Category Archives: Filsafat

Kita Berjuang untuk Menggapai Nilai-Nilai Transendensi

Tadi pagi saya sempat membuka halaman demi halaman skripsi sarjana (S1)ku. Saya menemukan bahwa empatbelas tahun yang lalu, saya telah membahas nilai-nilai transendesi dalam skripsi. Mungkin banyak orang tidak menyadari bahwa upaya manusia untuk mencari Tuhan perlu dilakukan dengan memperbanyak nilai-nilai transendensi.

Nilai-nilai transendensi adalah kekayaan bathin. Internalisasi atau pembathinan membuat manusia semakin terbuka untuk menghayati transendensi diri menuju Tuhan. Menulis ialah kegiatan membathin. Karena menulis ialah refleksi diri. Di dalam menulis, penulis terbuka terhadap nilai-nilai yang sudah pernah ditemukan sekaligus membuat prediksi untuk masa depan.

Continue reading Kita Berjuang untuk Menggapai Nilai-Nilai Transendensi

Tulisan Indah di Notes Saudaraku

     14315022091743339705

     Catatan harianku sendiri dalam buku Notes pribadi tahun 1996

     Sewaktu masih SMP, diam-diam aku suka membaca Notes saudaraku yang berwarna biru tua. Notes tebal itu berisi catatan tentang pemikirannya yang dikutip atau dibuatnya sendiri ketika sedang menulis di bangku pendidikan SPGK dan di kamar belajar. Ia menulis catatan di Notes itu sejak bangku Pendidikan terakhir SPGK (Sekolah Pendidikan Guru Katolik). Ketika beliau pergi mengajar di sekolah yang tak jauh dari rumah kami, Notes itu ditinggalkan sendirian di atas meja belajarnya. Maka jadilah aku lebih leluasa membolak-balik Notes itu untuk membaca isinya yang menurutku sangat menarik karena ditulis dengan tangan sendiri namun dengan huruf yang indah. Maklumlah, dahulu, sejak SD, para guru mengajarkan kami tentang hal Menulis Indah dengan tangan.

     Notes biru tua itu memang luar biasa, selain catatan harian, dia juga menulis tentang renungan rohani yang didengar atau direfleksikannya ketika membaca Injil. Ketika membolak-balik di tengah catatan itu, aku menemukan sebuah kalimat indah yang ditulisnya dengan tinta hitam. Kalimat itu entah dibuatnya sendiri ataukah dikutipnya dari sebuah sumber berbunyi, “Aku tidak takut hari esok sebab aku telah melihat hari ini dan mencintai hari kemarin”. Terselip di sini kebahagiaannya meraih ijazah pendidikan guru. Masa itu, Ijazah tamat pendidikan SPGK sangat laris dan ikut membuat seseorang gampang diangkat menjadi guru negeri.

Continue reading Tulisan Indah di Notes Saudaraku

Membedakan Keberanian dan Kebijaksanaan Hidup

     Kebijaksanaan hidup dan keberanian hidup itu berbeda dalam tujuannya. Kalau kebijaksanaan itu ialah karya akal budi aktif yang berhubungan dengan pengertian dalam memandang yang ilahi di mana hasil utamanya ialah pengetahuan teoritis, namun tetap menandakan keaktifan akal budi. Sedangkan keberanian itu dalam hubungan dengan bimbingan terhadap kehidupan praktis. Continue reading Membedakan Keberanian dan Kebijaksanaan Hidup

Kebaikan dan Keluhuran Budi Harus Merajai Manusia dan Dunia

     Dalam suasana liburan sekolah ini, saya lebih banyak mengambil waktu untuk merenung sendiri dan merefleksikan tentang kehidupan dalam sosialitas kehidupan di sekolah. Selama satu tahun penuh kehidupan sekolah dengan kegiatan belajar-mengajarnya berjalan dinamis dan tanpa kompromi. Patut disadari bahwa mengejar cita-cita untuk kemajuan tanpa pikiran dalam, sering mengorbankan hal-hal di sana-sini.

Continue reading Kebaikan dan Keluhuran Budi Harus Merajai Manusia dan Dunia

Toe Malu: Tradisi Berdebat Orang Tetum-Belu-NTT

Penulis: Blasius Mengkaka                                  Posted: Kamis, 17 April 2014

 

     Ternyata orang Tetum, Belu-NTT telah lama memiliki tradisi berdebat. Tradisi berdebat dalam kebiasaan orang Tetun di Belu disebut Toe Malu. Dengan suara tinggi kedua pihak bertemu muka ke muka, misalnya di halaman rumah lalu mulai berdebat. Oleh karena suara mereka sangat nyaring maka seluruh isi kampung berlarian ke arah asal suara itu untuk menonton atau menjaga agar tidak terjadi perkelahian antara kedua belah pihak yang sedang Toe Malu. Continue reading Toe Malu: Tradisi Berdebat Orang Tetum-Belu-NTT

Rasional dan Irasional (2)

Penulis: Blasius Mengkaka, S.Fil

Posted: Sabtu, 12 Oktober 2012

Dalam bagian pertama tulisan ini telah dijelaskan beberapa pemikiran tentang hal rasional dan irasional. Penjelasan pertama dalam tulisan ini lebih mengetengahkan aspek lintas ilmu, baik teologi, antropologi-budaya hingga sosiologi. Saya telah mengemukakan pandangan rasional dan irasional berdasarkan paradigma sejarah, manusia dan subjek yang relevan dalam memandang sesuatu yang rasional dan irasional.

