Category Archives: Tokoh dan Pahlawan

TMP Dharma Loka dan Sepercik Kisah Heroik Kopral (Pol) Pius Palla

dsc_0001672-e1363439937116

TMP Dharma Loka Kupang (Foto:baomongkupang.wordpress.com)

Nama Kopral (Pol) Anumerta Pius Palla mungkin tak seterkenal banyak pejuang tanah air yang dimakamkan di TMP Dharma Loka-Kupang. Tapi bagi penduduk Halilulik tahun 1978, kepergiannya amat mengesankan dan amat heroik dalam perjuangannya di medan tugas. Saat itu sebagai prajurid Polri dia ditempattugaskan di Polsek Halilulik, sebuah Polsek yang dalam sejarah operasi Seroja ikut mendapatkan akibat dan bahkan menampung arus pengungsian dari Timor-Timur saat operasi Seroja. Sambil kita mengenang para pahlawan yang dimakamkan di TMP Dharma Loka, saya mengangkat kisah Pak Kopral (Pol) Pius Palla di ruang baca ini agar menjadi pelajaran bagi generasi bangsa agar setia pada tugas-tugas yang diberikan negara buat mereka.

Penduduk yang tinggal di Halilulik-Belu-NTT pada tahun 1978, pasti tak melupakan tragedi pada tahun 1978 yang mengakibatkan gugurnya salah satu prajurid Polri yakni Kopral (Pol.) Pius Palla. Ceriteranya heroik. Saat itu di tahun 1978, konsentrasi prajurit TNI dan Polri cukup besar di Kabupaten Belu. Sebagai seorang prajurid Polri, setelah tugas di kantor, Kopral Pius Palla diijinkan untuk membawa pulang senjata jaganya yakni senjata serbu jenis M-16 untuk disimpan di rumahnya di Halilulik. Tak disangka, seorang mantan Polri yang dipecat karena sakit mental mengetahui bahwa Kopral Pius Palla membawa dan menyimpan senjata serbu M-16 di rumah.

Continue reading TMP Dharma Loka dan Sepercik Kisah Heroik Kopral (Pol) Pius Palla

Stanislaus Mali, Sosok Pahlawan dari Keluarga Ibu

Pada 10 November setiap tahun, Indonesia merayakan hari pahlawan nasional. Pada hari ini, saya teringat akan sosok seorang kakek buyutku dari pihak ibuku, namanya Stanislaus Mali. Saya biasa panggil kakek Stanislaus Mali atau Ba’i Mali. Konon kakek inilah yang memelihara mama waktu kecil. Itulah sebabnya ibuku sering memanggilnya ama Mali atau ayah Mali saat berziarah ke makam kakekku buyut itu. Saat-saat tertentu saya diperintahkan mama untuk mengunjungi dan membersihkan makam itu di pemakaman keluarga mama di Kotfrei, Nurobo, kabupaten Malaka. Di dalam makam itu berbaring 2 jasad yakni: Stanislaus Mali dan Rosina Aek, keduanya adalah kakek dan nenek buyutku. 

Continue reading Stanislaus Mali, Sosok Pahlawan dari Keluarga Ibu

Balada Sang Gembala-Pemenang (Mengenang Alm. P. Drs. Nikolaus Seran, SVD,MA)

Kira-kira 1 bulan yang lalu, mobil Angkutan Kota yang saya kendarai berhenti di depan biara SVD Nenuk-Belu-NTT, seorang penumpang yang wajahnya masih saya kenal, P. Nikolaus Seran, SVD naik Angkot itu. Saat itu, Pater Niko ditemani oleh salah seorang wanita-keponakannya dari Waiwiku-Malaka. Wajah yang saya lihat ketika itu masih tetap yang saya kenal ketika saya hidup sebagai siswa SMA Seminari Lalian antara tahun 1990 hingga 1994. Saat itu, Pater Niko Seran, SVD sebagai imam SVD yang masih mudah, energik dan lincah menjadi Pendidik dan Pembina para siswa SMA Seminari Lalian.

