Category Archives: Topik-Topik Bahasa Jerman

Landkarte der Deutschsprachtigen Laender in Europa

Penulis: Blasius Mengkaka

Posted: Jumat, 21 Maret 2014

 

Bahasa Jerman digunakan sebagai bahasa ibu (Muettersprache) di empat (4) negara di benua Eropa yakni Jerman (Deutschland), Oesterreich, Schweiz dan Liechtenstein. Deutschland (Jerman) ialah sebuah negara berbentuk Republik Federal (Bundestaat) dengan 16 negara bagian (Bundeslaendern). Ibu kota Jerman ialah Berlin. Negara-negara yang berbatasan dengan Jerman ialah Danemark, Polandia, Ceko, Slavakia, Austria, Swiss, Perancis, Luxemburg, Belgia dan Nederland. Austria adalah sebuah negara berbentuk Republik Federal (Bundestaat) dengan 9 negara-negara bagian.

Ibu kota negara Austria ialah Wien (Vienna, Winna). Negara-negara yang berbatasan dengan Austria ialah Ceko (Tschechisch), Slavakia (Slowakische), Ungaran, Slovenia, Italien, Schweiz, Liechtenstein dan Jerman. Schwiez adalah sebuah negara berbentuk Republik Federal dengan 23 Kanton (negara bagian). Ibu kota Swiss ialah Bern. Negara-negara tetangga Swiss ialah Austria, Italia, Perancis, Liechtenstein dan Jerman. Liechstenstein adalah sebuah negara kepangeranan (Fuerstentum) dengan ibu kotanya ialah Vaduz. Liechstenstein ialah sebuah negara terkecil (der kleinsten Staaten) di dunia. Negara-negara yang bertetangga dengan Liechstenstein ialah Swiss dan Austria.

                             _________________________

Reichskristallnacht

Penulis: Blasius Mengkaka

Posted: Jumat, 21 Maret 2014

Pada tanggal 9-10 November setiap tahun, dunia kembali termenung sejenak dan mengarahkan perhatian ke Jerman. Sejarah menulis bahwa pada 9 November 1938 atau 75 tahun yang lalu, merupakan hari yang menentukan bagi Jerman di mana pada tanggal itu persisnya pada tengah malam 9 November 2013 seluruh sinagoga, toko, apartemen Yahudi di seluruh Jerman dan Austria dihancurkan. Inilah yang disebut peristiwa Reichskristallnacht. Peristiwa Reichskristallnach ialah peristiwa di mana ratusan rumah ibadah orang Yahudi dijarah, dirusak dan dibakar. Orang-orang Yahudi dipermalukan di jalan, dipukuli dan dibunuh hanya karena mereka ialah orang Yahudi.

Pada tanggal 10 November 1938, sekitar 30.000 warga Yahudi ditangkap dan dibawa ke kamp konsentrasi Dachau, Buchenwald dan Sachsenhausen. Mereka kemudian dibunuh secara kejam. “Keadaan Jerman dan Austria seperti menghidupkan secara nyata budaya barbarisme”, tulis seorang diplomat Herman Simon. Seorang diplomat Italia menulis pada 16 November 1938, “Tidak terbayangkan bahwa 500.000 orang setiap hari ditembak, dipaksa bunuh diri atau terkunci dalam kamp konsentrasi raksasa”

Kekerasan fisik, pembunuhan dan intimidasi terhadap orang Yahudi di Jerman telah terjadi di Jerman semenjak bangkitnya Nazi Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler pada tahun 1933. Sejak bangkitnya Nazi Jerman, semua kegiatan publik orang Yahudi dibatasi, banyak yang kehilangan mata pencaharian pokoknya. Pada tahun 1935, Adolf Hitler meluncurkan Undang-Undang (UU) Nuerenberg 1935, di mana dalam UU Nuerenberg 1935 berisi pembatasan kegiatan publik kaum Yahudi di Jerman. Awal mula peristiwa Reichskristallnacht pada tanggal 9 November 1938, bermula dari peristiwa pembunuhan diplomat Jerman Ernst von dem Rath pada tanggal 7 November 1938 di kota Paris, Perancis. Pembunuh diplomat Jerman Ernnst vom Rath di Paris ialah seorang remaja Yahudi yang bernama Herschel Grynszpan.