Pemahaman yang baik tentang sejarah, manusia dan subjek yang relevan dapat mendatangkan kebahagiaan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi-apapun bentuknya-harus dimengerti secara rasional. Boleh dikatakan bahwa sesuatu yang rasional itu mempengaruhi semua dimensi kesadaran manusia.

Dalam bagian kedua tulisan ini, kita akan menganalisis sesuatu yang rasional dan sesuatu yang irasional berdasarkan beberapa tindakan dalam kehidupan nyata antara lain tindakan dalam bidang kedokteran, ekonomi, pendidikan dan sosial untuk membedakan hal yang rasional dan irasional.

Kita semua sudah memahami dan menerima kenyataan ini: bahwa kecerdasan atau kepintaran seseorang akan tetap ada namun kesalehan akan hilang lenyap. Kecerdasan seseorang atau kepintaran seseorang adalah unsur-unsur terpenting dalam diri seorang yang rasionalis. Sehingga karena hal ini maka orang tetap bersikukuh bahwa kecerdasan merupakan hal yang paling utama dikejar seseorang yang sedang study atau bersekolah.

Pendidikan harus memacu manusia agar manusia mampu hidup dengan menggunakan dan mendayakan segenap kemampuan akal budinya (ratio-nya). Semakin manusia mendayagunakan akal budinya, maka semakin manusia bertumbuh menjadi pribadi yang berakhlak dan bermartabat. Kitab Kejadian menulis bahwa unsur akal budi merupakan satu-satunya unsur yang hanya dimiliki oleh manusia.Akal budi telah membuat manusia memiliki kodrat paling tinggi dibandingkan dengan makhluk manapun juga.

Dalam dunia supercanggih ini, manusia bukan saja menghidupi kemampuan akal budinya di dalam otaknya sema-mata, namun melalui pemikiran yang tajam dia mampu merealisasikan akal budinya dalam kehidupannya setiap hari. Akal budi manusia berperanan penting dalam penciptaan ilmu-ilmu. Namun tidak semua manusia bisa menciptakan teori dalam ilmu pengetahuan. Hanya orang-orang tertentu di dunia ini, yang memiliki pendidikan tinggi dan diakui karya intelektualnya dapat menciptakan teori sebagai basis dalam penciptaan ilmu-ilmu itu.

Dalam bidang kedokteran, penciptaan obat-obat dan operasi-operasi yang membuat para dokter harus berurusan dengan organ manusiapun telah melalui tahap-tahab yang rasional. Semakin para dokter mengikuti teori dan tahaban pengobatan yang rasional maka jaminan bagi pasien untuk sembuh kembalipun menjadi besar. Justeru tindakan irasional acapkali banyak ditemukan pada diri pasien sendiri. Misalnya dalam pemberian diagnosa oleh dokter.

Sekedar sebagai contoh: penggunaan zat antibodi harus berdasarkan peraturan dan resep dokter secara tepat dan rasional. Bila pasien-pasien mentaati komposisi, jumlah dan penggunaan zat antibodi sesuai peraturan dan teori yang diberikan maka pasien itu akan sembuh kembali dari sakitnya. Ini adalah sebuah tindakan yang rasional. Tindakan rasional yang tepat adalah apabila zat antibody itu digunakan dalam takaran, jumlah dan waktu yang tepat.

Tindakan yang irasional dapat disebutkan bila penggunaan obat antibody itu tidak benar, misalnya mengkonsumsi dalam jumlah yang besar, tidak sesuai dengan takaran dan waktu yang diberikan oleh dokter. Pasien yang tidak taat kepada anjuran dokter tersebut telah melakukan tindakan irasional.Tindakan irasional biasanya paradoks dengan tindakan rasional. Justeru tindakan irasional dari pasien tersebut bisa mendatangkan celaka bagidirinya sendiri. Dalam banyak kasus terlihat bahwa kematian atau kegagalan dalam pengobatan justeru terjadi karena tindakan irasional yang dibuat oleh seorang pasien, bukan karena kesalahan seorangdokter.

Hal yang lain adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya termasuk kebersihan rumah dan pekarangan. Bila anda membuat lingkungan sekitar anda menjadi bersih, maka anda telah melakukan tindakan rasional, sedangkan lingkungan yang kotor dan diri yang kurang bersih adalah tindakan irasional. Melalui kebersihan diri dan kebersihan lingkungan yang teratur maka seorang manusia dapat mencapai kebahagiaan dan ketenteraman dalam hidupnya.

Kebersihan menjamin kesehatan sedangkan ketidakbersihan dapat mencelakakan kesehatan. Kebersihan diri dapat disebutkan adalah kebersihan makanan dan minuman termasuk persoalan gizi yang bagus, kebersihan alat-alat dalam rumah, kebersihan pakaian, kebersihan lingkungan hidup. Tindakan rasional dapat mempertinggi taraf kehidupan manusia, sedangkan tindakan yang irasional dapat mencelakakan kehidupan manusia.

Slogan yang terkenal dalam kesehatan adalah lebih baik mencegah penyakit daripada mengobati penyakit. Slogan ini juga menunjukkan tindakan rasional seseorang dalam menghadapi penyakit yang mungkin akan muncul terhadap dirinya. Melalui slogan ini, manusia dapat mempertinggi mutu dan kualitas hidupnya agar terhindar dari penyakit yang mungkin akan datang menimpah dirinya.

