). Pemikiran yang benar dan bagus terhadap kehadiran kurikulum yang baru nanti bisa memperkuat mutu atau kualitas pendidikan kita ke depan.

Substansi kebijaksanaan dalam implementasi kurikulum yang baru nanti patut disesuaikan dengan aneka kebutuhan, situasi dan keadaan daerah-daerah di Indonesia. Kemendikbud sebagai pencipta kurikulum itu tentu memberikan ruang yang lebih besar bagi adabtasi strategi pendidikan kita sesuai kondisi riil tiap daerah di Indonesia.

Penyeragaman hanyalah upaya untuk mempersatukan kita semua dalam bingkai NKRI dalam arah dan perjalanan kita menuju masa depan bangsa yang sehat dan harmonis serta menjunjung tinggi dan mengakui kebhinnekaan sebagai kekayaan bangsa yang patut dihormati dan diberikanruang bagi kesejahteraan kita bersama. Semoga.

Belu, 8 Oktober 2012

                       _____________________________________

Perjuangan TNI Belum Usai

Penulis: Blasius Mengkaka, S.Fil

Posted: Jumat, 5 Oktober 2012

Pada hari ini, Jumat, 05 Oktober 2012, TNI merayakan Hari Ulang Tahunnya (HUT) yang ke-67. Pertanyaannya ialah: Apa yang biasa dibuat orang ketika orang merayakan HUT-nya? Tentunya sebagai insan beriman orang patut menyampaikan rasa syukur ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa atas rahmat kehidupan yang telah diberikan kepadanya sehingga orang itu masih hidup dan bernafas hingga hari ini. Rahmat kehidupan merupakan anugerah terbesar yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada makhlukNya.

Bila usia 67 tahun itu disamakan dengan umur seorang abdi negara, maka bagi kita umur 67 tahun merupakan saat di mana manusia mengalami saat purnabakti alias masa pensiun. Namun itu bila berlaku bagi masa atau rentang waktu keaktifan seorang abdi negara. Berbeda bila umur 67 tahun itu berlaku bagi lamanya kehidupan sebuah institusi militer seperti TNI, saya kira institusi itu sudah mulai berumur makin dewasa.

Kita membandingkan dengan negara-negara yang sudah berusia tua misalnya Belanda, AS, Perancis, Jerman, Inggris, dll. Negara-negara itu, institusi militernya sudah berusia ratusan tahun namun tetap eksis hingga kini. Bagaimanapun masa 67 tahun dalam umur, patut disyukuri dengan rasa syukur yang mendalam. Bahwa kita bangsa Indonesia bangga memiliki TNI yang dalam sejarah terbukti tangguh hingga hari ini.

Perayaan HUT TNI tentu saja tidak bisasebandingketika kita merayakan HUTkelahiran seorang individu, persona atau pribadi biasa.Perayaan HUT TNI adalah perayaan yang bersifat nasional. Perayaan HUT TNI adalah perayaan dari sebuah institusi besar dan alat negara yang besar yakni TNI. Perayaan hari lahir TNI harus menjadi perayaan yang unik dan khas dan harus membawa kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

TNI merupakan wadah perjuangan bersenjata yang bermanunggal dengan rakyat dalam perjuangan rakyat semesta dalam bidang militer melawan kekuasaan kolonial. Maka TNI sebagai sebuah institusi milik negara, yang kelahirannya melekat erat dengan kelahiran RI merupakan hasil peleburan berbagai organisasi angkatan bersenjata, laskar rakyat, para pejuang bersenjata untuk menghadapi tentara Belanda dan tentara sekutu yang ingin kembali menjajah Hindia Belanda.

Pada akhir perang dunia II, Belanda yang berpihak kepada sekutu dalam perang dunia ke-2 itu baru saja mendapat sokongan dana ratusan jutadolar dari sekutu-sekutunya dalam usaha kembali menjajah Hindia Belanda. Namun dalam usahanya itu, Belanda dan sekutu-sekutunya harus berhadapan dengan RI yang masih muda usia.