Continue reading Balada Sang Gembala-Pemenang (Mengenang Alm. P. Drs. Nikolaus Seran, SVD,MA)

Stanislaus Mali Pejuang Dari Nurobo-Malaka-NTT

     Pada berbagai daerah di Indonesia, banyak fakta sejarah belum sempat terkuak habis seputar kejadian sejarah masa lalu, khususnya pada era penjajahan atau kolonialisme. Suatu fakta yang belum terkuak tentang para pejuang kemerdekaan di Timor, tepatnya di Malaka pada masa pendudukan Jepang ialah kepahlawanan Stanislaus Mali. Mungkin karena nama pejuang ini belum sepopuler dengan, misalnya pejuang Sobe Sonbay III, dll. Tapi saya ingin tampilkan sekelumit kisah tentang pejuang ini, yang menurut saya, dia merupakan salah satu pemimpin Timor-Belanda yang langsung berseteru dengan penjajah. Tulisan ini saya racik berdasarkan ceritera atau tradisi lisan dari orang tua-tua (tua-tua adat) yang tinggal dan menjadi saksi sejarah peristiwa-peristiwa masa pendudukan tentara Jepang di kampung Nurobo yang hingga kini masih terekam dan diceriterakan dengan baik. 

Continue reading Stanislaus Mali Pejuang Dari Nurobo-Malaka-NTT

Mengenal dan Mengenang IH Doko, Pahlawan Nasional Indonesia Asal NTT (2)

IH Doko: Gelora Kemerdekaan Yang Tak Pernah Padam

Yang menarik dari IH Doko ialah bahwa selain sebagai pelaku sejarah, beliau juga merupakan penulis sejarah Indonesia di NTT. Gagasannya cemerlang terkait nasionalisme yang dibangunnya berdasarkan inpirasi perjuangan rakyat NTT tempo doeloe melawan penjajahan Belanda.

Mengenal dan Mengenang IH Doko, Pahlawan Nasional Indonesia Asal NTT (1)

izak huru

Pahlawan Nasional Indonesia IH Doko dari Timor-NTT (Foto: Ruslismun2.blogspot.com)

Saya menggunakan 2 sumber untuk menuliskan sosok pahlawan nasional IH Doko yakni (1). Website www.Ruslismun2.blogspot.com dan sedikit profil di (2). www.Arzwirchan.blogspot.com. Dalam Web www.Ruslismun2.blogspot.com terbaca banyak informasi tentang pahlawan nasional ini, teristimewa dari sumbernya Rektor Undana ketika itu, Prof Maria Agustina Noach, PhD, MEd yaitu salah satu saksi sejarah ketika Cak Doko menjadi Menteri Muda Penerangan NIT dan juga dari catatan seorang pakar sejarah dari Universitas Nusa Cendana Kupang, Prof Dr  Munanjar Widiatmika. Mudah-mudahan Artikel ini bisa memperkaya pemahaman kita tentang sosok pahlawan nasional Indonesia IH Doko dari NTT. 

Continue reading Mengenal dan Mengenang IH Doko, Pahlawan Nasional Indonesia Asal NTT (1)

P Dr Markus Solo Kwuta, SVD, Pejabat Vatikan Pertama Asal Indonesia

            salve-polisi-italia-pun-langsung-memberi-hormat

 Pater Dr Markus Solo Kwuta, SVD ketika diwawancarai oleh Wartawan Jawa Pos Doan Widhiandono di Vatikan (Foto: Jawa Pos)

      Ia lahir di desa kecil Lewouran di Flores Timur Daratan. Sebagai anak desa Lewouran, ia mengidolakan Pater Cor Smith, seorang misionaris SVD asal Eropa yang berkarya di Lewouran ketika itu. Iapun bercita-cita ingin menjadi seperti Pater Cor Smith, membawa Sang Sabda ke seluruh dunia, tempat di mana ia diutus. Pater Cor Smith ialah misionaris SVD asal Eropa yang serba bisa. Dia menjadi seperti dokter, guru, pastor, dan bapa bagi umat Lewouran. Sosoknya diam-diam dielukan oleh si kecil Markus Solo. Selepas SMP, Markus bertekad melanjutkan ke Seminari Hokeng. Ayahnya Nikolaus Kwuta dan ibu Getrudis mendukung panggilan imamat sang anak. Selain Pater Chor, Markus tertarik mauk Seminari karena ceritera kakaknya Yoseph Bukubala, SVD yang telah lebih dahulu masuk Seminari dan kini bertugas sebagai imam di paroki St. Paulus Juanda, Sidoarjo. Markus terlahir sebagai anak desa dari keluarga petani.

     Ayahnya ialah Nikolaus Kwuta, seorang petani dan nelayan desa yang cekatan. Mereka hidup sebagaimana warga desa Lewouran lainnya. Sejak kecil Markus bertumbuh dalam kasih sayang keluarga. Ia seorang anak yang taat, religius dan sopan santun. Situasi rohani keluarga telah menuntun Markus Solo Kwuta untuk memilih menjadi imam.