Selain dalam bidang kesehatan dan kedokteran, dapat disebutkan juga bidang yang lain yakni ekonomi. Bidang ekonomi merupakan bidang yang mempengaruhi kehidupan manusia setiap hari. Bila manusia bertindak rasional dalam bidang ekonomi maka saya yakin manusia akan berhasil dalam kehidupannya.

Beberapa sikap ekonomi yang penting dalam kehidupannya dapat disebutkan juga misalnya: Hendaknya anda hidup hemat dan menjauhi konsumsi yang berlebihan. Uang yang sisa sebaiknya ditabung. Orang harus membelanjakan uang dengan hemat. Pengeluaran harus lebih kecil dari pemasukan, dalam arti jumlah uang yang keluar harus lebih sedikit dari pemasukan anda.

Sikap rasional yang lain dalam bidang ekonomi adalah tentang kualitas uang anda. Hendaknya penggunaan uang yang anda miliki haruslahberkualitas. Uang menjadi penting bagi manusia bukan karenajumlahnya yang banyaknamun kualitas uang itu bagi kehidupanmanusia. Uang yang berkualitas adalah uang yang dipakai sesuai dengan kebutuhan manusia.

Tindakan yang rasional memang tidak sekali jadi. Untuk sampai kepada sebuah tindakan yang rasional orang membutuhkan proses-proses dan pembinaan yang kontinuo. Latihan-latihan yang rutin dan teratur bisa mendatangkan akibat yang positif bagi sebuah tindakan yang rasional. Peribahasa Jerman mengatakan Ubung macht den Meister yang berarti dengan membuat latihan maka manusia akan pandai. Atau dengan sebutan lain: Latihan yang teratur akan mendatangkan kepandaian.

Latihan bisa berupa latihan fisik, latihan meditasi, latihan doa, latihan mental atau latihan dalam bidang ilmu pengetahuan. Hingga orang bisa sampai memiliki ilmu karena orang itu selalu membuat latihan yang terus-menerus dalam kehidupannya.

Hal yang berikutnya adalah ketepatan orang untuk memilih antara ilmu dan kedudukan sosial. Seringkali orang salah memilih dan salah memahami hal ini. Orang sering beranggapan bahwa kedudukan sosial tidak ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan. Justeru presepsi seperti ini sangat keliru. Orang harus memilih ilmu lebih dahulu barulah kekayaan dan kemuliaan diberikan kepadanya.

Salah satu Kitab dalam Alkitab Perjanjian Lama (PL) berkisah tentang kebesaran raja Salomo. Raja Salomo adalah putera terbaik dari raja Daud dari isteri Uria. Ketika dia diberikan pilihan antara ilmu dan kekayaan, dia memilih ilmu, maka kekayaan dan kemuliaan diberikan kepada raja Salomo.

Raja Salomo terkenal sebagai seorang raja dalam PL yang sangat pandai dan berilmu tinggi. Pada masa raja Salomo, bangsa Israel mencapai puncak kejayaannya. Raja yang sangat pintar itu menggubah kitab Mazmur yang hingga kini menjadi doa yang selalu didaraskan setiap hari oleh komunitas-komunitas biarawan/i katolik. Doa-doa dalam kitab Mazmur menjadi doa yang sangat bertenaga, indah dan berbentuk seperti sebuah karya sastera yang tinggi sekali.

Raja Salomo memilih sesuatu yang sangat tepat dalam hidupnya yakni ilmu pengetahuan. Maka karena raja Salomo menguasai banyak ilmu pengetahuan maka ia dianugerahkan kekayaan dan kemuliaan yang berlimpah-limpah. Alkitab juga menceriterakan kemuliaan dan kekayaan raja Salomo dalam ayat-ayatnya. Kita hendaknya banyak belajar dari kebijaksanaan raja Salomo ini yakni hendaknya kita berpacu memilih dan mendapatkan ilmu setinggi-tingginya. Bila kita memiliki ilmu setinggi-tingginya maka kekayaan dan kemuliaan akan diberikan kepada kita. Ilmu membuat seorang dihormati dan kaya raya. Setidaknya hal seperti itu telah ditunjukan oleh raja Salomo sendiri.

Demikianpun bila kita dipersilahkan untuk memilih antara ilmu dan kesalehan agama. Maka sebaiknya anda memilih ilmu dari pada kesalehan. Orang yang memilih ilmu dan kemudian memiliki ilmu yang tinggi akan menjadi orang yang saleh, orang yang berilmu tinggi maka kesalehan akan diberikan kepadanya.

Sebaliknya orang yang saleh belum tentu memiliki ilmu yang tinggi, sebab bila orang yang saleh itu mendapatkan godaan maka dia akan mudah jatuh. Kesalehan akan hilang, namun ilmu atau kecerdasan akan tetap ada. Maka selagi muda kejarlah dan gapailah ilmu setinggi-tingginya agar anda tidak akan menyesal di kemudian hari.

                  ________________________________________

Rasional dan Irasional (1)

Penulis: Blasius Mengkaka, S.Fil

Posted: Rabu, 10 Oktober 2012

Pengantar

Kita sama-sama sudah mengamini bahwa unsur akal budi atau ratio adalah sebuah unsur dalam kepribadian manusia yang menunjukan sifat khas manusia sebagai makhluk yang memiliki martabat paling luhur dibandingkan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa manapun. Akal budi manusia dianugerahkan Tuhan sejak seorang manusia dilahirkan ke dunia yang fana ini. Malahan unsur akal budi telah diperoleh manusia sejak manusia diciptakan oleh penciptanya. Melalui akal budi manusia telah menjadi citra Allah atau gambaran Allah bagi semua ciptaan Tuhan manapun. Dalam kisah penciptaan (Kitab Kejadian) dikisahkan bahwa lewat akal budi manusia yang mulia, Tuhan telah memberikan semua ciptaanNya kepada manusia agar manusia dapat menguasai ciptaan itu demi pemanusiaan dirinya. Malahan lewat akal budi juga manusia disebut co-creatio yang artinya rekan kerja atau patner Tuhan sendiri dalam menyempurnakan semua ciptaan Tuhan.

