Category Archives: Budaya dan Sejarah

Patung Klasik Para Tokoh Belus: Para Tokoh Lulik dan Keramat

PICT0148

Lukisan salah satu tokoh pemimpin Belus di istana Fialaran (Foto: manuamanlakaan.over-blog.com)

Sebuah karya lukis tentang tokoh hendak mengungkapkan kisah perjalanan hidup dan tindakan sang tokoh ketika masih hidup. Dalam masyarakat Belu, tokoh-tokoh itu biasanya hadir dalam tradisi lisan dalam klan. Maksud penceriteraan kembali ialah agar jiwa-jiwa para tokoh itu tetap hidup dalam masyarakat klan.

Boleh dikatakan, para tokoh dalam klan yang dilukiskan dalam seni ukir maupun seni tari memiliki maksud yakni penceriteraan dan pencitraan, selain tentunya untuk hiburan yang utama. Seringkali tokoh-tokoh itu hadir dalam mithos, untuk mengungkapkan fakta bahwa pemimpin itu keramat, suci dan baik karena kehendak Tuhan melalui rakyat maupun karena berbagai tindakan nyata dalam kehidupan setiap hari. Di Belu, tokoh-tokoh pemimpin biasanya hidup dalam lingkungan rumah adat, oleh karena itu dia memiliki rumah adat dan memimpin berbagai ritus religius dalam rumah adat.

Tokoh-tokoh itu menjadi figur sentral. Ia bukan hanya memimpin rakyat mencapai kesejahteraan namun ia juga memimpin perang perebutan eksistensi klan. Di Belu, hal ini terekam dalam kisah persaingan antara kaum Belus dan kaum Melus. Kaum Belus dikisahkan sebagai kelompok pendatang, beradab, memiliki bahasa, berbudaya perunggu, besi, emas dan perak. Sedangkan tokoh-tokoh Melus digambarkan sebagai penduduk asli, pribumi, kurang beradab, kurang berbahasa, berbudaya batu dan kayu.

Continue reading Patung Klasik Para Tokoh Belus: Para Tokoh Lulik dan Keramat

Tentang Nama-Nama Orang di NTT: Latar Belakang Sejarah dan Identitas Suku Bangsa

Orang-orang di sekitar saya, di daerah NTT, umumnya memiliki 2 nama. Nama pertama adalah nama babtis dan nama kedua adalah nama fam. Bagi orang NTT, nama babtis didapatkan pada saat dibabtis. Biasanya nama-nama dari orang-orang suci, nama-nama para tokoh dalam Perjanjian Baru atau para tokoh dalam Perjanjian Lama yang berhubungan dengan sejarah keselamatan Kristus. Setelah nama babtis, menyusul nama fam atau nama keluarga yang menunjukkan asal-muasal keturunan dan akar budaya individu yang bersangkutan.

Nama fam menunjukkan identitas keluarga dan identitas kultural seseorang yang dibabtis, menunjukkan adanya berbagai suku bangsa yang mendiami wilayah NTT. Nama fam biasanya untuk menunjukkan asal muasal suku bangsa dari individu yang dibabtis. Hal ini disebabkan karena dalam permandian, seseorang diakui sebagai anggota gereja, sekaligus sebagai anggota suku bangsanya, menunjukkan identitas budaya yang menghidupinya. Misalnya, nama saya sendiri: Blasius Moangkaka, artinya, Blasius ialah nama babtis, Moangkaka ialah nama paman ayah yang adalah salah satu keluarga ayah, bernama Moangkaka, walau secara patriarkat saya dihitung dari marga Moang Bapa, kakek saya atau ayah dari ayahku (Halehebing-Kab. Sikka-NTT). Sedangkan asal muasal ibuku berasal dari Nurobo, Kab. Malaka-NTT.

Biasanya nama fam diambil dari garis keturunan patriarkat atau garis keturunan ayah. Meskipun demikian, kebanyakan orang NTT memiliki pengakuan secara bersamaan, baik patriarkat dan matriarkat sekaligus, artinya garis keturunan dihitung dari ayah dan ibu. Walau demikian keturunan dari fam ayah lebih dominan.

Continue reading Tentang Nama-Nama Orang di NTT: Latar Belakang Sejarah dan Identitas Suku Bangsa

Kaum Timur Asing: Seputar Sejarah, Asimilasi, Perjuangan dan Kekuasaan di NTT

Dari antara sejarah keberadaan kaum asing dari Asia di Indonesia: orang China, orang Arab dan orang India merupakan kekuatan-kekuatan etnisitas yang amat menonjol dan lama. Bukti tertulis tertua menunjukkan bahwa hubungan antara orang China terjalin sejak tahun 1225. Musafir China, Chau Jua Kua dalam bukunya Sing Cha Seng Lan menyebutkan bahwa pada tahun 1225 Timor telah menjalin hubungan yang teratur dengan Kadiri di Jawa. Nama Timor dalam tulisan Dao Yi Zhi Lue sekitar tahun 1350 disebut dengan nama Guli Dimen. Timor terletak di Barat Laut dari (Zhiong) Ji Lou. Selanjutnya pada tahun 1436, Fei Shin dalam bukunya Hsing Chang Seng Lan, Timor disebut Kih ri Timun yang terletak di sebelah Timur Tiong Kalo. Hubungan-hubungan dagang ini kemudian berlanjut kepada upaya untuk datang dan tinggal bersama dengan orang-orang Timor.

Continue reading Kaum Timur Asing: Seputar Sejarah, Asimilasi, Perjuangan dan Kekuasaan di NTT

Pemda NTT, Selidiki Status Kewarganegaraan Aparaturmu!