Tentara RI memiliki perlengkapan persenjataan yang masih minim namun tentara RI memiliki jiwa dan semangat kemerdekaan yang membara dan kuat. Perang kemerdekaan berlangsung 5 tahun penuh antara RI yang masih muda dengan perlengkapan (alusista) seadanya bahkan dengan bambu runcing berhadapan dengan tentara dari sebuah negara berbentuk kerajaan yang sudah tua dan dengan perlengkapan persenjataan yang lebih maju dan modern.

Pertikaian yang tidak seimbang tersebut berakhir dengan pengakuan kedaulatan kepada delegasi RIS yang (mewakili RIS) oleh delegasi Belanda (mewakili kolonial Belanda) dalam sebuah Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda, pada tanggal 27 Desember 1949. (Pihak Belanda menyebut penyerahan kedaulatan Belanda kepada RIS, bdk. Wikipedia tentang Ir Soekarno)

TNI sebagai wadah tentara RI-pun lahir dari sejarah pembentukan yang panjang dan melalui proses-proses yang rumit dan bersejarah hingga akhirnya menjadi seperti TNI yang sekarang ini. Ia lahir bersama rakyat, berjuang bersama rakyat dan menjadi garda terdepan dalam upaya mempertahankan dan membela kemerdekaan RI. Maka TNI adalah milik Republik Indonesia.

TNI merupakan alat negara yang kokoh dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI yang penuh blut und boden (darah dan tanah). Kemeriahan perayaan HUT ke-67 TNI pada hari ini, yang meliputi rangkaian-rangkaian acara yang melibatkan semua elemen dan angkatan dalam TNI hendaknya merupakan ekspresi dan bukti wujudnyata sumbangan dan peranan TNI yang semakin tahun semakin dewasa dalam memberikan sumbangan nyata bagi rakyat Indonesia, kawasan regional, benua dan dunia.

Ketika perjuangan memperebutkan dan mempertahankan kemerdekaan RI, TNI dan rakyat semesta berjuangdengan balutan bendera kebangsaan Indonesia, sang merah-putih di dada dan kepala mereka. Bendera sang merah putih, merah melambangkan keberanian dan putih berarti suci. Maka perjuangan TNI dan rakyat semesta merupakan perjuangan yang dilandasi keberanian karena benar dan suci. TNI dan rakyat yang gugur dalam perjuangan memperebutkan dan mempertahankan kemerdekaan membuktikan bahwa TNI dan rakyat telah dengan gagah berani dan didorongkan oleh keberanian dan kesucian untuk menjadi subjek di negerinya sendiri.

Sebagai bangsa Indonesia kita hendaknya menyadari bahwaketakutan akan kematian mampumembuat manusia menjadi tertindas dan terbelenggu oleh penjajahan bangsa kolonial. Orang yang takut akan terbelenggu oleh dosa dan kesombongan. Orang yang takut memiliki pikiran picik, sempit dan kerdil. Orang yang takut gampang diperintah dan selalu menjadi bulan-bulanan orang yang berani dan kuat kuasa.

Ketakutan memiliki sifat membelenggu manusia. Ketakutan membuat manusia tidak bebas mengekspresikan diri dan kebebasannya. Ketakutan menjadi sumber kekalahan dan penjajahan atas diri orang yang takut itu. Ketakutan adalah kuasa gelap yang mengintai manusia, sehingga ketakutan menjadi sumber dosa dan kecelakaan yang besar. Ketakutan membunuh kesucian dan kekudusan manusia. Ketakutan membuat seseorang menjadi tidak waras dan abnormal mentalnya.

Bendera merah-putih di dada dan kepala pejuang melambangkan keberanian dan keteguhan untuk terus berjuang demi kebenaran dan kesucian manusia dan bangsaIndonesia. Keberanian merupakan sifat khas manusia yang berbudaya dan mencintai kekudusan dan kesucian. Keberanian menandakan sifat manusia sebagai insan Tuhan yang mulia. Keberanian TNI dan rakyat semesta merupakan gambaran semangat hidup manusia Indonesia seluruhnya yang dikehendaki Tuhan demi keselamatan, kemerdekaan, kebebasan dan kekudusannya menuju keselamatan bersama Allah sendiri.