Kata “rasional” dan “irasional” sering kita temukan ketika membaca buku atau berpikir tentang sesuatu yang butuh pertimbangan akal budi kita. Sesuatu yang rasional sering berarti bahwa sesuatu itu”masuk akal” dan sesuatu yang irasional berarti bahwa sesuatu itu “tidak masuk akal”. Banyak orang menyebut kata ini atau berpikir tentang kata ini manakala mereka sedang bingung menganalisis sesuatu hal yang dihadapi dalam kehidupan setiap hari. Hal ini menunjukan bahwa unsur akal budi sangat berperanan dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Lalu apakah patokannya? Bilamanakah sesuatu itu disebut masuk akal dan bilamanakah sesuatu itu dikatakan tidak masuk di akal? Kita sudah memahami bahwa akal budi adalah kemampuan manusia secara alami untuk berpikir dan menganalisa sesuai dengan prinsip-prinsip umum dan prinsip-prinsip khusus seperti: Apakah sesuatu itu? Apakah sesuatu itu bisa dimengerti dan bisa mendatangkan manfaat bagi pribadiku? Apakah sesuatu itu bisa dijelaskan seturut analisis-analisis logis-rasional sesuai dengan hukum-hukum ilmu yakni sesuai dengan hukum logika, sesuai dengan kebenaran teoritis dan kebenaran praktis?

Adalah sangat membingungkan bila kita berbicara tentang sesuatu yang masuk akal dan sesuatu yang tidak masuk akal bila kita memakai paradigma lain selain faktor manusia, sejarah, dan subjek yang relevan. Sebab manusia, sejarah dan subjek yang relevan menjadi faktor penentu dari paradigma masuk akal dan tidak masuk akal itu. Faktor manusia memegang peranan penting karena manusia merupakan subjek yang otonom dalam dunia ini.

Maka pemahaman manusia yang komplit dari seluruh aspek menjadi sangat penting. Aspek-aspek pengetahuan tentang manusia beberapa saja bisa disebutkan misalnya antropologi-budaya, teologi, filsafat, logika, sejarah dan keluarga, ekonomi dan sosiologi. Aspek-aspek tersebut sangat berpengaruh dalam pemahaman itu. Dua yang lainnya adalah sejarah dan subjek yang relevan merupakan indikator penting dan sejajar dengan faktor manusia sebagai penentu unsur masuk akal dan tidak masuk akal tersebut. Maka dalam tulisan ini, saya akan menguraikan sesuatu yang masuk akal dan sesuatu yang tidak masuk akal menurut berdasarkan penekanan pada manusia, sejarah dan subjek yang relevan.

Manusia Sebagai Subjek Rasional dan Irasional

Manusia memiliki kekayaan dimensi yang luar biasa banyaknya. Semua dimensi manusia itu bisa dipelajari melalui ilmu-ilmu. Ilmu-ilmu mempelajari manusia dengan latar belakang daerahnya masing-masing. Ilmu juga membedakan ciri khas manusia barat dan manusia timur. Manusia Yunani, Romawi dan Eropa mewakili manusia barat itu, sedangkan manusia Asia mewakili manusia timur. Ilmu-ilmu menekankan perbedaan yang hakiki antara kedua manusia itu yakni manusia barat dan manusia timur. Manusia barat mewakili subjek yang rasional, terus terang, cenderung kepada ilmu dan teknologi, kemakmuran, berorientasi kepada dunia dan manusia, serta mengadalkan akal atau rasio. Sedangkan manusia timur mewakili aliran manusia yang memiliki pemikiran mitis magis, tradisionalis, intuitif, irasionil dan memiliki adat-istiadat yang kuat berdasarkan pada tradisi leluhur dan mitos-mitos yang mewakili dunia irasional itu.

Paham tentang keunggulan manusia barat yang mewakili sikap ofensifitas berhadapan dengan paham keunggulan manusia timur yang mewakili sikap defensifitas dan memegang teguh adat istiadat. Kedua dunia itu ternyata memiliki kelebihan dan kekurangan. Manusia barat tidak boleh berdiri sendiri tanpa manusia timur. Demikian juga manusia timur tidak boleh berdiri sendiri tanpa manusia barat. Keduanya saling melengkapi dan saling menyempurnakan. Dalam pertemuan barat-timur itu hal-hal yang baik tetap dipertahankan dan ditingkatkan sedangkan yang jelek dibuang.

Pengetahuan matematis mengatakan bahwa yang rasional itu adalah yang dapat dijelaskan dan dimengerti berdasarkan hukum-hukum logika sedangkan yang irasional tidak dapat dibagi, tak dapat dimengerti, tak terhingga, tidak dapat dijelaskan secara tuntas. Sesuatu rasional berkiblat pada penggunaan daya akal budi manusia dan karena itu dunia akal budi adalah dunia kebaikan dan martabat yang tinggi, sedangkan yang irasional itu jelek, berhala, mitis magis, terjajah, tradisionalisme. Dunia irasionalis yang dahulu diberikan kepada dunia timur itu ternyata ada sisi-sisi kebaikan juga, misalnya dunia timur memiliki tradisi adat istiadat yang kokoh, pemikiran intuitif, sangat menekankan keharmonisan, ramah tamah dan selalu penuh dengan kebaikan.