Continue reading P Dr Markus Solo Kwuta, SVD, Pejabat Vatikan Pertama Asal Indonesia

Presiden SBY dan Indonesia Era Baru

Penulis: Blasius Mengkaka, S.Fil

Posted:  Selasa, 4 Pebruari 2014

     Harus diakui bahwa sejak Susilo Bambang Yudoyono (SBY) memenangkan Pemilihan Langsung Presiden Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah demokrasi Indonesia tahun 2004, Indonesia mulai memasuki era baru dalam kehidupan bermasyarakat dan berdemokrasi. Ia mulai membawa berbagai dimensi baru dalam kehidupan bernegara. Suasana pergeseran kekuasaan sangat terasa bagi bangsa Indonesia. Kalau dahulu kehidupan berbangsa lebih ditekankan kepada unsur kemauan politik segenap elemen bangsa (suku, agama, ras dan golongan), namun Presiden SBY membawa perubahan besar ke arah pendewasaan kemauan bangsa Indonesia untuk bersatu dan membentuk negara dengan fondasi yang lebih kokoh dari sekedar sebuah kemauan politik sub-subbangsa.

     Sebagai bangsa yang lahir berdasarkan keanekaragaman budaya etnis, agama dan golongan, Indonesia yang memiliki persoalan integrasi bangsa yang dilematis itu, tak dapat diselesaikan sepenuhnya oleh Presiden-Presiden RI pendahulu Presiden SBY.  Ir Soekarno merupakan Presiden RI yang memiliki pergumulan tanpa henti dalam persoalan integrasi bangsa, demikianpun Soeharto, BJ Habibie, KH Abdurahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri.

     Hal itu disebabkan pada masa lalu, integrasi bangsa hanya didorongkan oleh kemauan politik semua elemen bangsa ketika itu. Padahal kemauan politik sebenarnya menyimpan potensi keterpecahan dan miskomunikasi antara manusia. Dengan kemauan politik untuk membentuk bangsa maka individu cenderung menjadi nrimo, mementingkan kekeluargaan, kepentingan umum di atas segalanya, melemahnya prakarsa, melemahnya daya cipta dan melemahnya kreasi murni.

     Tampilnya Presiden SBY tahun 2004 telah mengubah sejarah integrasi bangsa Indonesia. Sebagai seorang ilmuwan murni yang kemudian bergelar Doktor, dia membuka babak baru bagi Indonesia era baru. Indonesiapun memasuki babak era baru dalam integrasi bangsa. Dalam Indonesia era baru ini, integrasi bangsa Indonesia bukan lagi berdasarkan kemauan politik segenap elemen subbangsa untuk membangun negara (state) Indonesia, namun integrasi segenap sub-subbangsa Indonesia harus berdasarkan alasan-alasan rasionalnya, berdasarkan prakarsanya, daya ciptanya dan kreasi intelektualnya. Ilmuwan yang menjadi Presiden itu akhirnya diterima semua kalangan, bukan saja di Indonesia namun seluruh dunia. Dalam tangan putera Pacitan itu, Indonesia telah memasuki babak baru yakni era baru dalam integrasi nasional Indonesia.

     Pada tahun 2009, Presiden SBY berkenan memilih pendampingnya yakni Wapres Prof. Dr Budiono, seorang guru besar yang berkarier di lembaga perekonomian tinggi negara. Rasanya beliau menemukan pasangan yang serasi dan cocok. Kecocokan Presiden SBY dan Wapres Budiono ialah bahwa keduanya merupakan ilmuwan murni yang tanpa pamrih dari jabatan politik. Bagi keduanya politik hanya akan menghancurkan bangsa yang besar ini, namun prinsip rasional ilmu akan mempersatukan sekaligus membawa manusia Indonesia menuju cita-cita dan tujuan berbangsa.

     Era Baru Indonesia telah dimulai sejak 2004, Indonesia telah makin jauh melangkah berdasarkan prinsip-prinsip rasional subbangsa dan individu-individu untuk berintegrasi membentuk bangsa-negara (state) Indonesia yang kuat. Berbagai kemajuan telah ditorehkan Presiden SBY diantaranya: komunikasi-informasi berkembang pesat, keuangan, perbankan, utang luar negeri, partisipasi Indonesia dalam perdamaian dunia, sertifikasi guru dan dosen, kebebasan beragama bagi etnis Tionghoa, otonomi daerah serta UU Desa.