Pada zaman kemerdekaan ini, kita bisa merefleksikan tugas-tugas mana saja yang harus diselesaikan oleh TNI kita sebagai institusi dan alat negara yang kokoh dan kuat sepanjang sejarah perjalanan bangsa kita:

Pertama, TNI harus bersiap-siap juga menghadapi kemungkinan bahaya perang masa depan dengan perlengkapan (alusista) yang supercanggih, pola pikir yang lebih maju dan modern serta model-model perang modern yang up date pada zamannya. Maka berhadapan dengan perang masa depan yang supercanggih itu, TNI tertantang untuk meningkatkan keprofesionalan personel TNI dengan meningkatkan pendidikan di luar negeridan latihan-latihan bersama perang dengan negara-negara yang sudah maju persenjataan dan alusistanya.

Selain itu TNI perlu memajukan industri militer di negeri sendiri demi memenuhi kebutuhan alustista sendiri. TNI juga sedapat mungkin perlu meningkatkan hubungan-hubungan baru yang saling membutuhkan dengan negara-negara yang sudah maju persenjataannya. Hubungan yang mesrah dan harmonis itu menjadi faktor penting agar TNI dipermudah dalam memperoleh alustista yang lebih modern serta bantuan-bantuan militer yang perlu dan penting.

Kedua, komitment untuk berpartisipasi dalam menjaga perdamaian dunia harus terus ditingkatkan oleh TNI. Melalui komitment yang tinggi dan partisipasi aktifnya, TNI dapat membangun kerja sama yang positif dan serasi, serta salingtukar pengalaman tempur demi keamanan dan perdamaian dunia, regional danperdamaian dalam negeri sendiri. Selain itu melalui partisipasi aktif dalam misi PBB itu, TNI dapat meningkatkan pergaulan Internasionalnya dengan negara-negara lain yang sudah maju dan dengan demikian menjadi moment penting dalam memajukan dialog dan komunikasi yang harmonis dalam misi perdamaian dunia.

Ketiga, di dalam negeri sendiri, TNI menghadapi ancaman dan rongrongan dalam perang melawan terorisme. Hendaknya perlu kerja sama yang lebih padu dengan pihak Polri yang telah membentuk Densus 88 dalam menghadapi bahaya ancaman terorisme yang semakin tertata rapih. Pada prinsipnya TNI bersama bangsa Indonesia tetap antiterorisme.

Keempat, selain itu, ancaman berikut yang perlu dihadapi adalah meningkatnya konflik akibat SARA, separatisme di Papua dalam bentuk GPM dan RMS di Maluku serta konflik-konflik antar golongan dan aliran agama di Madura serta di daerah-daerah lainnya.

Kelima, TNI juga harus menjadi garda terdepan dalam kasus-kasus bencana yang dialami berbagai daerah di kawasan Indonesia. Kasus-kasus bencana alam dan tsunami merupakan kasus-kasus yang menjadi tanggung jawab negara dan TNI dianggap menjadi garda terdepan dalam upaya evakuasi dan bantuan pertolongan di medan bencana. Dan hal ini memang telah dilakukan TNI dengan terpuji dan luar biasa, seperti yang pernah dilakukan dalam musibah kapal jet buatan Rusia yang jatuh di gunung Salak, Bogor. Selain bencana alam dan kecelakaan, kemiskinan masyarakat juga merupakan bencana sosial yang perlu ditangani oleh TNI. Kemiskinan masyarakat berupa ketiadaan perumahan yang bersih dan sehat, pakaian dan makanan yang wajar juga merupakan bencana sosial yang harus ditangani TNI dalam alam kemerdekaan ini.

Keenam, TNI harus terus-menerus melakukan pembenahan dalam struktur dan keorganisasian TNI agar terlihat semakin rapih, bersihdan terpadu. Dengan terus membenah diri maka TNI makin meningkatkan kemampuan personilnya dalam kualitas diri dan keprofesionalan personil TNI yang sudah terkenal ke seluruh dunia.Pembenahan dalam personil militer haruslah semakin menunjukkan dirinya sebagai institusi yang terbuka/transparan, dinamis dan berkualitas sepanjang sejarah bangsa saat ini dan pada masa yang akan datang.