Pernah pada periode tertentu dalam sejarah dunia yakni pada masa kolonial terdapat semboyan yang bersifat diskriminatif yakni barat adalah barat dan timur adalah timur. Kedua dunia itu tidak dapat dipersatukan. Kini paham tersebut mulai runtuh dan habis. Kedua dunia sudah saling membuka diri serta menerima keunggulan dan keterbatasan. Keduanya kini saling membutuhkan atau saling memahami. Hal yang sering muncul ke depan adalah adanya penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara negara. Melalui MoU, negara-negara dunia saling bekerja sama, saling membutuhkan dan saling melengkapi dalam suasana yang damai dan harmonis. MoU menjadi suatu alternatif dalam kerja sama itu sebab kedua dunia yakni dunia barat dan timur telah sadar akan kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Dunia barat memang rationalis, namun mereka memiliki kekayaan alam yang terbatas. Sedangkan dunia timur memang tradisionalis, irasional, penuh kegelapan dan mitis-magis namun memiliki kekayaan alam yang besar. Dengan kata lain, pendidikan di barat itu tinggi namun mereka membutuhkan laboratorium penelitian yang besar di timur dan kekayaan alam yang besar di timur. Sedangkan manusia timur kurang sekolah namun kaya raya. Manusia timur memang memiliki bahan mentah yang melimpah namun pendidikannya kurang maju, maka manusia timur membutuhkan ilmu dan teknologi modern dari barat. Itu adalah kelebihan dan kekurangan dari dunia barat dan dunia timur. Masing-masing dunia (barat-timur) memiliki kelebihan dan keterbatasan. Kedua dunia saling melengkapi, saling membutuhkan dan saling bekerja sama. Maka untuk menyatukan itu perlu sebuah penandatangan MoU=Memorandum of Understanding yakni Nota Kesepahaman antar negara.

Prof Dr N Driyarkara adalah filsuf Indonesia yang paling terkenal. Sang filsuf pendidikan itu pernah menulis, “pendidikan memanusiakan manusia”. Pendidikan dilihat sebagai usaha untuk memanusiakan manusia. Yang disebut manusia di sini adalah manusia Indonesia dengan latar belakang budayanya bertemu dengan ilmu-ilmu modern. Pendidikan di sekolah-sekolah berusaha mempertemukan pendidikan barat dengan kebijaksaan bangsa timur. Revolusi pendidikan yang melanda bangsa Indonesia saat ini dipandang sebagai proses manusiakan manusia Indonesia. Sekarang ini lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun informal, pendidikan dasar maupuntinggi bertumbuh di mana-mana.

Pada zaman kolonial hanya segelintir masyarakat yang dapat menikmati pendidikannya, itupun merupakan pendidikan rendah. Namun apakah manusia Indonesia yang sudah mengenyam pendidikan itu telah sukses mengamalkan ilmunya? Kita bisa menyaksikan di desa-desa. Orang yang telah tamat sekolah dan pulang ke desanya malahan kembali mengikuti tradisi asli leluhurnya. Mereka kembali ke hal-hal yang bersifat tradisional. Pertanyaan kita adalah: Apakah hal itu terjadi karena pendidikan di sekolah belum berakar kuat? Seorang dosenku P. John Prior, SVD pernah menulis bahwa umat Katolik di NTT (yang dapat diambil sebagai contoh daerah lain di seluruh nusantara) yang setiap hari minggu, hari pesta dan hari raya selalu rajin beribadah belum tentu sangat religius. Banyak umat yang sangat sekular. Umat beriman masih terikat dengan tradisi kampungnya. Tradisi adat istiadat kampung di NTT ternyata sangat sekular. Tradisi adat menonjolkan pesta-pesta adat yang menghabiskan ratusan juta rupiah setiap kali pesta adat.

Tradisi adat istiadat telah membesarkan manusia Indonesia sehingga manusia Indonesia dapat bertahan hingga kini. Tradisi adat itu telah menjadi norma,namun teknologi juga kinitelah menjadi norma pula. Tradisi adat dan teknologi merupakan norma-norma manusia Indonesia yang berpancasila. Keberadaban adalah sesuatu yang indah dan membahagiakan. Ketidakberadaban adalah sesuatu yang jelek dan membuat orang sengsara. Definisi manusia menurut bangsa Indonesia adalah manusia yang adil dan beradab sebab keberadaban manusia lahir melalui proses-proses sejarah dan pendidikan yang lama.

Maka ada sesuatu yang rasional dan ada yang irasional. Seperti bahwa ada kebaikan dan ada keburukan. Bahwa yang buruk itu adalah yang irasional yang bersifat mencelakakan manusia. Ada konsep Yin-Yang dalam pemikiran Konfusionisme. Ada sesuatu rasional dan ada sesuatu yang irasional. Kiblat sesuatu yang rasional adalah agar kehidupan manusia menjadi lebih baik dan berbahagia. Manusia memang sangat sulit membebaskan dirinya dari sifat-sifat keburukan. Tidak ada sesuatu yang hanya baik semata-mata. Demikian juga tidak ada sesuatu yang hanya buruk semata-mata. Selalu ada kebaikan dan ada keburukan.