     Nampaknya sejarah masih terus memihak ilmuwan yang menjadi Presden RI ini. Tentunya Indonesia tidak akan mau kembali ke masa lalu, di mana kepemimpinan masa lalu yang berdasarkan kemauan politik telah hampir membawa Indonesia ke arah jurang kehancuran. Indonesia kini ialah Indonesia yang berdasarkan prinsip-prinsip rasional, inisiatif dan daya kerasi manusianya di tangan Presiden SBY.

     Sebagai anak bangsa yang lahir di tengah gencarnya revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, kita mengharapkan Presiden RI berikutnya ialah ilmuwan juga, dan bukan seorang politikus sejati sebab seorang ilmuwan akan lebih banyak menggunakan secara positif energinya bagi kesejahteraan dan kebaikan bangsa, sedangkan seorang politikus hanya bekerja untuk menyingkirkan saingan bahkan hendak mengalahkan saingannya. Era Indonesia sekarang ialah Indonesia era baru sejak 2004 hingga saat ini dan masa yang akan datang. Tentunya arah perjalanan bangsa ini haruslah berdasarkan prinsip-prinsip rasionalnya yang selaras zaman demi menatap Indonesia dalam dunia yang lebih baru nanti.

                      _______________________________________

 

Menjaga Kemerdekaan Baik-Baik

Hari ini bangsa Indonesia memperingati hari pahlawan nasional. Pada hari pahlawan nasional ini, marilah kita sejenak mengheningkan cipta mengenang jasa para pahlawan nasional yang telah mengorbankan jiwa dan raganya bagi kepentingan kemerdekaan bangsa Indonesia. Tulisan ini ingin menyampaikan refleksi kritis atas hari pahlawan nasional yang dilaksanakan secara serentak oleh bangsa Indonesia di seluruh pelosok tanah air maupun di luar negeri.

Continue reading Menjaga Kemerdekaan Baik-Baik

Wanita: Ibu dan Pencinta Tanpa Pamrih

 

Penulis: Blasius Mengkaka, S.Fil

Posted: Minggu, 22 April 2012

Kemarin, Sabtu 21 April 2012, bangsa Indonesia memperingati hari RA Kartini. RA Kartini adalah pahlawan pelopor emansipasi wanita di Indonesia. Dia lahir dari sebuah keluarga Keraton (Bangsawan pribumi Jawa) di Jepara dan karena merasa terpinggirkan oleh dominasi kaum lelaki Jawa dalam pemerintahan dan keluarga, dia menuliskan banyak surat ke rekannya di Belanda. Suratnya dibukukan dengan judul Habis gelap terbitlah terang, yang menggambarkan sikap dan pemikirannya tentang emansipasi wanita di Indonesia.

Pada zaman sekarang ini, semangat ibu kita RA Kartini semakin populer saja, teristimewa karena masih ada pandangan bahwa wanita masih menjadi objek dari perkembangan teknologi itu sendiri. Wanita zaman kini masih tetap dilihat sebagai makhluk Tuhan yang miskin, lemah dan tak berdaya.

Lihat saja dalam masyarakat kita di desa, kota kecil, kota besar dan kota Metropolitan. Wanita-wanita masih diidentikkan dengan orang yang miskin dan lemah. Karena mereka tidak mampu atau tidak bisa bekerja. Tugas mereka hanya di rumah saja, mengurusi keluarga dan anak-anak, maka akibatnya mereka tidak memiliki sesuatu apapun bahkan menjadi objek laki-laki.

Wanita harus lebih banyak mengaktualisasikan hidup dan dirinya. Aktualisasi diri seorang wanita harus menyata dalam institusi masyarakat dan dalam kehidupan yang riil. Aktualisasi bukan merupakan pemberian orang lain. Namun aktualisasi hidup wanita hendaklah merupakan hak yang dibuatnya berdasarkan kesadaran terhadap upaya penigkatan martabat dirinya dirinya sendiri.

Aktualisasi diri berarti kesediaan untuk selalu bekerja dan bekerja tanpa pamrih. Orang harus bekerja agar bisa keluar dan merubah nasib hidupnya sendiri. Bila manusia bekerja maka dia akan memiliki sesuatu dalam hidupnya, sedangkan bila manusia tidak bekerja maka dia akan menjadi orang yang miskin dan kurang terkenal. Bekerja berarti mewujudkan semua potensi dan keunggulan pribadinya. Bekerja membuat harkat seorang wanita akan ditinggikan.

