Category Archives: Pendidikan

Air Mata Duka untuk Guru Kanis Nule, S.Pd

     Sangat mengharukan juga bahwa selama bertahun-tahun, sistem pendidikan nonformal dan formal kita telah mengikuti sistem pendidikan model Eropa yang menekankan pendidikan dengan wawasan dan keterlibatan sosial yang besar. Sistem pendidikan dengan warna sosial ini juga merambah sistem pasar di mana model ekonomi pasar-pasar juga memberi warna pada sistem sosial yang lebih besar.

Photo0088

Para guru SMA Kristen Atambua melayat jenasah alm. Kanisius Nule, BA, S.Pd di rumah duka di desa Napan, kecamatan Bikomi, TTU (Foto:Dokpri)

     Saya melihat pada rumah-rumah di mana ada kedukaan, tanpa diundang begitu banyak tetangga telah berkumpul untuk memberikan bantuan ala kadarnya dengan membersihkan rumah, menyiapkan tenda kedukaan dengan kursi-kursi, membantu urusan dapur, dll. Semua tenaga dan urusan dalam peristiwa kedukaan dengan situasi keterlibatan sosial membuat semua urusan begitu lancar. Pengeluaran biaya diperkecil sedemikian sehingga tidak sampai merugikan keluarga yang berdukacita. Bahkan perkumpulan kedukaan para tetangga siap dengan sumbangan telah ikut meringankan penderitaan keluarga yang berduka. Kenyataan ini harus terus dipertahankan bahkan terus ditingkatkan untuk masa depan.

Continue reading Air Mata Duka untuk Guru Kanis Nule, S.Pd

Merekonstruksi ulang Peradaban Pendidikan Indonesia

     Ia baru tiba dari perjalanan jauh melewati puluhan ribu kilo meter jaraknya dari kampung halamannya. Pada pintu masuk rumah orang tuanya, Kesa disambut recikan air adat oleh salah seorang sepupunya lalu menyusul ciuman mama-nya. Ayahnya pun melakukan hal yang sama: mencium keningnya. Kesa disambut bagai tamu agung. Setelah sama-sama duduk di kursi dalam rumah pun, Kesa tidak perlu menceriterakan seluruh keadaannya selama bertahun-tahun kuliah sebab ibunya sudah tahu keadaan dan perjuangannya meraih pendidikan di luar pulau lewat pancaran hubungan bathin.

     Sebagai orang desa, keluarga Kesa selalu memberikan peringatan kepadanya agar dia hati-hati bila melakukan banyak aktivitas di desa dan di tempat rantauan. Utamanya dalam hal berbicara, makan-minum, berbuat dan berpikir. Uniknya, orang tuanya mengajarkan dia melalui perantaraan mithos-mithos dan kebiasaan adat suku bangsanya. Mithos dan adat bukan saja membatasi gerak pikiran dan perbuatan keluarganya bertahun-tahun, tetapi mithos dan adat telah mengatur semua kehidupannya, termasuk agamanya.

Continue reading Merekonstruksi ulang Peradaban Pendidikan Indonesia

Reuni Akbar Alumnus/i SMP HTM Halilulik 2017

Para tamatan SMP HTM Halilulik sedang merencanakan untuk reuni akbar SMP HTM Halilulik pada tanggal 20-22 Agustus 2017 yang akan datang. Reuni akbar ini bertepatan dengan pesta ulang tahun SMP HTM Halilulik yang ke-55. SMP HTM Halilulik berdiri pada tahun 1962 dengan mengusung moto: caritas et veritas (pengasihan dan kebenaran), SMP swasta ini hingga kini akan berusia 55 tahun pada 22 Agustus 2017 ini. Lima tahun lalu tepatnya tahun 2012, SMP HTM Halilulik baru saja merayakan pesta emas atau 50 tahun berdirinya  SMP HTM Halilulik. Hingga kini SMP ini tetap dikelola oleh Yasra (Yayasan Regina Angelorum) SSpS Timor, sebuah yayasan pendidikan milik para suster SSpS Provinsi Timor.

images (73)

Para suster SSpS merupakan para suster anggota kongregasi misi religius para suster misionaris abdi Roh Kudus dari Steyl, Belanda, kini telah berpindah ke Roma-Italia. Menurut sejarah, nama SMP ini ialah Hati Tersuci Maria (HTM) ialah nama untuk mengenang kongregasi religius para suster pribumi Hati Tersuci Maria (HTM) yang pernah hidup di Timor sebelum dibubarkan dan para anggotanya digabungkan dalam Kongregasi para suster SSpS Timor. Hingga kini, status SMP HTM Halilulik ialah Akreditasi A, sebuah status yang menandakan kualitas pendidikan SMP ini tergolong tinggi dengan berbagai fasilitas dan model pendidikan yang kreatif.