Demikian beberapa hal yang perlu dicatat dalam peringatan HUT ke-67 TNI pada hari ini.Dengan demikian semua komponen bangsa ini mengharapkan agar TNI semakin diterima dan dicintai masyarakatnya sendirimaupun masyarakat dalam kawasan regional, benua dan dunia. Kehadiran TNI di masyarakat di manapun harus mempu memberikan perlindungan, pembelaan dan pembangunan kualitas masyarakat sipil seperti yang telah ditunjukkannya selama ini.

Perjuangan TNI belum selesai pada zaman ini maupun pada zaman yang akan datang. Negara-negera yang dahulunya menguasai Indonesia dan daerah-daerah di kawasan reguional ini, memang sudah mengundurkan diri namun mereka kita akan kembali dengan aneka macam produk militernya yang supercanggih. Produksi persenjataan yang supercanggih kini dimiliki oleh negara-negara Eropa yang pernah menguasai kita dan kawasan ini. Jalinan pekerjaan mereka malahan kian maju dan berkembang pesat bila dibandingkan dengan 70 tahun yang lalu.

Inggris masih mendominasi industri pesawat tempur. Amerika Serikat malahan bertumbuh menjadi negara superpower yang tidak tertandingi lagi ketika Uni Sovyet runtuh. Teknologi negera-negara yang ketika perang dunia II berada bersama Belanda, sang agresor dan negara kolonial itu kini makin canggih bahkan supercanggih. Salah satu gejala yang menonjol adalah penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional pertama di dunia yang tentu saja menimbulkan dampak residu kolonial itu masih terasa bagi bangsa Indonesia.

Apa yang kita andalkan dalam perjuangan di bidang militer mempertahankan keutuhan dan kemerdekaan bangsa kita ini? Tiada yang kita andalkan hanyalah keberanian untuk terus berjuang pantang mundur. Keberanian untuk melakukan perjuangan baik dengan kata-kata/diplomasi, dengan fisik/militer maupun dengan kemandirian kita sebagai bangsa yang berbudaya. Maju pantang mundur hak kita diserang, maju serentak kita pasti menang. Dirgahayu TNI ke-67, semoga kau tetap canangkan perjuangan tanpa akhir hingga titik darah penghabisan bagi kemerdekaan tanah airku RI. Sebab RI adalah harga mati bagi kita semua bangsa Indonesia. Merdekaaaa…!

Belu, 05 Oktober 2012

                               _______________________________

 
 
 

Inm. Wolfgang Ndouk, SVD

Penulis: Blasius Mengkaka, S.Fil

Posted: Selasa, 2 Oktober 2012

Melalui beberapa Media Online di Internet, saya membaca sebuah peristiwa yang sangat menggemparkan telah menimpah komunitas imam keuskupan Ruteng, bahwa Pastor Gun Ndouk, SVD, yang bertahun-tahun menjadi dosen mata kuliah Sejarah Gereja di STFK Ledalero, prefek para frater SVD dan Pembantu Ketua I STFK Ledalero ditemukan meninggal dunia di kamarnya di rumah penginapan para imam keuskupan Ruteng deng an kondisi jenasah yang saat itu mulai menghitam.

Berita ini menjadi buah bibir semua alumni SVD dan para frater SVD, keluarganya, semua umat dan handai taulannya di seluruh dunia. Ironisnya kematian telah menjemput imam berumur 59 tahun dan ditahbiskan imam pada tahun 1983 dengan cara yang sangat tragis. Beliau baru ditemukan setelah meninggal 4 hari di kamarnya yang terkunci. Beberapa Media Online sempat menulis dengan judul yang menggemparkan yakni: Pater Gun Ditemukan Membusuk di Kamarnya,sebuah judul yang sangat menggemparkan dan membuat rasa takut semua orang yang membaca judul itu.