Seperti peribahasa menyatakan: Bekerja seperti hamba, makan seperti raja. Berarti bekerja disebut hamba dan makan disebut raja, berarti makan yang menentukan dalam hidup manusia. Bila manusia tidak makan maka manusia akan mati dan hilang dari peredaran hidup ini. Manusia akan mati bila tidak makan. Maka bekerjalah supaya manusia bisa hidup, bukan saja hidup di dunia ini, namun hidup di dunia akhirat.

Studi intensif dari para ahli membuktikan bahwa kini pemakai internet adalah kebanyakan pria atau laki-laki. Hanya sedikit pemakainya berasal dari wanita karena wanita diidentikkan sebagai kaum miskin dan lemah. Laki-laki karena mampu bekerja dan memiliki penghasilan maka laki-laki menjadi kaum yang paling banyak menggunakan internet yaitu, bolog, FB, twitter, Website, Yohoomasennger, dll.

Blog-blog di internet memang kebanyakan miliki pria. Bahkan ada banyak situs-situs porno di intenet yang melakukan tindakan pelecehan terhadap kaum wanita seperti virtualrape (perkosaan dalam internet), dll. Hal ini menunjukkan bahwa kaum wanita masih memiliki kedudukan yang kurang bagus di dunia ini, termasuk di internet. Maka wanita masih menempati posisi terpinggirkan dalam dunia yang supercanggih ini.

Dalam Internet pun semangat Kartini masih terus didengungkan orang. Tak peduli siapapun dia dan dari mana asalnya. Suara-suara yang menghendaki pemberian peranan yang lebih besar terhadap kaum wanitapun semain banya didengungkan orang. Lihat saja di intenet.

Bahwa ada banyak foto-foto wanita bugil diakses di mana-mana. Bahkan masih ada situs-situs porno yang mengobjekkan dirinya atau diobjekkan oleh pria. Wanita masa sekarang malahan dianggap sebagai akses ekonomi masyakat konsumeristis. Mereka seperti sebuah produk barang. Bila masih segar dipakai, bila sudah lama atau usang dicampakkan orang.

Hal seperti itu ibarat produk barang. Bila masih baru dipakai orang, sedangkan sudah tua atau usang disebut barang second atau barang kelas dua alias barang bekas. Wanita seperti barang atau sebuah produk menunjukkan bahwa eksistensi wanita masih kurang dihargai sewajarnya.

Mereka masih ketinggalan dibandingkan dengan kaum pria. Meskipun mereka memiliki pendidikan yang tinggi namun mereka tetap saja sebagai pelayan pria, pengurus keluarga dan wakil kepala keluarga. Kepala keluarga tetap saja pria. Wanita selalu dalam posisi termarginalkan dalam keluarga.

Bahkan sebagai pelayan dalam keluarga seringkali wanita selalu makan setelah seluruh keluarganya makan. Itu terjadi dibeberapa tempat. kelihatannya wanita selalu berada di dalam posisi sebagai warga kelas dua di dalam keluarga bahkan di dalam negara/bangsa. Namun itu terjadi bila manusia berada dalam situasi sesat dalam hidupnya.

Bila manusia tersesat dia akan memandang remeh orang-orang lemah dan miskin, termasuk wanita. Padahal wanita adalah orang yang melahirkan dirinya. Wanita yang membuat anda hidup dan berada di dunia ini. Maka sebaiknya anda menghormati dan menghargainya sebisa mungkin. Wanita adalah sumber kekuatan di duniamu dan dunia seluruhnya.

Bila dia hadir, maka dunia ini serasa menjadi milikmu. Wanita adalah hidupmu yang lain. Dia adalah makluk Tuhan yang indah. Dia adalah belahan jiwamu dan belahan hatimu. Dia adalah belahan seluruh hidupmu. Bila di dalam rumah mu tak ada wanita maka engkau telah kehilangan berlian, milikmu yang paling berharga. Sebab wanita adalah berlian yang paling mahal dalam rumah dan dirimu.

Bila anda menghormati dan memberikan wanita peranan yang besar maka engkau membiarkan dia membungakan talenta-telenta dalam hidupnya. Biarlah wanita mengekspresikan dirinya. Biarlah wanita mengaktualisasikan diri dan hidupnya sebab wanita adalah makhluk Allah yang indah bagi hidup manusia. Wanita adalah orang yang melahirkan manusia dan membuat manusia memiliki nafas dan hidup di dunia ini.