Segera setelah pembunuhan diplomat Jerman Ernst vom Rath, semua radio Jerman melaporkan berita tersebut. Sejak saat itu kerusuhan dengan motif anti Yahudi menyebar ke beberapa kota di Jerman. Dua hari setelah pembunuhan diplomat Jerman Ernst vom Rath, Adolf Hitler, sang pemimpin Nazi Jerman memberikan perintah secara pribadi untuk penghancuran orang Yahudi. Di kota Muenchen, Jerman, di mana para pemimpin Nazi berkumpul untuk perayaan peringatan kudeta Hitler, Menteri Propaganda Joseph Gobbels menyampaikan pidato yang mana isinya berupa perintah untuk penghancuran toko-toko Yahudi, sinagoga-sinagoga (sinagoga ialah tempat ibadah orang Yahudi). Ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar seperti Berlin, Koln, Hamburg dan Frankfurt namun juga di kota-kota kecil dan desa-desa di seluruh Jerman. Peristiwa ini disaksikan oleh dunia, Jerman dan anak-anak Yahudi, seperti yang dikisahkan oleh W. Michael Blumental, Direktur Museum Yahudi. W. Michael Blumental menggambarkan persitiwa Reichskristallnacht sebagai peristiwa yang amat mengerikan yang telah menimpa kaum Yahudi di Jerman dan Austria.

                    ______________________________________

Freiwilliger Wehrdienst (FWD)

                    Penulis: Blasius Mengkaka

                    Posted: Jumat, 21 Maret 2014

   

Pasukan Militerdienst Jerman sebagai cikal bakal lahirnya militer sukarela Jerman Freiwilliger Wehrdienst (FWD) (Foto: Spiegel.de)

Sejak peraturan wajib militer (Militerdienst) dihapus oleh pemerintah Jerman pada bulan Juli 2011, sejak saat itu pula pemerintah Jerman meluncurkan program pelatihan militer sukarela yang disebut Freiwilliger Wehrdienst (FWD). Dengan mengikuti pelatihan militer sukarela, orang bisa mengenal lebih dekat militer Jerman yang disebut Bundeswehr. Para peserta program militer sukarela (Freiwilliger Wehrdienst) bisa mengikuti program Freiwilliger Wehrdienst (FWD) hingga 23 bulan. Selama masa itu, mereka mendapatkan berbagai pelatihan dan bisa menggunakan berbagai fasilitas militer Jerman Bundeswehr. Tentara Jerman Bundeswehr menjadi pelatih dan penyeleksi para Freiwilliger Wehrdienst (FWD). Jika dianggap tidak cocok, pasukan Jerman Bundeswehr bisa memberhentikan para Freiwilliger Wehrdienst (FWG). Sejak program ini berlaku pada bulan Juli 2011, sebanyak 30% para sukarelawan Freiwilliger Wehrdienst (FWD) meminta berhenti dalam program militer sukarela. Dari antara jumlah itu, ada juga anggota Freiwilliger Wehrdienst (FWD) yang diberhentikan oleh tentara Jerman Bundeswehr.

                                     Bundeswehr(Foto: DW.de)

Terdapat sejumlah anggota Freiwilliger Wehrdienst (FWD) yang meminta berhenti dari latihan militer karena merasa bahwa pelatihan militer begitu keras dan memerlukan stamina yang tinggi. Mereka membayangkan suasana yang lebih santai. Ada juga yang memiliki rencana untuk melanjutkan kuliah atau telah mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Beberapa anggota Freiwilliger Wehdienst diberhentikan oleh tentara Jerman Bundeswehr karena kondisi kesehatan mereka yang kurang bagus dan stamina tubuh yang kurang memenuhi syarat. Hal itu karena dalam masa penerimaan, tentara Jerman Bundeswehr hanya memiliki waktu sejam untuk menyeleksi calon Freiwilliger Wehrdienst. Setelah masa menjadi anggota tentara militer sukarela Freiwilliger Wehrdienst selesai, terdapat sekitar 30% anggota tentara sukarela Freiwilliger Wehrdienst (FWD) yang memutuskan untuk tetap bertugas sebagai tentara tetap di militer Jerman Bundeswehr.

             __________________________________________________

 Foto dan berita: www.Dw.de dan Spiegel.de

Cara Belajar Bahasa Jerman Bagi Pemula

Penulis: Blasius Mengkaka, S.Fil

Posted: Sabtu, 14 April 2012

Pelajaran bahasa Jerman di Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan sebuah pelajaran sebagai les pilihan bahasa asing. Dalam Kurikulum untuk program bahasa disebutkan bahwa dalam program bahasa, pelajaran bahasa ( bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan sebuah bahasa asing) merupakan pelajaran yang harus diberikan secara intensif kepada para siswa mulai dari kelas X.