Dalam filsafat kita belajar bahwa sifat baik, satu, benar merupakan sifat-sifat transendental. Sifat-sifat yang lain hanya dikatakan kepada orang atau individu tertentu saja. Misalnya: Orang itu gemuk. Berarti bahwa hanya orang itu gemuk tidak bisa berlaku bagi semua orang. Sifat-sifat transendental pun tak dapat berlaku bagi semua orang dengan derajad yang sama. Selalu ada perbedaan. Bahwa yang satu lebih baik dari yang lain, yang satu lebih berada dari yang lain. Tetapi bahwa kurang dan lebih sempurna menunjuk kepada sesuatu yang Maha Sempurna, Maha Esa, Maha Baik, kepada Dia-lah segala sesuatu mengarahkan hidupnya.

Pendidikan dalam segala zaman harus mendorong seorang manusia untuk mencintai kebaikan, memilih dan memiliki kebaikan. Sebaliknya pendidikan juga mendorong manusia untuk membenci dan menolak yang jelek atau yang buruk itu dalam kehidupannya. Untuk itu memang selalu penuh pergulatan, sebab sisi-sisi kejahatan atau keburukan itu selalu melekat erat dalam pribadi manusia selagi manusia masih hidup di bumi ini.

Sesuatu yang rasional membawa kebahagiaan bagi hidup manusia sedangkan sesuatu yang irasional dapat membawa hidup menusia menjadi tidak bahagia atau celaka. Maka terhadap hal yang irasional, manusia harus mampu berpikir dan sadar akibat buruk/jelek dari hal-hal yang tidak rasional. Sesuatu yang irasional menyimpanbahaya atau malapetaka besar bagi manusia. Mengapa sesuatu itu irasional? Mengapa manusia bertindak irasional? Jawabannya tergantung kepada akal budi manusia yang bersangkutan. Sejauh akal budinya jernih, maka manusia akan berpikir rasional. Bila akalnya kurang tajam dan kurang bagus, maka manusia akan berpikir dan bertindak irasional. Pendidikan harus melatih kemampuan akal budi manusia itu, agar manuasia kembali berpikir logis dan rasional dalam kehidupannya. Orang yang pintar akan mengalahkan orang yang saleh. Kecerdasan seorang akan langgeng, sedangkan kesalehan akan hilang lenyap.

Manusia baru akan memiliki martabat yang luhur bila ia sunguh mendayagunakan kemampuan-kemampuan akalnya dengan baik. unsur rasio manusia akan membawa manusia ke arah kebaikan dan kebahagiaannya. Namun dalam hidupnya manusia tidak bisa menghindari dirinya dari dosa dan kesalahan. Manusia adalah makhluk pendosa. Karena dosa-dosanya, maka manusia menginjak sendiri martabat pribadinya. Dosa membuat martabat manusia menjadi rendah. Maka manusia harus bertobat dan kembali kepada Allah sebagai sumber kehidupan manusia. Bila manusia sudah bertobat dan kembali kepada Bapanya, maka manusia baru boleh menikmati kebahagiaan.

Allah sering berbicara kepada manusia melalui gejala-gejala alam yang kadang tidak dapat dipahami bila manusia tidak menggunakan akal budinya dengan jernih. Misalnya, tentang penampakan bintang ketika peristiwa kelahiran Yesus di Betlehem. Para majus/sarjana dari timur menafsirkan bahwa bintang di timur itu adalah tanda Almasih yang dijanjikan Allah baru saja lahir. Dalam menganalisis peristiwa ini, para Majus yang merupakan golongan orang-orang pintar dan mengandalkan akal budinya yang tajam mampu menganalisis secara rasional peristiwa kelahiran Tuhan Yesus di Bethlehem dan berusaha untuk datang dan menyembah Sang Almasih yang baru saja dilahirkan itu.

Maka melalui tindakan para majus itu kita belajar bahwa orang yang pintar akan bertindak rasional dan mereka dibenarkan. Orang yang bodoh dalam diri kaum Yahudi, raja Herodes, ahli Taurat, orang Farisi sama sekali tidak paham terhadap gejala bintang timurkarena mereka kurang percaya dan masih tetap tinggal dalam kebodohannya. Maka mereka menjadi tidak rasional. Orang pintar dalam diri para majus menjadi orang yang dibenarkan karena mereka berusaha menganalisis dengan kemampuan akalnya peristiwa kelahiran Tuhan Yesus. Setelah mereka menganalisis fenomena bintang timur itu, mereka segera bertindak untuk datang kepada Yesus di Bethlehem. Mereka tiba dengan selamat di Bethlehem dan berhasil menyembah Tuhan Yesus yang baru saja lahir bahkan mempersembahkan milik mereka yang paling berharga yaitu emas, kemenyam dan mur. Mereka datang menyembah Yesus dengan selamat dan pulang ke rumahnya dengan selamat akibat unsur kepintaran/ratio/akal budinya.

Dalam Kitab Suci kita membaca bahwa mukjizat-mukjizat yang dibuat Yesus sering terjadi di luar kontrol akal manusia yang yang terbatas. Mukzijat itu harus dipahami secara iman. Iman itu sendiri terjadi bilamana orang dapat mengandalkan akal budinya secara baik. Kebenaran imanen mendukung kebenaran rasional. Kebenaran rasional mendukung kebenaran iman. Maka sesuatu yang rasional tidak berdiri sendiri, yang rasional membutuhkan yang kebenaran imanen. Sesuatu yang terjadi dalam kontrol akal manusia yang sehat bisa mendatangkan kehidupan, iman, kesejahteraan, kemakmuran dan kebaikan dalam hidup manusia.

Maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang irasional dapat disamakan dengan takhyul atau kesia-siaan. Irasional itu mamon, takhyul dan kesiasiaan. Bila kita mengerti adat istidat sebagai sebuah norma maka dapat dibuatkesimpulan bahwa adat istiadat manusia Indonesia bukanlah hal-hal yang berhubungan dengan takhyul dan kesia-siaan sebab adat istiadat juga menggambarkan unsur ratio atau akal budi.

Sebuah norma yang berlaku umum berhubungan dengan sesuatu yang rationalis. Dengan kata lain : sesuatu yang rationalis adalah sesuatu yang dapat diterima akal sehat. Karena adat istiadat itu termasuk salah satu norma, maka adat istiadat juga merupakan tindakan rasional manusia Indonesia. Sebuah tindakan berdasarkan pertimbangan akal yang jernih berkiblat pada kebahagiaan. Seringkali terjadi bahwa orang melakukan tindakan kejahatan karena pertimbangan rasionalnya lemah, unsur kebinatangan manusia menguasai manusia itu. Akibat ratio manusia itu lemah, maka manusia akan jatuh ke dalam dosa dan dengan demikian manusia menginjak martabatnya sendiri.

Adat istiadat adalah sesuatu yang menyata. Di Indonesia adat bekerja sama dengan agama-agama. Bahkan di Bali, adat istiadat Bali menyatu erat dengan agama Hindu. Adat istiadat bukanlah hal-hal yang menyesatkan manusia Indonesia, namun ada paham yang mengatakan bahwa adat istiadat adalah sebuah “hierophany” yakni penampakkan dari Allah sendiri. Kebenaran Iman kristen mengajarkan kepada kita bahwa Allah melalui PuteraNya Yesus Kristus menyapa manusia melalui adat istiadat manusia dalam dunianya. Adat istiadat menyimpan rahasia kehidupan baik masa sekarang, masa lampau maupun masa depan. Adat istiadat sebuah daerah disebut gemeinschaft, telah ada sejak dahulu dan akan ada untuk waktu yang abadi.

Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dunia rasional. Iptek tidak berurusan dengan hal yang irasional. Dunia ilmu dan teknologi didefinisikan sebagai Aufklarung=pencerahan. Sebuah pencerahan berarti Ilmu dan teknologi dapat menyatukan dunia barat dan dunia timur dalam sebuah dunia penuh kedamaian, kebahagiaan dan kemajuan. Pencerahan berasal dari kata dasar “cerah” yang berart ibersinar terang. Dunia rasional adalah dunia cerah atau dunia terang itu. sedangkan dunia irasional adalah dunia penuh kegelapan. Fanatisme terhadap dunia rasional disebut rasionalisme, sedangkan fanatisme terhadap sesuatu yang irasional disebut irasionalisme. Orang fanatis terhadap irasional akan menjurus kepada kegelapan, mamon, berhala. Sedangkan yang selalu mengandalkan rationya akan bertumbuh menuju keselamatan, kebaikan dan kesucian seperti yang ditunjukkan oleh para Majus dalam Injil. Dunia rationalis adalah dunia pencerahan, sedangkan dunia irationalis adalah dunia kegelapan.

Pendidikan adalah proses menerima Aufklarung=pencerahan itu. Orang yang telah tamat sekolah dan memiliki ijazah dianggap telah memiliki Aufklarung=Pencerahan.Dunia rasional adalah dunia akal budi dan dunia kecerdasan. Ada banyak macam kecerdasan yang harus dimiliki seseorang dalam proses pendidikan itu antara lain: kecerdasan kognitif, kecerdasan psikomotorik, keceradasan sosial dan kecerdasan afeksi

Bila dunia ilmu pengetahuan dipandangdari konteks seseorang yang sudahmenerimaaufklarung=pencerahan, maka manusiabisa mampu menziarahi kehidupannya menuju kebenaran dalam banyak segi. Kebenaran iman, kebenaran ilmu, kebenaran imaginatif serta aneka kebenaran yangmanusia capai adalah merupakan jalan-jalan yang manusia gunakan untuk mencapai sebuah tujuan yakni kebenaran itu sendiri. Pepatah mengatakan, “ada banyak jalan menujukeRoma”.Setiap orang memilih dan memiliki jalan sendiri menuju ke Roma.

Maka pendidikan hendaknya harus membawa orang kepada Aufklarung =pencerahan. Aufklarung adalah terang yang diperoleh oleh akal budi akibat proses belajar. Akal budi yang diterangi ilmu akan bercahaya dalam kegelapan dunia. Memang kegelapan tidak akan menguasai terang. Manusia yang kurang cerdas atau bodoh berada dalam kegelapan. Mereka menanti dan membutuhkanpencerahan agar dengan pencerahan itu mereka mampu melihat dunia, manusia dan dirinya sendiri secara jelas.

Subjek Yang Relevan

Subjek berbeda dengan sejarah dan manusia. Subjek berarti tema, judul, pokok pikiran yang sedang dibahas. Subjek menjadi perhatian karena subjek bersifat mengarahkan, membimbing, menggembalakan, mengatur, mengorganisir manusia. Subjek seperti pedoman arah dalam kehidupan manusia. Subjek bisa serupa menara Mercusuar yang berada di tepian pantai. Mercusuar menjadi tempat harapan banyak nelayan atau orang yang tersesat di lautan lepas karena kapal yang karam akibat diterpa badai atau kecelakaan besar di lautan. Subjek merupakan spritualitas yang menjiwai kehidupan seseorang selama perjalanan hidupnya. Subjek bisa merupakan pegangan hidup yang mengatur dan mengarahkan manusia.

