Category Archives: Internasional

Donald Trump Memenangkan Pilpres AS

 

Google Indonesia telah berjasa ikut membantu melaporkan hasil Pemilu AS 2016 secara Live. Tanpa sengaja saya sendiri yang menemukan Fitur ini saat berselancar di dunia maya. Saat mengklik, tanpa saya duga, di layar Google Indonesia yang baru saja saya klik tertulis: Hasil Pemilu AS 2016 lalu muncul data-data lengkap yang berisi semua laporan Live dengan catatan akhir sumber diambil dari AP.

Luar biasa, dengan Live, saya hampir sepanjang hari dapat memantau hasil Pemilu AS 2016 dan dapat mengontrol berita-berita baik di Internet, maupun di TV. Soalnya banyak tulisan di Internet, sangat terang memihak Hilary Clinton. Saya kurang percaya. Sejak bulan Juni 2016, saya yakin bahwa Donald Trumplah yang memenangi pemilihan kursi Presiden AS.

Continue reading Donald Trump Memenangkan Pilpres AS

Pemikiran Dunia Baru Versi Donald Trump Mungkin Akan Menguasai Dunia di Abad 21

Seandainya kriteria kepemilikan properti sebagai syarat lain dari keterpilihan Presiden AS dalam pemilihan Presiden AS pada bulan November tahun 2016 mendatang, maka barangkali Donald Trumplah calon Presiden AS yang paling layak dipilih. Sebab di atas kertas, Donald Trump memiliki kerajaan bisnis properti tanpa tandingan dari antara para Capres AS saat ini. Dia terdaftar sebagai orang terkaya di urutan 405 di daftar orang terkaya sedunia versi majalah Forbes. Ia menguasai berbagai properti seperti real estate, olah raga dan hiburan.

Continue reading Pemikiran Dunia Baru Versi Donald Trump Mungkin Akan Menguasai Dunia di Abad 21

Semangat Internasionalisasi Web Melalui The Bobs

                              Penulis: Blasius Mengkaka                                      Posted: Kamis, 3 April 2014

                                   BOBS_jury_600x240px-2

                         Kompetisi Web lintas bahasa sedunia (Foto: Thebobs.com)

     TheBobs.com ialah Continue reading Semangat Internasionalisasi Web Melalui The Bobs

Teka-Teki Keberadaan Seniman Uyghur Muhemmedjan Abdullah Dalam MAS MH370

 Pendahuluan

     Gerakan separatis Uyghur, sudah menjadi pengetahuan umum merupakan gerakan separatis China yang bersandar pada daerah otonomi Turkestan Timur yang disangka melakukan serangkaian teror dan pembunuhan di China. Ketika pesawat MAS MH370 hilang, nama Mehemmedjan Abdullah atau Memetjan Abdullah ramai diperbincangkan orang karena ia berada di dalam pesawat MH370 dalam penerbangan ke Beijing sebelum hilang hingga saat ini sejak 8 Maret 2014.

Siapakah Figur Sesungguhnya Dari Muhemmedjan Abdullah?

Continue reading Teka-Teki Keberadaan Seniman Uyghur Muhemmedjan Abdullah Dalam MAS MH370

Gerakan Separatis Uyghur Mungkin Terlibat Pembajakan MH370?

                            Oleh: Blasius Mengkaka

                           Posted: Selasa, 18 Maret 2014

     Media CNN melaporkan bahwa pemerintah China telah mengumumkan bahwa salah satu warganya yang bertindak sebagai penumpang MAS MH370 yang hilang itu mungkin telah terlibat dalam pembajakan atau terorisme. Pemeriksaan latar belakang dari semua penumpang dari daratan China telah menemukan apa- apa yang mendukung kecurigaan tersebut. Hal itu dikatakan oleh Duta Besar China untuk Malaysia, Huang Huikang pada hari ini Selasa, 18 Maret 2014 yang diberitakan oleh Kantor Berita China Xinhua.

     Pihak berwewenang mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki 239 penumpang pesawat MAS MH370 yang menghilang 10 hari yang lalu. Menurut Maskapai Penerbangan MAS, dari antara 227 penumpang biasa, 153 berasal dari daratan China, dalam hal ini Hongkong. Salah satu dari dua koridor panjang di mana pihak keamanan mendetekti kontak terakhir radar militer dengan pesawat naas itu, mengatakan bahwa pesawat terakhir terdeteksi di atas Xinjiang, dan laporan yang tidak resmi menyebutkan bahwa kemungkinan gerakan separatis Uyghur terlibat dalam pembajkaan pesawat MAS MH370.