Setiap SMA boleh memilih sendiri salah satu pelajaran bahasa asing yang disukai atau dipertimbangkan merupakan bahasa yang bermutu dan berguna bagi kehidupan para siswa sendiri. Tidak diwajibkan bahwa semua SMA di Indonesia memilih bahasa Jerman sebagai salah satu bahasa asing pilihan.

Ada terbuka kemungkinan mereka memilih bahasa-bahasa lain selain bahasa Jerman sebagai bahasa pilihan, misalnya bahasa Mandarin, bahasa Jepang, bahasa Arab, bahasa Perancis, bahasa Belanda, bahasa Italia, Bahasa Spanyol, bahasa Portugis, dll.

Bahasa-bahasa itu bisa diambil sebagai salah satu bahasa yang akan digunakan sebagai bahasa pilihan bagi program bahasa asing di Kelas X, XI dan kelas XII. Hendaknya pemilihan bahasa asing itu telah diperhintungkan secara matang, akan akibat dan kontribusi bahasa asing itu bagi kemajuan, kesejahteraan dan peradaban bangsa Indonesia.

Bahasa Jerman merupakan sebuah bahasa resmi dari negara Jerman yang secara kultural, demokrasi, militer, religius dan ekonomi sangat dekat dengan bangsa Indonesia sejak berabad-abad sebelumnya. Malahan hubungan diplomatik RI-Jerman hingga saat ini merupakan hubungan yang tergolong lama dengan usia hubungan diplomatik RI-Jerman mencapai usia 60 tahun pada tahun 2012 ini.

Hal ini berarti hubungan yang mesrah antara kedua negara telah bertahan hingga jangka waktu yang lama dan mungkin akan bertahan selamanya. Kemajuan dan kesejahteraan kedua negara saling bergantung sejak lama. Secara politik, Jerman memainkan peranan yang sentral sejak zaman lampau hingga saat ini. Keterlibatannya dalam perang dunia II dan kekalahannya dalam perang dunia II menjadi sebuah titik tolak sejarah yang mencakup seluruh dunia.Dalam masa damai ini pun Jerman memaikan peranan strategis di bidang ekonomi dan pembangunan, khususnya wilayah Eropa. Kontribusinya yang besar dalam Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) memungkinkan Jerman memiliki perkembangan ekonomi paling penting di dunia setelah China.

Pembelajaran bahasa Jerman di Indonesia dititikberatkan pada membaca pemahaman dengan orientasi pada penguasaan secara lisan dan tulisan. Selain itu perlu dijelaskan tentang Jerman dan segala kemajuannya yang telah dicapainya di bidang pendidikan, ekonomi, agama khususnya teologi Kristen, filsafat, sosiologi, modernisasi dan teknik. Pengenalan tentang Jerman dan segala keunggulan bangsa itu membantu kita agar kita dapat lebih maju dan memiliki tingkat kehidupan dengan kualitas yang tinggi pula.

Setelah kita belajar kita perlu membangun opini yang kontrasip antara Indonesia dan Jerman agar kita menemukan kebaikan dan kelemahan kita sendiri. Terhadap kebaikan kita mengusahakan untuk semakin memupuk dan meningkatkan kebaikan itu, sedangkan sebagai kelemahan kita perlu meningkatkan dan memperbaiki kelemahan yang ada. Pembelajaran bahasa asing di Indonesia juga demi memupuk semangat toleransi antara sesama negara di dunia. Semangat toleransi berarti semangat saling menghormati, saling percaya satu sama lain, saling kerja sama dalam suasana pergaulan internasianal yang sehat dan harmonis.

Sebagai sebuah les pilihan bahasa asing, bahasa Jerman telah diujikan sejak lama dalam Ujian Akhir Nasional (UAN). Maka dengan sendirinya bagi sekolah yang memilih bahasa Jerman sebagai les pilihan bahasa asing, bahasa Jerman telah menjadi pelajaran yang sangat menentukan dalam keberhasilan Ujian Akhir Nasional tersebut.

Bila para siswa itu memiliki nilai UAN bahasa Jerman rendah, maka dengan sendirinya mereka diragukan untuk bisa maju atau lulus dalam UAN. Sebagai bahasa yang diujikan dalam UAN, bahasa ini sangat menentukkan hasil akhir kelulusan para siswa khususnya untuk Program Study Bahasa (Kelas Bahasa).