Orang yang mengikuti atau menyelenggarakan sebuah seminar, serasehan dan semacamnya menjadi terarah karena subjek yang dibicarakan dalam kegiatan tersebut. Subjek yang dibicarakan dalam kegiatan itu menjiwai, membimbing dan mempengaruhi seluruh peserta kegiatan dan penyelenggara kegiatan. Maka keberhasilan dan kesuksesan kegiatan atau akhtivitas tergantung kepada subjek yang dibicarakan atau yang ditekankan. Demikian juga kegagalan dari kegiatan menjadi tergantung kepada subjek itu sendiri.

Subjek menjadi penentu segala kehidupan manusia. Subjek bisa berupa rencana, pedoman, harapan dan cita-cita. Ilmu pengetahuan dapat berkembang pesat karena subjek-subjek yang ada. Bahkan ada yang mengatakan bahwa ilmu pengetahuan bermula dari subjek. Maka subjek menjadi faktor penting dalan ilmu pengetahuan itu sendiri. Betapa pentingnya subjek dalam ilmu pengetahuan sehingga apabila orang berbicara tentang sebuah subjek maka subjek yang dibicarakan itu bersifat mengikat dan mempersatukan semua orang yang mendengar dan membacanya.

Maka hendaknya subjek dijiwai, dibimbing, diarahkan oleh pencerahan atau Aufklarung. Melalui pencerahan subjek mengalami kepenuhan. Ia merupakan sumber ilmu yang tak habis-habisnya bagi ilmu pengetahuan. Subjek yang tidak bisa dibicarakan akan disebut mati, the death of the subjeck. Subjek sebagai salah satu pilar ilmu menjadi sangat ditekankan dalam kehidupan ilmu itu sendiri.

Sejarah

Sejarah juga dipandang sebagai penentu dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kedudukan sejarah sebagai pilar paling penting dalam ilmu, dapat sejajar dengan subjek dan manusia. Sejarah merupakan gerakan yang terjadi pada masa lalu dan akan terus ada. Sejarah bermula dari sebuah gerakan lalu berubah menjadi institusi. Hukum sosiologis mengatakan bahwa sebuah gerakan akan berubah menjadi institusi atau gerakan itu akan hilang dengan sendirinya. Sifat dari gerakan adalah dinamis,sesuai dengan perkembangan dan terbuka, sedangkan ciri dari sebuah institusi adalah statis, otoriter dan tertutup. Ada yang mengatakan bahwa sejarah adalah gerakan-gerakan yang membuat pembaharuan dalam kehidupan sebuah individu, masyarakat dan bangsa. Gerakan yang kuat akan membentuk institusi, sedangkan gerakan yang lemah akan hilang dengan sendirinya. Gerakan-gerakan akan terus ada dan berlangsung.

Sejarah menjadisalah satu pilar pertama dari ke-3 pilar yang lain karena sejarah memiliki kemampuan mengarahkan, membimbing, mengorganisasikan dan memimpin seluruh kehidupan manusia sebagai citra Allah sendiri. Sejarah menjadi penentu dari sesuatu yang masuk akal dan tidak masuk akal. Sejarah mampu memberikan pencerahan atau Aufklarung, namun aufklarung sebagai ilmu pengetahuan bisa melampaui sejarah sendiri. Sebab melalui Aufkalung=pencerahan orang baru bisa menemukan sejarah sebagai sebuah pilar penting dalam ilmu itu sendiri. Dengan demikian sejarah menjadi mata pelajaran dan mata kuliah penting yang diajarkan sejak SD, SMP, SMA/SMK/MA dan Perguruan Tinggi.

Melalui konsep-konsep sejarah yang kita pelajari kita mampu memiliki pemikiran yang bagus, logis dan rasional menuju kebenaran itu sendiri. Kehidupan manusia haruslah kehidupan yang manusiawi dan menyata. Sejarah membuat kehidupan manusia sungguh nyata dalam kebahagiaan. Sejarah sering berhubungan dengan kebenaran iman. Sejarah adalah jalan menuju kehidupan dan kebenaraniman yang paling akhir. Iman kristen mengatakan bahwa Kristus menjadi Tuhan atas sejarah. Kedatangan Kristus ke dalam dunia menjadi asal mula sejarah dan peradaban Perjanjian Baru yang meliputi seluruh dunia. Sejarah merangkum seluruh kehidupan manusia yang kaya akan dimensinya. Manusia adalah makhluk multidimensi yang sulit dimengerti secara tuntas. Sejarah memungkinkan bangsa-bangsa kolonial melakukan imperialisme kuno dalam mencari dan mengambil gold=emas, gospel=injil dan glory=kemuliaan.

Penutup

Sesuatu yang rasional atau masuk akal dan sesuatu yang irasional atau tidak masuk akal merupakan hal yang patut didiskusikan. Pemahaman yang bagus tentang sesuatu yang masuk akal dan tidak masuk akal harus membawa kita pada kesadaran bahwa sejarah, manusia dan subjek yang relevan merupakan hal-hal terpenting dalam pemahaman kita akan hal yang rasional dan tidak rasional. Pada akhirnya pencerahan=Aufklarung memampukan kita dalam ziarah menuju kebenaran itu sendiri.

                             _____________________________________