Category Archives: Hankamnas

Makin Didemo, Ahok Makin Kuat Posisinya

Sebagai orang awam politik, saya yakin bahwa Indonesia ialah negara yang damai tidak mungkin dalam negara yang damai ini ada kelompok atau individu yang mengatur skenario kerusuhan dari rumah. Massa yang berdemo pada tanggal 4 November 2016 ialah orang-orang yang baik. Kelompok FPI datang untuk tujuan damai dengan menggelar kekuatan demo untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.

Wartawan BBC yang meliput langsung kejadian memberikan kesaksian, “unjuk rasa anti Ahok pada 4 November yang semula berlangsung damai akhirnya berbuntut kerusuhan”. Kerusuhan jelas bersifat accident, artinya tanpa direncanakan sebelumnya. Mungkin ada gerakan liar beberapa pendemo membuat segelintir massa tergoda untuk melakukan kegiatan anarkis.  

Continue reading Makin Didemo, Ahok Makin Kuat Posisinya

Aneh, Mengapa Pelaku Pembunuhan Nenek Dominika Bete (85) Belum Juga Diungkap Polisi?

Mengendus Pelaku Pembunuhan Nenek Dominika
     Hingga artikel ini dibuat (Minggu 3/1/2016), rahasia di balik kematian nenek Dominika belum benar-benar terungkap oleh Polisi. Dugaan sementara bahwa nenek Dominika meninggal akibat pencurian dan kekerasan memang telah terbukti dengan adanya hasil Visum et Repertum RS Maria Virgo Halilulik di mana nenek Dominika meninggal akibat luka memar pada tubuhnya namun para pelaku pencurian dan pembunuhan itu benar-benar masih kabur. Setelah penguburan yang saya saksikan langsung, beberapa kerabat nenek Dominika telah dipanggil polisi untuk dimintai keterangan sebagai saksi, mereka itu ialah 2 orang tetangga korban yakni Paulus Teti dan Mateus yang dipanggil sebagai saksi, selain itu ada saksi anak angkat korban yakni Servi Milat, juga beberapa saksi dipanggil antara lain: Marsel Hale, dan isteri dari Servi Milat.

Continue reading Aneh, Mengapa Pelaku Pembunuhan Nenek Dominika Bete (85) Belum Juga Diungkap Polisi?

Duh, Semalam (9/9/2015) Nenek Tetanggaku Dirampok dan Dibunuh

    Aksi pencuri dan perampok di Belu-NTT makin sadis dan tak berperikemanusiaan. Kamis pagi 9/9/2015, orang-orang lingkungan kami terperanjat dan terkejut bukan main. Pencurian disertai kekerasan telah menimpa tetangga kami seorang nenek tua, yakni nenek Dominika Milat (85 tahun) yang sehari-hari sudah seperti keluarga kandungku sendiri. Beliau ialah isteri dari mendiang Gregorius Rohan, mantan guru SDKu. Makam almarhum pak Goris terletak di samping makam ayahku. Tadi malam, pencuri mencongkel jendela rumahnya lalu masuk ke dalam rumah dan membuka pintu kamarnya dengan paksa.

Continue reading Duh, Semalam (9/9/2015) Nenek Tetanggaku Dirampok dan Dibunuh

Rakyat Papua Harus Menerima Konsep Pertahanan Nasional, Bukan Teritorial

     Pernyataan Sekda Pemkab Tolikara Dance F Flassy yang dimuat dalam Kompas.com pada 24 Juli 2015 berjudul Tokoh Papua Minta Dua Tersangka Insiden Tolikara Tak Ditahan, cukup menarik untuk dikaji. Dalam pernyataannya, salah satu tokoh penting pemerintah Kabupaten Tolikara itu mempertanyakan, mengapa warganya ditembak tanpa bisa melakukan perlawanan. Beliau berkata, “Apa di tempat lain penanganannya kalau ada bentrok seperti itu? Mengapa kalau di Papua selalu kejadiannya warga ditembak?” kata Dance. Bagi saya Pernyataan Sekda Pemkab Tolikara ini menyuarakan rahasia dan akar paling fundamental dari keseluruhan persoalan di Papua di mana selama lima Dasawarsa, selalu terjadi tembak-menembak antara aparat TNI/POLRI dengan gerombolan bersenjata dan rakyat yang berada dalam gerombolan telah menjadi korban. Sebagai insan berilmu, saya paham pernyataan Sekda Pemkab Tolikara. Sayangnya sebagai tokoh pemerintah, beliau tidak bisa mengerti alasannya. Seharusnya sebagai petugas pemerintah dia harus menjelaskannya kepada masyarakat Tolikara.

Continue reading Rakyat Papua Harus Menerima Konsep Pertahanan Nasional, Bukan Teritorial