Setelah membaca berita-berita dari beberapa Media Online, saya seperti kurang yakin akan kepergiannya yang mendadak dan akan kondisi mayat sang pastor dan dosenku yang sedemikian rusak seperti pemberitaan Media-Media Online tersebut. Maka secara tanpa sadar dan dalam rasa duka sayapun menulis tanggapan di Wall Facebookku dan di Wall komunitas Facebook Ikatan Alumni SVD (IAS) dengan ringkasan tulisan seperti ini: Media harap jangan terlalu menulis berita yang membuat panik dan ketakutan umat katolik. Cobalah merubah judul berita itu seperti: Setelah Tiga Hari, Tiga Malam, Pater Gun Ditemukan Meninggal Dunia diKamarnya. Dengan membuat judul demikian, kita bisa meredam kepanikan, ketakutan, kekecewaan dan keputusasaan umat beriman. Hal itu patut dimaklumi sebab bagaimanapun juga, beliau adalah seorang gembala umat katolik dan seorang dosen yang segala gerak-gerik dalam hidupnya selalu diteladani. Sambil saya menaruh hormat terhadap kerja keras sahabat-sahabat para wartawan yang secara teliti terus memberitakan peristiwa ini, sehingga kami yang jauh dari tempat kejadian dapat mengetahui secara benar peristiwa yang menggemparkan ini.

Tulisan ini saya goreskan untuk mengenang sang imam, biarawan, misonaris, pembantu ketua bidang akademik, dosen Sejarah Gerejaku dan pembina para frater SVD di Seminari Tinggi Ledalero, Flores. Saya mengenal almarhum dalam 2 periode hidup saya di Ledalero yakni periode ketika saya menjadi frater SVD selama 2 tahun di Seminari Tinggi Ledalero dari tahun 1996 hingga tahun 1998. Periode yang terakhir adalah ketika saya hidup sebagai mahasiswa ekstern setelah mengundurkan diri dari SVD tahun 1998 dan selanjutnya berkuliah filsafat pada STFK Ledalero sebagai mahasiswa nonfrater dari tahun 1998-2002.

Apa yang saya kenangkan dari sang imam SVD ini? saya hanya mau sharingkan bahwa beliau adalah seorang imam SVD yang setiawan dan tegas pada prinsip hidupnya. Setelah berkaul pertama di Nenuk, kami berduapuluh satu pemuda generasi masa depan SVD bertolak dari Nenuk ke Ledalero, Flores untuk mulai belajar filsafat di STFK Ledalero sebagai seorang frater SVD yang baru saja berkaul pertama. Kegiatan awal di STFK Ledalero adalah penataran P4 yang diberikan oleh pemerintah kabupaten Sikka. Maklumlah bahwa pada saat itu adalah masa Orde Baru (Orba).

Peraturan Kopertis mengharuskan penataran P4 tersebut. Semua mahasiswa/i baru sebuah Perguruan Tinggi harus membuat Penataran P4 sebelum memulai kegiatan kuliah. Penataran P4 pun berlangsung sukses di mana pater Gun Ndouk, SVD termasuk salah seorang penatar kami ketika itu. Namun karena masih baru, saya sama sekali belum terlalu dekat dan mengenal beliau. Oleh para frater seangkatanku, beliau disapa sebagai Pater Gun atau Pater Puket 1 saja.

Setelah Penataran P4 selesai, kami para frater berkaul pertama dari SVD masih melaksanakan sebuah kegiatan yang cukup melelahkan yakni Grup Proses. Kegiatan ini berlangsung sesuai dengan program rumah Seminari Tinggi SVD Ledalero ketika itu. Dalam program itu dituliskan bahwa para frater berkaul pertama wajib mengikuti sebuah kegiatan yang bernama: Grup Proses. Kegiatan Grup Proses berlangsung di sebuah pantai yang bernama pantai Wairterang, sebuah pantai bertetangga dengan pantai Wodongbeach Kewapantai yang terkenal itu.

Pantai Wairterang merupakan sebuah pantai yang biasanya menjadi tempat dilangsungkan berbagai kegiatan para frater dan pater SVD dari Seminari Tinggi Ledalero. Dalam kegiatan yang bernama Grup Proses ini kami dibimbing oleh Pater Gun Ndouk dan Pater Yanuarius Lobo, SVD selama seminggu. Kegiatan kami di tempat itu adalah merenungkan tentang keluarga, kebudayaan, sifat dan adat istiadat yang mendukung dan tidak mendukung panggilan kami sebagai frater SVD. Dalam seminggu itu, kami makan dan tidur bersama di tepi pantai yang bila malam tiba, kami harus tahan dingin ditemani deburan ombak yang memecah pantai dalam keheningan malam dan di bawah terang rembulan.