Sekarang ini, semua siswa di SMA Kristen Atambua diberikan kesempatan untuk belajar bahasa Jerman. Bahasa Jerman diajarkan sejak kelas X untuk semua kelas yang ada. Pengajaran bahasa Jerman di kelas X diberikan sebanyak 2 X 45 menit setiap minggu, 4 x 45 menit untuk kelas XI program bahasa dan 4 X 45 menit untuk program bahasa pada kelas XII.

Dibandingkan dengan bahasa Inggris yang diajarkan sejak bangku TK, bahasa Jerman sebagai bahasa pilihan baru saja diajarkan ketika para siswa menginjakkan bangku SMA kelas X. Maka boleh dikatakan bahwa bahasa Jerman yang diajarkan bagi para siswa pemula ini, dimulai dari dasar sekali yakni dari huruf-huruf baik huruf vokal tunggal, vokal rangkap, konsonan tunggal, konsonan rangkap, vokal-vokal khusus dan seterusnya. Hal ini membutuhkan ketekunan yang besar bukan hanya bagi para siswa, namun juga bagi para guru.

Dalam hal ini butuh kesabaran dan ketabahan yang luar biasa menghadapi ulah dan kelakukan dari para siswa sendiri. Kesulitan dari guru adalah bagaimana menyajikan grammatik (tata bahasa), cara mengucapkan vokal dan konsonan itu, cara membaca teks-teks dan seterusnya. Hal ini membutuhkan keterampilan membagi waktu yang ada. Untuk itu, peranan RPP menjadi sangat penting bagi guru dan siswa. RPP yang ada bisa diperbanyak dan dibagikan kepada seluruh siswa yang mengikuti kegiatan belajar tersebut.

Pada tahab awal pertemuan itu hendaknya guru selalu memotivasi para siswanya untuk memperbanyak penguasaan dan perbendaharaan kata-kata bahasa Jerman. Pada umur muda seperti usia remaja SMA itu, para siswa memiliki kemampuan menghafal yang luar biasa.

Maka selalu diusahakan agar mereka memiliki cukup penguasaan kata-kata bahasa Jerman dengan menghafal menggunakan sistem sehari minimal 5 kata, dan maksimal 10 kata bahasa Jerman yang berbeda. Dengan demikian dalam tempo seminggu para siswa itu seudah memiliki 35 hingga 70 kata bahasa Jerman, dan selama sebulan mereka memiliki 80 hingga 280 kata bahasa Jerman dalam otak nya. Usaha menghafal bahasa Jerman hendaknya selalu dibuat secara terus-menerus sepanjang hari hingga satu, dua dan tiga tahun pembelajaran bahasa Jerman. Penguasaan kata bahasa Jerman ini menjadi penting agar mereka bisa mengikuti proses pembelajaran bahasa Jerman selanjutnya.

Bila daya penguasaan kata-kata bahasa Jerman lemah, maka dengan sendirinya kemampuan untuk menguasai bahasa Jermanpun menjadi lemah. Menguasa bahasa Jerman selalu dengan menguasai banyak kata-kata yang ada. Tanpa kata-kata memang agak sulit berbicara, meskipun sekarang ini, kita sudah dipermudah oleh terjemahkan secara cepat dalam google translate di internet, namun selalu dibutuhkan kemapuan mandiri dalam bahasa Jerman.

Seperti yang anda lihat dalam Websiteku ini, ada layanan google translate yang mampu menterjemah bahasa Indonesia ke dalam 18 bahasa asing di seluruh dunia dalam waktu yang singkat. Namun bila anda tidak menggunakan google tranlate, misalnya dalam percakapan langsung face to face atau lewat Handphone, tentu kemampuan bahasa Jerman aktif sangat dibutuhkan sekali.

                  _________________________________________

Sekilas Perbandingan Tata Bahasa Indonesia dan Jerman

Dalam UU tentang Sistem Pendidikan Nasional tahun 1989 menekankan agar pengajaran bahasa Jerman untuk para siswa SMA di Indonesia dimaksudkan untuk pertama-tama meningkatkan keterampilan reseptif dan produktif yang mengutamakan keterampilan membaca yang dicapai dengan belajar mandiri dan mengembangkan strategi membaca pemahaman dan yang kedua adalah mengembangkan sikap toleransi terhadap kebudayaan asing, atau hal-hal yang berbau asing.

Continue reading Sekilas Perbandingan Tata Bahasa Indonesia dan Jerman