Continue reading Reuni Akbar Alumnus/i SMP HTM Halilulik 2017

Suka-Duka Saya Mengikuti IBT Prediction Test 1

Setelah saya mempersiapkan diri selama hampir sebulan dengan mengikuti kursus jarak jauh melalui video-video di member strategitoefl.com, akhirnya saya untuk pertama kali dalam hidup dapat mengikuti IBT Prediction Test mulai jam 19.30 Wita malam hingga dini hari 22/12/2016 sekitar jam 02.00 Wita. Saat menjelang pagi tiba-tiba hujan dan badai menerpah beberapa wilayah Indonesia, sehingga terjadi gangguan internet.

Telkomsel memberikan pesan melalui HP saya bahwa telah terjadi gangguan sinyal internet pada sekitar jam 01.00 Wita. “Jaringan internet anda telah pulih setelah sebelumnya ada gangguan jaringan internet karena badai di Bima- Provinsi NTB”. Akhirnya, saya dapat menyelesaikan test dengan selamat pada sekitar jam 02.00 Wita dini hari. Kondisi kesehatan saya saat itu memang agak capai dan lelah setelah saya mengikuti test berlangsung selama 4 jam dalam 4 sesi yakni Reading, Listening, Speaking dan Writing.

Continue reading Suka-Duka Saya Mengikuti IBT Prediction Test 1

Kerja Seperti Hamba, Makan Seperti Raja

Pada waktu saya duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar Katolik (SDK) Halilulik, saya mendengar kalimat ini sering dikeluarkan oleh para guru saya saat itu. Bahkan kalimat ini berulang-ulang saya dengar saat para guru menasihati kami. “Bekerjalah seperti hamba, makanlah seperti raja”. Saat itu saya belum terlalu mengerti dengan kalimat itu, namun bayangan saya tentang hamba dan raja ialah 2 jabatan yang sangat bertolak belakang. Hamba itu seperti barang hak milik, pemiliknya ialah tuannya. Raja adalah pemimpin para tuan, raja berkuasa sangat mutlak.

Continue reading Kerja Seperti Hamba, Makan Seperti Raja

Guru, Seni dan Oase Kehidupan

Empatpuluh dua (42) tahun lalu, tepatnya tahun 1974, psikoanalis dan humanis terkenal Erich Fromm menerbitkan buku berjudul The Art of Loving. Dalam buku itu, Erich Fromm pertama-tama menguraikan tentang fenomena indifferent dalam intersubjektivitas manusia. Menurut Erich Fromm, fenomena indifferent selalu terjadi dalam intersubjektivitas manusia modern. Manusia modern cenderung mengalami relasi secara interfungsional. Dalam dunia modern yang dipenuhi agenda kapitalisme dunia, manusia telah kehilangan esensinya karena proyek-proyek kapitalisme lebih menekankan ‘apa yang manusia miliki’. Manusia telah menjadi sebuah mesin dan telah kehilangan sifat kemanusiaannya yang hakiki.

Continue reading Guru, Seni dan Oase Kehidupan

Jalan Tengah untuk Ujian Nasional

Boleh dikatakan kelompok yang pro Ujian Nasional dan kelompok kontra Ujian Nasional berada pada posisi berimbang. Oleh karena itu perlu dipikirkan solusi jalan tengah. Kelompok yang kontra memberikan banyak alasan, 2 di antaranya ialah membebankan anggaran negara dan munculnya berbagai persoalan hukum terkait pelanggaran Ujian Nasional. Kelompok yang pro Ujian Nasional memberikan alasan terkait perbedaan kondisi dan situasi pendidikan yang berbeda di tanah air. Ada berbagai daerah dengan status terpencil dan daerah konflik. Oleh karena itu Ujian Nasional masih penting demi mengukur kadar kualitas secara nasional. 