     Pihak berwenang China telah menuduh gerakan separatis Uyghur telah melancarkan serangan teror bulan ini, di mana delapan penyerang bersenjata pisau panjang telah menyerbu stasion Kunming, sebuah kota di barat daya China yang menewaskan 29 orang dan melukai lebih dari 140 orang.

     China mengatakan bahwa mereka telah melakukan pencarian pesawat MAS MH370 di bagian wilayahnya yang masuk  koridor utara dengan cara menyebaran satelit China dan berbagai sumber daya atau asetnya. Para analis mengatakan bahwa siapapun yang menerbangkan pesawat ialah seorang yang ahli yang berpengetahuan tentang sistem pesawat, demikian yang ditulis Harian The New York Times

     Sebelum kejadian hilangnya MAS MH370 dalam bulan Maret 2014, gerakan separatis Uyghur dari Turkestan Timur telah melakukan penyerangan di sebuah stasion kereta api di Kunming di China. Banyak pengamat mengatakan menghilangnya pesawat MAS MH370, yang di dalamnya terdapat 137 penumpang asal China mungkin dapat dihubungkkan dengan gerakan separatis Uyghur yang memiliki keterkaitan dengan Taliban dan Alqaidah.

     Sejauh ini, masih ada pro kontra terhadap misteri hilangnya MAS MH370 dari kemungkinan keterkaitan dengan aktivitas terorisme atau tidak. Pihak Malaysia dan Indonesia yang telah berhasil menekan aktivitas terorisme, sejauh ini masih belum mengakui keterkaitan terorisme asal Malaysia dan Indonesia, dan mengatakan bahwa pelaku pembajakan mungkin karena melakukan upaya bunuh diri, membajak demi alasan ekonomi atau motivasi lainnya yang akan dibuktikan seiring dengan perjalanan waktu.

     Sejauh ini hanya China merupakan negara yang mengklaim bahwa ada kemungkinan hubungan kehilangan MAS MH370 dengan aktivitas terorisme Uyghur dari wilayah Turkistan Timur, wilayah China. Hal itu dilatarbelakangi oleh aktivitas terorisme di China yang menewaskan sekitar 29 orang dan melukai140 orang pada bulan Maret ini. Sebagaimana diberitakan bahwa dari 227 penumpang biasa MAS MH370, 153 penumpangnya berasal atau berkewarganegaraan China.

                    __________________________________________

Menyimak Motif Pelaku Pembajakan MAS MH370

                             Oleh: Blasius Mengkaka

                           Posted: Selasa, 18 Maret 2014

    Hari kedelapan pencarian MAS MH370 berlalu. Kita memasuki hari kesembilan dalam upaya pencarian terhadap pesawat MAS MH370. Indonesia diberitakan menghentikan sementara pencarian namun kemudian memulai lagi pencarian dengan mengerahkan 6 pesawat tempur dari TNI-AU yakni F 16-nya. Hasil pencarian belum juga membuahkan tanda-tanda keberhasilan. Dunia menjadi menanti penuh was-was. Berita terakhir mencatat bahwa hampir semua analisis sepakat pesawat mungkin dibajak oleh salah seorang pilot terlatih. Dugaan terhadap kemungkinan pembajakan oleh teroris juga bermunculan. Namun para analis menilai bahwa dugaan pembajakan yang dilakukan oleh teroris tidak mungkin.

     Alasannya ialah bahwa para teroris yang selama ini beroperasi di Malaysia dan Indonesia telah berhasil tunduk kepada aparat keamanan, terlebih Indonesia. Para aktivis teroris baik di Malaysia dan Indonesia saat ini sedang tidak berdaya sama sekali akibat ditekan dan terus diawasi oleh aparat keamanan baik di Malaysia maupun Indonesia. Lagipula kalau kita bercermin kepada peristiwa pembajakan oleh para teroris salah satunya peristiwa pembajakan terhadap pesawat sebelum para pembajak membawa pesawat itu ke WTC dan Pentagon pada 11 September 2001, para teroris memiliki pesan politik, dan beberapa saat kemudian berdasarkan pesan politik itu, langsung diperoleh kelompok pelakunya yakni Alqaida, Taliban ataupun Jemaah Islamiyah.