Perayaan ekaristi bersama di pantai itu menjadi kenangan indah. Pada waktuitu Pater Gun rela duduk dengan kasulanya beralaskan tikar di tepi pantai Wairterang sambil beliau mempersembahkan misa bagi kami semua peserta Grup Proses yang merupakan frater berkaul pertama dari 2 novisiat SVD terbesar di SVD sejagat yakni novisiat SVD Nenuk dan novisiat SVD Kuwu, Ruteng, Manggarai. Bersama Pater Yan Lobo yang merupakan prefek para fater SVD dari unit St. Agustinus Wairpelit, prefekt para frater unit Gere ini menjadi pengkotbah dan pembimbing yang tenang.

Beliau sering-sering membubuhkan lelucon segar sehingga dalam kelelahan kegiatan Grup Proses tersebut, kami masih sempat tertawa lepas. Berbeda dengan Pastor Yan Lobo yang cenderung serius dan mahal senyum, sang imam Gun Ndouk selalu membuat kami merasa ad home, bersemangat dan selalu memotivasi keinginan untuk menjadi imam SVD.

Setelah Grup Proses selesai, kami kembali ke rumah Seminari Tinggi Ledalero dan beberapa hari berikutnyakami bertemu di aula para frater Seminari Tinggi Ritapiret dalam acara Lectio Brevis yang biasanya dilaksanakan pada awal perkuliahan di STFK Ledalero. Sesuai tradisi STFK Ledalero, Lectio Brevis akan dibawakan oleh Pembantu Ketua I (Puket I) STFK Ledalero yakni Pastor Wolfgang Ndouk, SVD.

Acara Lectio Brevis bersama Pater Gun selalu menarik karena beliau menjelaskan peraturan STFK Ledalero dengan jelas dan sering-sering membuat kami tertawa oleh kekhasnya. Kesan saya adalah beliau seorang yang teguh pada prinsip hidup dan memang hal itu dia buktikan hingga akhir hidupnya dalam kesendirian yang tragis di kamarnya.

Ketika kuliah memasuki semester VI, kelas kami bertemu lagi dengan Pater Gun Ndouk, SVD dalam Mata kuliah Sejarah Gereja I. Pater Gun selalu memberikan kuliah dengan suara yang jelas, keras, kalimat yang lancar serta dibumbuhi lelucon segar. Sesuatu hal yang sangat disukai oleh para mahasiswa/inya adalah bahwa Pater Gun lebih suka memberikan ujian herr secara lisan.

Ia gampang bermurah hati kepada para mahasiswa/inya dalam ujian lisan tersebut. Ini terjadi karena ia suka berjumpa dan menyapa dengan nama masing-masing para mahasiswa/inya. Meskpun nada suaranya sering terdengar tegas, melengking tinggi dan karena agak menakutkan kami. Namun dengan itu dia makin akrab dan mengenal dengan baik.

Bila beliau memberikan ujian lisan, maka semua peserta ujiannya selalu lulus meskipun hanya beberapa kalimat yang diucapkan benar. Para mahasiswa/inya mengatakan bahwa bukan mereka tidak tahu jawabannya, namun karena mereka merasa gugup dan segan terhadap Pater Gun. Terlihat di sini bahwa Pater Gun Ndouk, SVD menunjukan jati dirinya sebagai seorang yang murah hati dan menaruh kasihan terhadap kesulitan para mahasiswa/inya.

Pada awal tahun ajaran baru yaknitahun 1999, ketika mulai kuliah semester VII, saya mengalami peristiwa yang hampir membuat saya putus kuliah dari STFK Ledalero. Keterlibatanku di TRuK F (Team Relawan Kemanusiaan Wilayah Flores) untuk evakuasi para pengungsi atau korban politik dari eks propinsi Timor-Timur hampir mengakibatkan saya dikeluarkan sebagai mahasiswa filsafat pada STFK Ledalero, Flores.

Ceriteranya seperti ini: Ketika baru saja kuliah beberapa minggu sebagai mahasiswa semester VII, seorang aktivis mahasiswa mengajakku untuk bergabung dalam TruK F untuk evakuasi pengungsian eks propinsi Timor-Timur di wilayah Timor Barat, NTT. Maka tanpa sepengetahuan STFK Ledalero, saya meninggalkan kuliah bersama beberapa adik kelas lalu berangkat ke kamp-kamp pengungsian di Timor Barat. Di wilayah Timor Barat, NTT itu, kami bekerja untuk mendroping bantuan seperti membantu mengobati luka-luka dan penyakit-penyakit para pengungsi, membagikan tikar, bantal, makanan, minuman, pakaian dan obat-obatan dari kamp ke kamp pengungsian. Kami juga berdialog, menghibur dan berdoa bersama para penghuni kamp itu.