Namun selalu diakui bahwa Ibu sebagai orang yang melahirkan manusia baru selalu dipuja-puja. Wanita adalah dia yang melahirkan manusia baru, membesarkannya, mendidik dan menghantarnya untuk berdiri sendiri.

Ketika kita akan masuk Sekolah Dasar (SD) Ibu adalah orang pertama yang mengajarkan anda membaca dan menulis, berhitung dan mengajarkan agama kepada anda. Demikian pun bila anda malas ke sekolah atau malas belajar untuk menhadapi ulangan dan ujian. Selalu ibu yang mengingatkanmu dan menyemangatimu. Ibu adalah orang pertama yang memeriksa Raportmu dan memeriksa hasil belajarmu.

Dia adalah orang pertama yang paling menderita bila anda gagal dalam sekolah, kuliah atau hidupmu, namun dia juga adalah orang pertama yang paling bergembira bila anda sukses dan meraih prestasi dalam hidupmu sendiri. Dia adalah segala-galanya bagi anda. Ibu adalah orang yang paling menaruh perhatian kepadamu bila anda menemukan kesulitan dalam hidup anda atau bila anda berhasil dalam hidup anda.

Bila anda jauh dari Ibu anda maka anda berada dalkam situasi yang sesat. Perintah Allah yang ke-4 berbunyi, hormatilah orang tuamu. Yang dimaksudkan dengan orang tuamu adalah ayah dan ibumu. Ibu adalah orang tua yang paling dekat dengan anda dan karena itu hormatilah dia, baik masih hidup mapun ketika dia telah meninggal dunia dan dimakamkan.

Bila Ibu telah meninggal dunia dan dimakamkan maka anda harus selalu menziarahi makam ibu, berlutut dan mencium nisannya. Anda harus mengucapkan doa untuk memohon peristirahatannya yang abadi. Engkau harus selalu dekat dengan Ibu dalam doa dan dalam setiap pemikiran dan hidupmu. Bila dia sakit usahakanlah selalu menolongnya, menghibur dan merawatnya agar Ibu selalu berada dalam kebahagiaannya. Jangalah engkau menyakiti hati Ibu di saat tuanya. Namun buatlah dia berbahagia dan bergembira selalu.

Hiburlah dia bila dia merasa kesepihan dan kesedihan dan berikanlah kesempatan baginya untuk berbicara dan memberi petuah kepada yang muda karena pengalaman telah membuatnya menjadi orang yang diberkati Tuhan Allahmu karena engkau.

Ibu adalah merupakan segala-galanya bagi anda. Ia melahirklan anda, membesarkan anda, mendidik dan mendoakanmu. Doa ibumu akan selalu bersama mu di saat suka mapun di saat engkau mengalami persoalan dalam hidupmu.

Di doa ibu, namamu selalu hadir dan disebutnya. Ia menyebut namamu, sebagai anaknya di doa-doanya kepada Allah, agar Allah memberkatimu dan memberimu kesehatan dan keselamatan dalam hidup anda.

Ibu mendoakanmu sebab engkaulah buah hatinya yang paling dalam. Ibu hampir memberikan nyawanya ketika ia melahirkan anda. Ibu adalah segala-galanya bagi anda. Doanya menyertamu dan setiap derap langkahmu selalu ada dalam doanya.

Maka pada hari RA Kartini ini, hendaklah engkau sadar dan berpikir bahwa Ibu adalah orang yang dianugerahkan Allah kepadamu. Bahkan dia adalah penciptamu yang kedua (co-creatio) bagimu. Dia seperti orang yang membuat anda hidup dan berbahagia. Hormatilah ibu dan engkau akan hidup dan berbahagia, wahai manusia.

Ibumu adalah orang yang mencintai tanpa pamrih. Ia mencintai semua orang tanpa memandang muka. Semua anak-anaknya dicintai hingga ia meninggal dunia. Ibu adalah model pemberi cinta yang telah mengorbankan diri dan hidupnya karena cinta.

Maka berbahagialah seorang anak yang selalu mengingat ibunya dalam doa, baik dalam suka maupun dalam derita. Tuhan akan memberkati Ibu. Tuhan juga akan memberkati anak yang selalu berdoa dan mengingat ibunya dalam suka dan duka.

                                _________________________________

� prev
top
next �