     Menginjak hari kedelapan dan sembilan, tidak ada pernyataan politik kelompok kiri yang menyatakan bertanggung jawab terhadap kehilangan MAS MH370. Dengan ketiadaan pesan politik dari kelompok yang berada di belakang pembajakan, maka perkiraan bahwa pelaku pembajak berasal dari teroris menjadi tidak disepakati. Lagi pula, belajar dari sasaran penyerangan terorisme yang melanda Indonesia selama ini seperti Bom Bali I,II, pemboman JW Marriot dan Rittz Carlton, selalu yang menjadi sasaran ialah warga negara asing. Sementara dalam peristiwa pembajakan, penumpang terbanyak ialah warna negara China. Ini menunjukan perubahan motivasi pelaku pembajakan.

     Aktivitas terorisme di wilayah negara manapun, umumnya selalu sama. Mereka membajak pesawat atau membom lalu setelah beberapa hari kelompok pelaku mengirimkan pesan politik tertentu kepada pemerintah. Hal yang kita tidak temui dalam peristiwa pembajakan MAS MH370 ini. Itu berarti ada perilaku baru atau ada pola motivasi baru dalam pembajakan. Motivasi pembajakan menunjukan lebih dominan kepada aktivitas bukan terorisme. Alangkah baiknya kita melihat bahwa mayoritas penumpang MAS MH370 berkebangsaan China. Dalam sejarahnya, China juga memiliki pengalaman dalam urusan dengan  terorisme, meskipun tidak sedasyat Indonesia.

     Menurut Analisis Peter Bergen dalam artikelnya yang dimuat di CNN.COM pada 17 Maret 2014 kemarin, dia menulis bahwa terorisme di China datang dari gerakan Islam Turkestan Timur, yakni kelompok separatis China yang didirikan oleh Uighur yang memiliki ikatan dengan Alqaidah dan Taliban.

     Uighur ialah kelompok etnis China barat Muslim yang selalu melakukan serangan terorisme di China. Uighur bisa disangka melakukan pembajakan terhadap MAS MH370, mengingat bahwa mayoritas penumpang MAS MH370 ialah warga negara China. Dalam sejarahnya, pada 9 Maret 2008, seorang wanita Uighur berusia 19 tahun mencoba untuk meledakkan beberapa perangkat bahan peledak dalam pesawat dalam perjalanan dari Xinjiang ke Beijing namun ia berhasil dibekuk sebelum berhasil.

     Pada 29 Juni 2012, sekitar setengah selusin orang Uighur berusaha untuk mengambil alih kendali pesawat dalam penerbangan dari Xinjiang menuju Beijing. Mereka menggunakan plot logam yang diasah untuk menjadi senjata, namun aksi ini digagalkan oleh pilot pesawat.

     Selain kelompok Uighur di China, apakah ada kelompok teroris lainnya yang melakukan pembajakan? Rasanya tidak. Demikianpun kemungkinan karena aktivitas Brigade Martir China, hal mana juga disangkal oleh Menteri Transportasi Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Hussein sebab kelompok-kelompok teroris selama ini selalu membuat pesan-pesan politik setelah mereka melakukan aksi mereka.

     Ketiadaan pesan-pesan politik pasca pembajakan yang berakibat menghilangnya pesawat MAS MH370 membuat kita memiliki pemikiran lain selain akibat aksi terorisme. Pemikiran lain itu ialah bahwa ada upaya perilaku untuk bunuh diri, pembajakan pesawat untuk alasan ekonomi atau bisa saja usaha menyita pesawat dengan motif istimewa yang hanya bisa disingkapkan oleh perjalanan waktu, mungkin bukan saat ini, namun di saat-saat yang akan datang.

                      ________________________________

Menyimak Motif Pelaku Pembajakan MAS MH370

Penulis: Blasius Mengkaka
www.kompasiana.com/1B3las-MK

Menuliskan hasil meditasi tentang realitas dan pengalaman – (C)KOMPASIANA.com/1B3las-MK. Kunjungi juga Blog: BLASMKM.COM selengkapnya

18 March 2014 | 02:07 Dibaca: 224    Komentar: 0    

     Hari kedelapan pencarian MAS MH370 berlalu. Kita memasuki hari kesembilan dalam upaya pencarian terhadap pesawat MAS MH370. Indonesia diberitakan menghentikan sementara pencaharian pada hari kedelapan kemarin namun kemudian memulai kembali pencarian dengan 6 buah pesawat tempur dari TNI-AU jenis F 16-nya. Hasil pencarian belum juga membuahkan tanda-tanda keberhasilan. Dunia menjadi menanti penuh was-was. Berita terakhir mencatat bahwa hampir semua analisis sepakat pesawat mungkin dibajak oleh salah seorang pilot terlatih. Dugaan terhadap kemungkinan pembajakan oleh teroris juga bermunculan. Namun para analis menilai bahwa dugaan pembajakan yang dilakukan oleh teroris tidak mungkin.