Menjelang akhir bulan Oktober 1999, saya memutuskan untuk kembali ke tempat kuliah saya di STFK Ledalero, Flores untuk mulai kuliah lagi. Namun aktivitasku telah diketahui pimpinan STFK Ledalero dan ketika hendak memasukan surat lamaran untuk ujian semester VII, saya mendapatkan SK pimpinan STFK Ledalero bahwa saya harus membatalkan lamaran ujian semester dan selanjutnya saya mendapatkan sanksi skorsing selama satu semester.

Dalam persoalanku ini, saya sering berurusan dengan Puket I yakni Pater Gun SVD untuk meminta keringanan hukuman.Sayapun berpendapat secara pribadi bahwa demi menegakan sebuah peraturan terlihat Pater Gun kurang mendengarkan pembelaan pribadi saya. Menurutnya keputusan pimpinan STFK Ledalero sudah final dan tidak bisa dibatalkan. Dialog saya bersama dengan Pater Gun selalu gagal karena terlihat beliau tetap kukuh dengan soal tata tertib STFK Ledalero. Segala persoalan menyangkut kegiatan perkuliahan tidak boleh dibicarakan di kamarnya di Ledalero.

Terlihat di sini bahwaberhadapan dengan soal peraturan dan kedisiplinan Pater Gun sungguh sangat tegas dan teguh pada pendirian. Beliau sadar bahwa kedisiplinan dalam ruang kuliah dan taat terhadap peraturan dan tata tertib Sekolah Tinggi merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pencapaian kualitas pendidikan tinggi pada STFK Ledalero yang sudah berusia lama dan kualitasnya telah mendunia ini.

Terhadap keputusan-keputusan pimpinan STFK Ledalero, beliau tak kenal kompromi dengan siapapun. Ketegasan sikapnya sungguh luar biasa. Ketika pada awal melaksanakan sanksi skorsing selama semester, saya sempat melayangkan secara tertulis surat permohonan maaf kepada pimpinan STFK Ledalero yang salah satunya adalah Pater Gun. Kesan saya ialah bahwa beliau menjalankan kepemimpinan dengan penuh disiplin, tegas, tanpa kompromi namun berhati lembut dan rendah hati. Permohonan maafku ditanggapinya dalam diam dan kedalaman jiwa pengampunannya.

Maka saya yakin Pater Gun telah memaafkanku. Itulah sebabnya pada tanggal 6 Juli 2000, saya dapat menyelesaikan ujian skripsiku di Ledalero dengan sukses. Selanjutnya pada bulan Desember 2001 saya menyelesaikan sisa kuliah mimbar saya pada semester VII dan seterusnya mengikuti ujian akhir pada bulan dan tahun itu juga. Pada tanggal 04 Maret 2002 saya telah dinyatakan lulus S1 dari STFK Ledalero dan selanjutnya diperbolehkan mengikuti wisuda S1 STFK Ledalero pada tanggal 07 Mei 2002.

Selamat jalan Pater Gun. Kami semua mendoakan istirahatmu yang abadi. Selamat jalan imam, misionaris dan biarawan SVD yang setiawan, teguh pada prinsip hidup, jujur, tulus dan berhati mulia. Kami memaafkan semua kekilafanmu bila mungkin telah Pater Gun lakukan bagi kami. Kami juga memohon maaf atas segala kesalahan yang telah kami lakukan pada Pater, baik dengan pikiran, perkataan maupun perbuatan. Marilah kita semua saling memaafkan.

Semoga Pater Gun dapat beristirahat dalam damai abadi bersama Tuhan yang pater imani seumur hidup. Semoga dari surga, Pater Gun tetap mendoakan kita yang masih berjuang dalam ziarah hidup di dunia ini. Amin.

Belu, 02 Oktober 2012

                              ___________________________________