Persoalan dwi kewarganegaraan yang menimpa Mantan Menteri ESDM Arcandra hendaknya membuka mata Pemda NTT untuk meneliti persoalan kewarganegaraan para aparaturnya di NTT, khususnya para PNS, Polri, dan TNI ataupun berbagai warga lainnya. Soalnya banyak para aparatur yang memiliki paspor dan visa Timorleste. Mereka leluasa pergi dan pulang ke Indonesia dari Timorleste. Para aparatur dan keluarganya pergi dan pulang seenaknya ke Timorleste untuk alasan urusan adat, perkawinan, keluarga, dan lain-lain.  Bukan mustahil, dari antara para aparatur atau para warga itu sudah memiliki kewargaan ganda Indonesia dan Timorleste. Herannya ada banyak aparatur yang begitu pensiun pulang ke Timorleste.

Continue reading Pemda NTT, Selidiki Status Kewarganegaraan Aparaturmu!

Tiga (3) Tungku Pemerintahan Adat Tanah Persekutuan Halehebing di Mapitara-Sikka-NTT

11889508_813337275448667_828929577203665235_n (1)

Tanah persekutuan diliputi oleh laut, gunung, lembah dan hutan (Foto: Dok. Hlhb)

Boleh dikatakan bahwa kawasan tanah persekutuan adat Halehebing ialah wilayah merdeka di tengah hingar-bingar sepak terjang tiga (3) buah kerajaan utama di Sikka yakni Sikka, Nita dan Kangae. Kawasan tanah persekutuan adat Halehebing yang sekarang meliputi kecamatan Mapitara serta beberapa desa di kecamatan tetangga itu dahulu amat sulit dilalui oleh angkutan darat, namun bisa dilalui angkutan laut melalui pelabuhan Bola-pantai Galit. Wilayah ini kaya akan hasil bumi, ternak, perkebunan dan hasil laut ini ternyata sejak lama membentuk wilayah persekutuan adat sendiri dengan keunikannya yang khas.

Dengan menghidupkan berbagai adat dan kebiasaan asli yang unik, wilayah ini secara ekonomis dan politik-budaya mencoba untuk bertahan terhadap hegemoni kerajaan Kangae yang memperluas wilayah pemerintahannya pada distrik-distrik Kringa, Werang, Waigete, Hewokloang, Ili dan Wetakara. Masing-masing distrik diperintah oleh kapitan-kapitan.

Continue reading Tiga (3) Tungku Pemerintahan Adat Tanah Persekutuan Halehebing di Mapitara-Sikka-NTT

Duapuluhempat Buah Ceritera Nyata di Belu-NTT Versi Saya

Catatan Awal

     Agama/gereja dan pemerintah melarang orang supaya tidak boleh mencuri, berzinah dan mengkonsumsi Miras secara berlebihan. Siapa yang mencuri, berzinah dan minum Miras hingga mabuk berlebihan dia berdosa dan melanggar hukum negara dan hukum agama. Oleh karenanya, orang akan dihukum berat. Tentu kebiasaan mencuri, zinah dan konsumsi Miras dari segelintir orang di Belu-Malaka bukanlah potensi Domestik yang baik untuk pembangunan dan Keindonesiaan modern. Mungkinkah oleh sikap-sikap yang keliru, mereka ialah orang-orang yang ditolak di negara ini?

Continue reading Duapuluhempat Buah Ceritera Nyata di Belu-NTT Versi Saya

Nasib Hidup Belum Mampu Mengubah Kehidupan Filipus Lelo Mau

Nasib Hidup Belum Mampu Mengubah Kehidupan Filipus Lelo Mau
-

    

 

Filipus Lelo Mau duduk bersama isteri dan salah seorang cucunya di depan rumahnya

 

     Suatu siang sekitar 2-3 bulan yang lalu, saya menyaksikan seorang pria beruban sedang duduk di atas tumpukan bebatuan dekat jalan raya sambil menggendong seekor ayam jago berwarna merah di pinggir jalan raya. Empat hari yang lalu, ketika saya tanpa rencana bertandang ke rumahnya yang sederhana untuk berbincang dengan orang itu barulah saya tahu melalui ceritera-ceriteranya sendiri bahwa pria beruban itu ternyata seorang mantan pejuang bangsa sebagai TBO dalam Operasi Seroja di Timor-Timur tahun 1975. Luka dan penyakit infeksi hampir saja membuat jiwanya melayang. Juga dia kini menderita cacat fisik tetap akibat diterjang peluru GPK Fretelin dalam Operasi Seroja tahun 1975.

Cacat, Luka Tembak dan Bekas Luka Infeksi Berpadu Dalam Tubuhnya

Continue reading Nasib Hidup Belum Mampu Mengubah Kehidupan Filipus Lelo Mau

Menguak Tabir Rahasia Sosok Dalam Makam Pahlawan Tak Dikenal di Plot 62 TMP Kalibata

Teka-teki keberadaan makam pahlawan tak dikenal di Plot 62 TMP Kalibata-Jakarta menjadi rahasia yang perlu dikuakkan ke publik dunia. Salah satu caranya ialah dengan melakukan penggalian makam untuk menyelusuri DNA jenasah yang ada dalam makam itu. Perlu dilakukan penelitian asam gen (deoksiribonukleat/DNA)  jenazahnya untuk memastikan bahwa di dalam makam tersebut terdapat kerangka jenasah seorang Nicolao Lobato mantan PM Timor Leste dalam usia 29 tahun, yang kemudian menjadi Presiden Timor Leste dalam usia 32 tahun.

Continue reading Menguak Tabir Rahasia Sosok Dalam Makam Pahlawan Tak Dikenal di Plot 62 TMP Kalibata