     Alasannya ialah bahwa para teroris yang selama ini beroperasi di Malaysia dan Indonesia telah berhasil tunduk kepada aparat keamanan, terlebih Indonesia. Para aktivis teroris baik di Malaysia dan Indonesia saat ini sedang tidak berdaya sama sekali akibat ditekan dan terus diawasi oleh aparat keamanan baik di Malaysia maupun Indonesia. Lagipula kalau kita bercermin kepada peristiwa pembajakan oleh para teroris salah satunya peristiwa pembajakan terhadap pesawat sebelum para pembajak membawa pesawat itu ke WTC dan Pentagon pada 11 September 2001, para teroris memiliki pesan politik, dan beberapa saat kemudian berdasarkan pesan politik itu, langsung diperoleh kelompok pelakunya yakni Alqaida, Taliban ataupun Jemaah Islamiyah.

     Menginjak hari kedelapan dan sembilan, tidak ada pernyataan politik kelompok kiri yang menyatakan bertanggung jawab terhadap kehilangan MAS MH370. Dengan ketiadaan pesan politik dari kelompok yang berada di belakang pembajakan, maka perkiraan bahwa pelaku pembajak berasal dari teroris menjadi tidak disepakati. Lagi pula, belajar dari sasaran penyerangan terorisme yang melanda Indonesia selama ini seperti Bom Bali I,II, pemboman JW Marriot dan Rittz Carlton, selalu yang menjadi sasaran ialah warga negara asing. Sementara dalam peristiwa pembajakan, penumpang terbanyak ialah warna negara China. Ini menunjukan perubahan motivasi pelaku pembajakan.

     Aktivitas terorisme di wilayah negara manapun, umumnya selalu sama. Mereka membajak pesawat atau membom lalu setelah beberapa hari kelompok pelaku mengirimkan pesan politik tertentu kepada pemerintah. Hal yang kita tidak temui dalam peristiwa pembajakan MAS MH370 ini. Itu berarti ada perilaku baru atau ada pola motivasi baru dalam pembajakan. Motivasi pembajakan menunjukan lebih dominan kepada aktivitas bukan terorisme. Alangkah baiknya kita melihat bahwa mayoritas penumpang MAS MH370 berkebangsaan China. Dalam sejarahnya, China juga memiliki pengalaman dalam urusan dengan  terorisme, meskipun tidak sedasyat Indonesia.

     Menurut Analisis Peter Bergen dalam artikelnya yang dimuat di CNN.COM pada 17 Maret 2014 kemarin, dia menulis bahwa terorisme di China datang dari gerakan Islam Turkestan Timur, yakni kelompok separatis China yang didirikan oleh Uighur yang memiliki ikatan dengan Alqaidah dan Taliban.

     Uighur ialah kelompok etnis China barat Muslim yang selalu melakukan serangan terorisme di China. Uighur bisa disangka melakukan pembajakan terhadap MAS MH370, mengingat bahwa mayoritas penumpang MAS MH370 ialah warga negara China. Dalam sejarahnya, pada 9 Maret 2008, seorang wanita Uighur berusia 19 tahun mencoba untuk meledakkan beberapa perangkat bahan peledak dalam pesawat dalam perjalanan dari Xinjiang ke Beijing namun ia berhasil dibekuk sebelum berhasil.

     Pada 29 Juni 2012, sekitar setengah lusin orang Uighur berusaha untuk mengambil alih kendali pesawat dalam penerbangan dari Xinjiang menuju Beijing. Mereka menggunakan plot logam yang diasah untuk menjadi senjata, namun aksi ini digagalkan oleh pilot pesawat.

     Selain kelompok Uighur di China, apakah ada kelompok teroris lainnya yang melakukan pembajakan? Rasanya tidak. Demikianpun kemungkinan karena aktivitas Brigade Martir China, hal mana juga disangkal oleh Menteri Transportasi Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Hussein sebab kelompok-kelompok teroris selama ini selalu membuat pesan-pesan politik setelah mereka melakukan aksi mereka.

     Ketiadaan pesan-pesan politik pasca pembajakan yang berakibat menghilangnya pesawat MAS MH370 membuat kita memiliki pemikiran lain selain akibat aksi terorisme. Pemikiran lain itu ialah bahwa ada upaya perilaku untuk bunuh diri, pembajakan pesawat untuk alasan ekonomi atau bisa saja usaha menyita pesawat dengan motif istimewa yang hanya bisa disingkapkan oleh perjalanan waktu, mungkin bukan saat ini, namun di saat-saat yang akan datang.

                                               ________________________________