Continue reading Jalan Tengah untuk Ujian Nasional

Aku dan Guru: Bersenandung Tentang “Hilangnya Kebebasanku”, Tapi Tetap Bersama Imaginasi yang Menyata

Aku sering berkata pada diriku sendiri bahwa mungkin aku terlahir untuk menjadi guru. Kata guru aku tahu sejak aku menginjakkan kakiku di sekolah. Tetapi menjadi guru, hampir tak terbayang. Tepatnya saudara sepupukulah yang mengajari aku menjadi guru. Kebetulan saat itu, beliau baru tamat SPG lalu mengajar Sekolah Dasar di dekat  rumah kami. Beliau tinggal bersama keluarga kami di Halilulik-Belu-NTT.

Ayahnya ialah, satu-satunya saudara kandung ayahku. Dia juga memanggil ayahku sebagai bapa, ama doi, artinya bapak kecil. Ayah berceritera bahwa saudaranya meninggal dunia saat guru Didi masih kecil. Saudara ayah akhirnya memberikan wasiat untuk menitipkan anak-anaknya ke ayahku. Sejak saat itu ayahku memegang tunggal hak perwalian atas anak-anak saudara kandungnya seturut budaya patriakat leluhurku, juga atas semua warisan adat dan segala hak-hak ulayat adat tanah persekutuan Halehebing.

Saat itu, saudaraku yang mengajar SD membuatku tertarik menjadi guru. Saya sering berdiskusi dengan dia dan melihat dia sebagai figur seorang kakak senior yang patuh pada orang tua. Ternyata menjadi guru ialah menjadi figur teladan. Dan sayapun ingin menjadi figur teladan bagi keluarga dan kerabatku, juga bagi sesama umat Katolik, agama ayah dan bunda serta seluruh keluarga besar suku ayah dan bundaku. Teringat saat masuk SD, ayahku sendiri telah mengantarkan aku ke gerbang Sekolah Dasar lalu meninggalkan aku untuk berangkat menuju bengkel kerjanya yang tak jauh dari Sekolah. Aku memperhatikan langkah-langkah cepat kaki ayahku, seorang laki-laki perkasa dan kuat yang aku amat kagumi.

Continue reading Aku dan Guru: Bersenandung Tentang “Hilangnya Kebebasanku”, Tapi Tetap Bersama Imaginasi yang Menyata

Dunia Ilmu yang Baru

Saya tidak hendak menggeneralisir pendapat umum tentang apakah yang sedang terjadi dengan dunia ilmu pengetahuan Indonesia saat ini ketika dunia Blog, Medsos dan segala hal menyangkut publikasi semakin maju dalam dunia internet. Tapi saya hanya mau gariskan secara umum saja bahwa dunia ilmu pengetahuan sedang mengalami pergeseran haluan yang berbasis pada ketepatan dan kecepatan. Akibatnya, selain produktivitas meningkat, juga kenyamanan meningkat drastis. Tetapi yang utama dituntut orang ialah kenyamanan. Untuk mencapai kenyamanan, tentu, orang tidak perlu banyak menafsir, namun berprinsip: cepat dan tepat.

Continue reading Dunia Ilmu yang Baru

Kontingensi Plan, Cara Baru Mendongkrak Mutu Pendidikan

     Baru-baru ini, delapan (8) orang guru bahasa Jerman di kabupaten Belu bertemu di SMA Kristen Atambua untuk melakukan Bimtek dalam rangka persiapan UN tahun 2017. Pertemuan ini difasilitasi oleh Dinas PPO Kabupaten Belu atas petunjuk dari Dinas PPO Propinsi NTT. Ada yang menarik bahwa dalam Bimtek ini dihasilkan berbagai materi ujian nasional oleh 3 kelompok guru. Arahan-arahan fasilitator propinsi membantu para guru menemukan format soal-soal UN tahun 2017 yang kemudian akan dipakai sebagai bahan untuk ujian try out dalam waktu yang akan datang.

Continue reading Kontingensi Plan, Cara Baru Mendongkrak Mutu Pendidikan